Menulis adalah Bentuk Bucin Paling Setia


"Jika raga telah pergi, mungkin rasa tidak akan bisa kembali"
-Muhammad Naufaldi-


Halo salam literasi nih, kembali lagi tulisan ringan yang enggak begitu panjang kalau panjang alhamdulillah sekali.. Hehe. Tapi, yang terpenting adalah bahwa cinta tidak akan pernah bisa berhenti menghampiri dengan banyak rasa. Seperti hal-nya patah hati dan rasa bahagia, ia terkadang tiba-tiba datang dan seakan pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. "Dia" doi maksudnya..

Aku menyebutkan tulisan adalah cinta yang paling setia dan menulis adalah bentuk kebucinan yang tidak biasa dan sangat-sangat mengerti sang penulis, makna kata, aksara, hingga kalimat berujung paragraf adalah sebuah proses untuk mendapatkannya hati sebuah tulisan. Begitu banyak proses yang aku alami mulai dari yang ringan hingga terberat. Membangun rasa, mood, dan tuangkan feeling menjadi sebuah satu kesatuan yang tak pernah bisa ditinggal. Ditambah lagi dengan komitmen dan niat suci secara terus-menerus untuk menulis, yang terpenting adalah konsisten. 

Ingat seperti hubungan "cinta tidak dapat dipaksakan", seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya serta ini dapat diterapkan dalam semua karya tulisan mulai non-fiksi dan fiksi. Jadi sama halnya ketika kita menulis, pertahap namun pasti, jangan paksakan kekuasaan ego menjadi didepankan. Menulis itu membangun sebuah hubungan antaran"pembaca/readers" dan "penulis/writter" mengapa demikian ? Yah, hubungan antara penulis dan pebca diciptakan menggunakan aksara dengan tujuan penulis ingin menyampaikan pesan, informasi tersurat/tersirar, atau bahkan menyampaikan curahan hati yang dituankan dalam tulisan itu sendiri. Masih banyak  terlihat bahwa menulis dijadikan utama dan prioritas tetapi selalu dipaksakan dalam bentuk alasan "aku menulis untuk readersku!" Inilah prinsip yang salah. Menulis itu mendatangkan pasarnya dan segmennya kepada sang penulis, readers puas maka mereka akan begitu setia menunggu membaca karya kamu. 

Ini merupakan tips kecil yang penting tapi tak pernah disadari oleh banyak orang. Begitu banyak tulisan yang berhasil release dengan viewers hingga jutaan, mengapa begitu ? Karena sang penulis memahami betul segmentasi pasar oleh pembacanya, ini seperti halnya feedback dari pembaca yang kemudian menciptakan rasa cinta kepada tulisan dan menjadi cinta kepada penulisnya juga. 

Kemudian, sang penulis harus memperbanyak bacaan. Ini merupakan salah satu kewajiban yang tidak disadari oleh setiap seorang pemula. Membaca merupakan salah satu bentuk komunikasi yang memberikan kita pengetahuan tentang nilai-nilai dan tatanan tulisan pada suatu karya, kalau aku bisa bilang membaca tulisan orang lain itu seperti kita belajar untuk menjadi "lebih baik" melalui "konsultasi", jadi ibarat patah hati seseorang membutuhkan tempat curhat, dan teman atau sahabatmu akan mendengarkan curhatan kamu.

Jangan takut untuk dikritik atau diberikan saran, mengambil keputusan untuk dikritik jangan membuat mental down. Jadikan sebuah tantangan baru yang dapat dinikmati oleh diri sendiri. Semakin kita merasa kritikan itu ada dan tepat ambilah sisi positifnya dan singkirkan negatifnya

"Penulis adalah seseorang yang belajar atas kepekaan terhadap lingkungannya. Maka, belajarlah terus! jangan menyerah dan lawanlah."
 
-Muhammad Naufaldi-

Okey sahabat literasi Bucinlah pada tempat dan porsinya, jangan lupa untuk berdoa dan mencoba brainstroming otak. Jika artikel ini bermanfaat silahkan like, follow, dan share ke sosial media kalian ya! Thank you..
spacer

Kataku, Yuk Jangan Insecure!

Oleh. Muhammad Naufaldi

Mengapa sih kita tidak boleh insequre ?

Banyak sekali bentuk insequre yang terjadi di masyarakat indonesia. kenapa hal itu bisa terjadi ? karena kita terkadang merasa lupa akan porsi yang telah diberikan oleh Tuhan dihidupkan kita, dan kita sebagai manusia selalu kurang puas terhadap diri kita sendiri. Dari situlah muncul rasa insecure atau ketidaknyamanan kurangnya rasa selflove pada diri kita. Namun, jika ditanyakan kenapa kita tidak boleh insecure ? menurutku insecure merupaka tahap yang tidak harus dijadikan saingan, karena seperti diatas aku sudah jelaskan kita sudah memiliki porsi dalam hidup.

Semua orang selalu melupakan "PORSINYA" dalam setiap keadaan, kita juga tahu hal yang berlebihan juga tidak baik. Maka, itulah gunanya porsi agar kita tidak iri tetapi bisa mencontoh hal yang baik. hehehe

Begitu juga dengan kita sendiri, kesadaran dalam merasa insecure ini juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental kita loh! maka, tetap kudu hati-hati dan jangan terlalu banyak merasa insecure. Jika masih merasa insecure mungkin ini akan membantu beberapa tips;

  1. Menulis
    Kenapa menulis menjadi salah satu bentuk yang membantu mengamankan rasa insecure kita ? secara psikologi, menulis merupakan salah satu pengobatan rasa gelisah yang bisa diterapkan dalam keadaan saat merasa insecure. kemudian, menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi satu arah yang tercipta secara emosional yang tidak disadari dan dari sinilah kita bisa berbicara dengan diri kita sendiri.

    Cobalah ketika merasa insequre kita menulis apa yang membuat kita insequre dalam satu halaman. mungkin ini bisa membantu untuk menenangkan kita.

  2. Selalu  Mengingat Batasan-Batasan
    Sebagai manusia kita juga memiliki porsi, kita bagaikan saja ketika lapar kita mengambil nasi terlalu berlebihan itu membuat mubazir. bagaimana memahami porsi itu ? Memahami porsi kita itu disini berbentuk rasa syukur yang selalu diperbanyak dan diambil hikmahnya dari diri kita.

  3. Komunikasikan dengan Keluarga, atau teman yang dapat dipercaya
    Komunikasi itu banyak sekali macamnya, tidak berbatas hanya juga dalam tulisan saja. Tetapi dengan berbicara itu juga bisa meringankan dan menenangkan rasa insequre dalam diri.

  4. Konsultasi atau mengkomunikasikan kepada Tenaga Ahli
    Yang terakhir, apabila tidak bisa ketiga tips diatas menenangkan rasa insequre. cara ini bisa dibilang ampuh dan menjadi jalan terbaik untuk membantu menenangkan rasa insequre.

itulah 4 tips dari-ku yang semoga bisa bermanfaat dengan sedikit ini. Dan ingat ya kamu itu cantik untuk perempuan atau ganteng untuk laki-laki menurut penilaianku. Kamu, itu juga hebat dari sudut pandangku. So, jangan merasa insequre lagi!

spacer

Menulis Puisi, Siapa Bilang Sulit ?

Beberapa waktu lalu lebih tepatnya 28 April merupakan Hari Puisi. Mendengar kata puisi mungkin setiap orang akan paham ciri-cirinya dengan baik. Namun, tau tidak bahwa menulis sebuah puisi itu tidak sulit kok, bahkan lebih sulit memahami perasaan dan doi kalian....


Jadi, begini alasan kenapa aku bilang puisi itu tidak sulit ? Karena, puisi tidak harus menggunakan banyak kosakata yang sukar atau sulit, bahkan kata atau diksinya lebih baik bisa dimengerti oleh semua orang.

  1. Sebelum menulis pastikan dulu tema yang akan diangkat dan dibuat, seperti tema cinta, alam, keluarga, politik, kritik maupun opini yang dapat juga disajikan melalui puisi.

  2. Dilanjutkan dengan pemilihan diksi yang bisa dipahami oleh semua orang. Kalau bisa juga setiap pesan yang akan dimuat dalam puisi tersbut bisa tersampaikan. penekanan-penekan juga sangat penting dalam puisi, seperti amarah, sedih senang dan sebagainya.

    Contoh

    Jika langit benderang tanpa mendung
    Akankah hati akan tetap terundung
    Oleh rasa, lara dan sakit yang tak kunjung selesai
    Inilah lelah dalam rasa yang tidak dapat dijelaskan kembali
     
  3. Lebih baik lagi apabila penekanan diksi-diksi yang ada dirangkai dengan indah.

  4. Biasakan sederhana tetapi memiliki makna yang dalam, kemudian buatlah judul sesuai dengan tema yang dibahas pada puisi itu. Setelah itu lakukan pembacaan ulang dan editing apabila masih terdapat kesalahan, lebih baiknya meminta tolong temanmu untuk membaca apakah dia mengerti makna-makna yang terkadung

  5. Untuk puisi yang udah melalui proses yang sangat panjang bisa juga diupload seperti lewat instagram, twitter mungkin, bahkan foto dengan campuran typhography. Pasti kalian penasaran typhograpy apa ?  Oke di next artikel aku akan bahas tentang typhography dan aplikasi free

Selamat bereksperimen dan membaca semuanya!

 
spacer

Relationship Stages: Proses Terjadinya Sebuah Kebucinan

 
Oleh. Muhammad Naufaldi

Oke, ini mungkin sedikit membahas kebucinan-kebucinan lagi. Tetapi, aku akan selalu menyuarakan bahwa" bucin itu tidak semenyedihkan kata orang". Setelah, menyuarakan bahwa bucin merupakan sebuah hak dan pilihan. Maka, sekarang kita membahas bagaimana hubungan itu bisa terjadi ? Dan bagaimana hubungan itu kokoh atau hacur ? 

Jadi disini, aku akan menjelaskan sedikit saja. Pada relationship stages ini merupakan fenomena yang terjadi pada perbucinan saat ini, dan mungkin menggunakan ilmu komunikasi akan menemukan solusinya.

1. Contact


Pada tahap ini biasanya kita kenal "First Impression", atau tahap pertama kali bertatap muka (bertemu/melihat). Pada tahap ini penampilan fisik menjadi penting, Karena dimensi fisik itu mudah sekali ditangkap oleh panca indera. Namun, disini ada penentu tahap ini kepada hubungan yang semakin baik seperti sikap bersahabat, sikap yang "asyik", sikap yang membuat aman ataupun nyaman, serta kehangatan dan keterbukaan disini menjadi keterungkapnya. Jika orang menyukaimu atau kamu menyukai dia dan berujung ingin melanjutkan ke tahap berikutnya. Nah, disini merupakan bisa dikatakan tahap Pra-PDKT bahasa gaulnya.

2. Involvement (Keterlibatan)


Dalam tahap ini hubungan mulai semakin mengembang, semakin mengetahui jauh tentang teman kita ataupun tentang kekasih kita. Disini orang yang berhubungan dan memasuki tahap ini bisa saja kalian tes, misalnya saja dalam keadaan bucin dimana ketika PDKT kalian pasti akan mengajak kencan mungkin atau jalan bersama, karena saat ini Covid-19 sedang merajalela mungkin contohnya kita bisa video call dengan doi. Nah, pada tahp ini hubungan kalian sudah mulai saling ingin kenal "siapa sih kamu sebenarnya?" ini bisa dikatakan hampir mirip dengan stalker, siapa sih yang enggak pernah stalker? Maka, setelah terjalin hubungan ini akan meningkat ke tahap berikutnya.

3. Intimacy (Keakraban)


Disini, mulailah terjadi yang namanya keterikatan dan "komitmen" dengan diri sendiri dan orang lain untuk menjalin hubungan menjadi teman dekat, sahabat maupun, pacar (kekasih).  Disini peran individu misalnya aku dengan kekasihku (padahal, aku masih jomblo berjangka panjang) sudah mulai intim dalam berkomunikasi. Nah, ditahap ini-nih kebucinan-kebucinan yang terkadang logis dan tidak logis atau sehat dan tidak sehat muncul disini. Mengapa demikian kita bisa melihat tahap keakraban ini mulai menjalin hubungan menjadi seorang pacar (kekasih) itu, Komitmen sudah mengikat pada hubungan kebucinan yaitu pacaran (untuk pemuda dan pemudi saat ini). 

4. Deterioration (Kerusakan)

Kemudian tahap ini seperti "Negara api yang menyerang" sebut saja ini disini muncul sebuah permasalahan yang menimbulkan kerusakan hubungan.. Mulai dari permasalahan seperti cemburu, berbohong dsb, yang menciptakan hubungan ini kurang puas diantara kamu dengan doi. Bahkan, disini mulai ada seperti ingin menjauh dari doi dan mulai merasa hubungan ini seakan mulai  tidak penting lagi bagi kalian begitu wahai yang memiliki kekasih.

5. Repair (Perbaikan)

Disini hubungan yang diserang oleh "Negara api" sudah mulai renggang sangat renggang, bahkan dikabarin cuma di-read doang begitu. hehe!

Pada tahap ini terdapat dua solusi yang mana akan menemukan perbaikan hubungan, lebih tepatnya ni seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka ini yang pertama  Baikan lagi atas intropeksi diri masing-masing.

6. Dissolution (Pemutusan)

Jadi tahap ini merupakan keputusan yang akan menimbulkan kehancuran hubungan atau akan kembali lagi ke tahap awal. Disini bisa kita misalkan seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka bisa dilambangkan ini seperti putus (Kandas ditengah jalan). Lebih tepatnya itu disini sudah benar-benar tidak ada hubungan lagi alias sudah "bubar" namun terkadang hubungan ini adakalanya ada rasa penyesalan. Tetapi disini pula bagi yang membina hubungan ini harus pergi dan tidak bisa kembali lagi.
spacer

Memang Menulis Ada Manfaatnya ? Ini 6 Manfaat Menulis


Oleh. Muhammad Naufaldi

Bagi beberapa orang menulis itu menyenangkan, dan ada beberapa orang yang menganggap menulis itu musuhnya. Begitu ? Oke, mungkin aku akan sedikit memberikan treatment-treatment yang cukup bermanfaat nih. Bahwa, menulis itu tidak sesulit seperti mendapatkan si "Doi" kok beneran deh atau mencintai si doi secara tulus ? Dan aku yakin menulis adalah yang paling tulus, jujur, dan pasti untuk hati, Hehehe.

Oke, tidak perlu basa-basi. langsung yuk kita bahas apa saja manfaat menulis terhadap diri kita maupun untuk orang lain, dibawah ini terdapat 6 poin yang menurutku cukup relate. udah kepo yuk kita bahas satu demi satu.

1. MENGABADIKAN PENGALAMAN HIDUP

Kita bisa mengabadikan hal-hal menarik dalam hidup kita. Kenapa perlu kita abadikan? Karena yang perlu kita wariskan pada anak dan cucu kita bukanlah harta tapi pengalaman hidup dan wisdom kita. Menulislah dan tidak usah malu mengungkapkan sisi hitam kita.
Karena bukan sisi negatif itu yang akan kita highlite tapi hikmah positif apa yang kita peroleh dari peristiwa tersebut.

 2. MENINGGALKAN LEGACY

Menulis membuat kita bisa meninggalkan legacy untuk keturunan kita. Cucu-cucu yang gak sempet ketemu kita, pasti seneng banget ketika membaca, Misalnya “Wah, nenek buyut, Chusnul, kita ternyata dulu seorang Pengusaha , Loh.
“Ih, kagum banget sama nenek buyut Chuss!!”

“Gile, ternyata kakek buyut kita Doni adalah Video Editor. Hebat banget. Sayang kita gak sempet ketemu beliau.”
Mengharukan, bukan?

Dan kalo buku kita bagus, bukan cuma keluarga tapi dunia akan membaca buku kita.
Seperti orang bijak berkata, “If you want to know the world, READ. If you want the world to know you, WRITE!

3. MEMBUANG SAMPAH EMOSI

Jiwa menderita, tubuh menjerit. Itulah yang tejadi di era modern seperti sekarang. Sebagian besar penyakit yang menggeragoti tubuh selalu datang dari masalah psikis (Psychosomatic). Alhamdulillah salah satu obat yang paling manjur adalah menulis. Menulis berfungsi sebagai EMOTIONAL DETOX yang mampu mengusir rasa sakit, penderitaan, rasa bersalah, kesedihan dan stress.
Semua itu berpangkal dari energi negatif yang semakin gila datang dari media digital. Kalo semua energi negatif tersebut dibiarkan dalam tubuh, lama kelamaan akan mengakibatkan tubuh kita sakit.
Tapi jika kegelisahan itu terlalu personal untuk dibuka ke publik, tulis tentang hal lain. Tentang apa saja semau kita. Hasilnya? Aneh bin ajaib, kegelisahan kita tetap menghilang. Begitu powerfulnya menulis bagi kesehatan kita.

4. MENULIS ITU SEPERTI MAIN GAME

Main game sering disebut dengan melampiaskan aktualisasi diri. Menulis itu persis seperti main XBOX atau PS (Play Station).Perhatiin deh, game yang dipilih oleh anak kita, sebenernya sangat mewakili harapan dan imajinasinya. Mereka memilih game balapan karena buat mereka seru dan ternyata menjadi pembalap adalah salah satu impiannya.Tidak semua impian bisa jadi kenyataan tapi dengan main game sedikit banyak aktualisasi diri bisa terpenuhi. Sama dengan main game, menulis juga bisa berfungsi sebagai aktualisasi diri.

Buat yg suka berkhayal pengen jadi jagoan, pengen jadi bintang film, pengen jadi Super Hero…pokoknya jadi apa aja, BISA. Tuliskan cerita berdasarkan imajinasi itu.

Tokohnya tidak perlu harus kita. Ketika semua kita tuliskan maka semua hal yg kita ceritakan sebetulnya semuanya merupakan representasi dari pikiran, imajinasi, cita-cita, harapan kita.Dengan menulis cerita, kita bisa jadi apa aja di sana.

Pokoknya apapun yang muncul dalam pikiran, apapun yang sering muncul dalam imajinasi kita, tuliskan. Insya Allah tulisan kita akan menjadi bagus. Kenapa? Karena sesuatu yg sering kita imajinasikan pasti sangat sempurna minimal buat kita sendiri

5. MENULIS ITU MENCEGAH PIKUN

Banyak orang yang memasuki usia pensiun, seringkali bingung harus melakukan apa. Hidup itu tentang mengejar sesuatu. Meskipun keliatan sepele, tetap harus ada yang dikejar. Itu sebabnya banyak pensiunan cepat meninggal karena mereka gak punya sesuatu yang harus dikejar.Mereka stress dan merasa gak berguna menjalani hidup.

Padahal Masa Pensiun itu bukanlah periode di mana kita tidak mengerjakan apa-apa. Masa pensiun adalah masa di mana kita mempunyai kebebasan untuk memilih pekerjaan yang kita sukai. Karena butuh kegiatan dan membutuhkan sesuatu untuk dikejar, akhirnya para pensiunan tersebut mencoba berkebun, kursus melukis atau kursus menulis.

Berdasarkan hal itulah, saya berpendapat, daripada menunggu tua baru belajar menulis lebih baik kita belajar dari sekarang. Kalo hobby menulis, ketika kita tua nanti, kita mempunyai kegiatan yang meneyanangkan. Kita bisa berkarya, menulis sepuasnya, menerbitkan beberapa buku karena di jaman masih bekerja sering tertunda oleh kegiatan lainnya.

6. MENJADI TOKOH YANG DIDENGARKAN

Ada teori yang mengatakan bahwa secara umum manusia terbagi dalam dua tipe; 1. Tipe pembicara dan 2. Tipe pendengar.Terus terang saya kurang sepakat dengan teori itu. Minimal di lingkungan saya, semua orang ingin menjadi pembicara sekaligus ingin didengarkan. Karena itu menulislah.Ketika orang memutuskan untuk membaca tulisan kita berarti dia dengan rela mendudukkan dirinya sebagai pendengar.
Dan kita sebagai penulisnya tentu saja adalah pembicaranya. Hehehehe… Tulisan yang bagus adalah tulisan yang menggugah emosi. Emosi dalam arti pembaca akan terharu, tersenyum, geli, ngakak bahkan berurai air mata.

Nah, itu baru 6 poin nih. sebenarnya banyak sekali manfaat menulis selain 6 poin diatas, menurutku menulis adalah cara berekspresi dalam segala rasa yang tak kenal akan kata pamrih. selain itu menulis juga membuatku lancar dalam berbicara, yang dimaksud adalah sebagai bahan latihan untuk berkomunikasi yang baik. Mungkin itu dulu yang dapatku sampaikan 6 poin manfaat menulis, semoga bermanfaat! Tetap berkarya walaupun dirumah! Semangat-semangat-semangat. Sampai bertemu di Artikel berikutnya.
spacer