Secarik Rindu


 
Oleh: Muhammad Naufaldi

Pernah kutuliskan sebuah rasa
Ditengah alunan musik merdu
Yang tak pernah menghianati
Secarik rindu

Mengabadikan waktu yang tak henti
Menahan rasa bertemu
Untuk berlabuh dalam genggaman harap
Menanti tangan berjabat hangat

Secarik rindu
Tak pernah hilang, abadi dalam puisi
Sebagai pena yang akan menulis kata
dan kata akan saling melengkapi menjadikan kalimat

Dan waktu akan tertunduk malu
Semburat merah terlihat
Melihat pesan, yang tak akan lekang oleh waktu
Abadi dalam secarik kertas bertuliskan kata-kata rindu

spacer

Seriuh Hujan, Berpatah Hati

Cipt. Muhammad Naufaldi

Rerintikan disiang hari
Menjelma riuh suara-suara itu
Dalam keberdukaan hati
Yang tercipta oleh lara

Untuk apa kita menangisi hujan ?
Padahal, hujan menangis jua
Cinta sejati seperti apa ?
Seperti angin kencang yang menemani hujan

Seberapa deras air mengalir?
Perdebatan antara gemuruh petir dengan awan mendung
Akankah dingin ini setia menemanimu?
Menemanimu hingga hilang lara

Percayalah, pasti akan ada muncul semberut
Lesung pipi, hangat menemani
Dibalik sebuah rasa, yang membungkam
Untuk dibebaskan, dalam rasa keberdukaan oleh lara
Yang menciptakaan kebetulan dalam kebahagiaan
spacer