Cipt. Muhammad Naufaldi
Rerintikan disiang hari
Menjelma riuh suara-suara itu
Dalam keberdukaan hati
Yang tercipta oleh lara
Untuk apa kita menangisi hujan ?
Padahal, hujan menangis jua
Cinta sejati seperti apa ?
Seperti angin kencang yang menemani hujan
Seberapa deras air mengalir?
Perdebatan antara gemuruh petir dengan awan mendung
Akankah dingin ini setia menemanimu?
Menemanimu hingga hilang lara
Percayalah, pasti akan ada muncul semberut
Lesung pipi, hangat menemani
Dibalik sebuah rasa, yang membungkam
Untuk dibebaskan, dalam rasa keberdukaan oleh lara
Yang menciptakaan kebetulan dalam kebahagiaan
