Hujan

Oleh. Muhammad Naufaldi

Hujan datang kembali
Mengundang rasa gelisah lagi
Ditengah dikau yang aku rindukan dalam mimpi malam ini
Aku menunggu ruang berbicara untuk membalas isi hati 

Tuan yang sedang menunggu hati bangkit dalam hujan
Bermain seakan hujan adalah kawan yang paling tak sungkan
Tunjukan raga yang telah rapuh hingga menyongsong kuat sang mentari
Namun, mendung kembali datang dalam kerinduanku yang berujung semu akankah pulih kembali ?

Rerumputan di dekat berada rumah yang sekarang lebat tertetes air yang jatuh untuk menaungi
Akhirnya berbahagia cerita itu dalam sebuah aksara akhir yang tak abadi dalam tulisan ini
Apakah rasa ini bisa datang hanya sementara untukku ? Atau kisah ini akan berakhir dengan luka
Rasa rindu yang menahanku akan rasa sakit, menyelamatkanku dari dunia yang berujung lara

Kuatkan aku yang membutuhkanmu dalam rindangnya pohon ini
Menyapaku, dalam udara yang telah lama menunggu dengan dedaunan yang lembut menari
Jatuh perlahan dalam pangkuan dan perlindungan-Nya
Aku tertunduk malu akan asmara yang tak berbalas oleh puan yang saat ini tak sekalipun menyapa
spacer

Puisi Dini Hari: Perjalanan dan Kenangan

Oleh. Muhammad Naufaldi

Mana lagi petang yang tak kulalui
Sedetikpun kujalani
Menaati setiap keluhan hati
Membiru dengan gelora mati

Perjalan itu
Masih dalam rindu
Mengenal dalam aliran sendu
Hingga menutup mata itu 

Kesetiaan yang rindu akan daku
Keresahan yang menyurut dan pasangkan rasa
Hingga perjalanan ini menjadi saksi
Yang akan terkenang oleh otak ini

Berat, langkahku
Melebamkan setiap batinku
Mengingat sebuah kenangan
Untuk menuju kekedamaian

spacer

Relationship Stages: Proses Terjadinya Sebuah Kebucinan

 
Oleh. Muhammad Naufaldi

Oke, ini mungkin sedikit membahas kebucinan-kebucinan lagi. Tetapi, aku akan selalu menyuarakan bahwa" bucin itu tidak semenyedihkan kata orang". Setelah, menyuarakan bahwa bucin merupakan sebuah hak dan pilihan. Maka, sekarang kita membahas bagaimana hubungan itu bisa terjadi ? Dan bagaimana hubungan itu kokoh atau hacur ? 

Jadi disini, aku akan menjelaskan sedikit saja. Pada relationship stages ini merupakan fenomena yang terjadi pada perbucinan saat ini, dan mungkin menggunakan ilmu komunikasi akan menemukan solusinya.

1. Contact


Pada tahap ini biasanya kita kenal "First Impression", atau tahap pertama kali bertatap muka (bertemu/melihat). Pada tahap ini penampilan fisik menjadi penting, Karena dimensi fisik itu mudah sekali ditangkap oleh panca indera. Namun, disini ada penentu tahap ini kepada hubungan yang semakin baik seperti sikap bersahabat, sikap yang "asyik", sikap yang membuat aman ataupun nyaman, serta kehangatan dan keterbukaan disini menjadi keterungkapnya. Jika orang menyukaimu atau kamu menyukai dia dan berujung ingin melanjutkan ke tahap berikutnya. Nah, disini merupakan bisa dikatakan tahap Pra-PDKT bahasa gaulnya.

2. Involvement (Keterlibatan)


Dalam tahap ini hubungan mulai semakin mengembang, semakin mengetahui jauh tentang teman kita ataupun tentang kekasih kita. Disini orang yang berhubungan dan memasuki tahap ini bisa saja kalian tes, misalnya saja dalam keadaan bucin dimana ketika PDKT kalian pasti akan mengajak kencan mungkin atau jalan bersama, karena saat ini Covid-19 sedang merajalela mungkin contohnya kita bisa video call dengan doi. Nah, pada tahp ini hubungan kalian sudah mulai saling ingin kenal "siapa sih kamu sebenarnya?" ini bisa dikatakan hampir mirip dengan stalker, siapa sih yang enggak pernah stalker? Maka, setelah terjalin hubungan ini akan meningkat ke tahap berikutnya.

3. Intimacy (Keakraban)


Disini, mulailah terjadi yang namanya keterikatan dan "komitmen" dengan diri sendiri dan orang lain untuk menjalin hubungan menjadi teman dekat, sahabat maupun, pacar (kekasih).  Disini peran individu misalnya aku dengan kekasihku (padahal, aku masih jomblo berjangka panjang) sudah mulai intim dalam berkomunikasi. Nah, ditahap ini-nih kebucinan-kebucinan yang terkadang logis dan tidak logis atau sehat dan tidak sehat muncul disini. Mengapa demikian kita bisa melihat tahap keakraban ini mulai menjalin hubungan menjadi seorang pacar (kekasih) itu, Komitmen sudah mengikat pada hubungan kebucinan yaitu pacaran (untuk pemuda dan pemudi saat ini). 

4. Deterioration (Kerusakan)

Kemudian tahap ini seperti "Negara api yang menyerang" sebut saja ini disini muncul sebuah permasalahan yang menimbulkan kerusakan hubungan.. Mulai dari permasalahan seperti cemburu, berbohong dsb, yang menciptakan hubungan ini kurang puas diantara kamu dengan doi. Bahkan, disini mulai ada seperti ingin menjauh dari doi dan mulai merasa hubungan ini seakan mulai  tidak penting lagi bagi kalian begitu wahai yang memiliki kekasih.

5. Repair (Perbaikan)

Disini hubungan yang diserang oleh "Negara api" sudah mulai renggang sangat renggang, bahkan dikabarin cuma di-read doang begitu. hehe!

Pada tahap ini terdapat dua solusi yang mana akan menemukan perbaikan hubungan, lebih tepatnya ni seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka ini yang pertama  Baikan lagi atas intropeksi diri masing-masing.

6. Dissolution (Pemutusan)

Jadi tahap ini merupakan keputusan yang akan menimbulkan kehancuran hubungan atau akan kembali lagi ke tahap awal. Disini bisa kita misalkan seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka bisa dilambangkan ini seperti putus (Kandas ditengah jalan). Lebih tepatnya itu disini sudah benar-benar tidak ada hubungan lagi alias sudah "bubar" namun terkadang hubungan ini adakalanya ada rasa penyesalan. Tetapi disini pula bagi yang membina hubungan ini harus pergi dan tidak bisa kembali lagi.
spacer

Rekomendasi Lagu, Peneman Hari Yang Bisa Dimasukin ke Playlist Kalian #dirumahAja


Oleh Muhammad Naufaldi

Begitu banyak musik-musik yang bisa kita dengarkan menggunakan beberapa platform seperti Spotify, Joox, Youtube dan lain sebagainya. Nah, ini aku memiliki beberapa rekomendasi lagu-lagu yang bisa kalian dengerin sambil menikmati #dirumahAja dan yang pasti bikin tidak bosan hanya dirumah saja. Mungkin enggak usah lama-lama, lagu-lagu ini bisa didengarkan di spotify maupun joox, serta Youtube:



1. Bilik Bicara


Mungkin banyak yang belum mengenal dengan salah satu pemusisi satu ini? Bilik bicara merupakan salah satu pemusisi yang menurut aku, bisa dikatakan lagunya lebih ke country dan asik untuk dinikmati. Penyanyinya merupakan pemuda yang saat ini masih berkarir sebagai mahasiswa akhir kalau tidak salah, semoga selalu diberikan kemudahan dalam menyelesaikan pendidikannya. hihihi

Bilik Bicara saat ini dikendarai oleh Bang Tauriq A.K.A Bilik Bicara tidak perlu ditanya sudah aku jelaskan diatas. Jika ingin mengikuti keseruannya boleh langsung cari Instagram @bilikbicara. dan dukung terus karya-karya bang Tauriq ini.

Oke lanjut, jadi aku memiliki beberapa lagu yang rekomend untuk kalian dengerin yaitu judulnya "Biar Tahu" mengapa lagu ini menjadi rekomended buat pembaca ? karena kita sering sekali merasakan tidak dihargai berapa kali kita berproses untuk menghasilkan karya dan ini merupakan salah satu lagu yang selalu membangkitkan semangatku, ketika memang tidak ada yang mau mempedulikan hasil karya seseorang atau memberikan apresiasi. karena lagu ini sudah memberikan apresiasi kepadaku mungkin juga kepada seniman-seniman yang berkarya juga saat ini. dan yang pasti lagu-lagu yang ada tidak kalah menarik untuk kalian dengarkan.

2. Tashoora


Nah, kalau ini yang aku tahu merupakan salah satu grup yang berdiri di Yogyakarta terdiri dari Danang Joedodarmo (Gitar, Vokal), Dita Permatas (Akordeon, Kibor, Vokal), Gusti Arirang (Bas, Vokal), Mahesa Santoso (Drum), Danu Wardhana (Vlin, Vokal) dan Sasi Kirono (Gitar, Vokal). 

Langsung saja lagu yang menurutku rekomend untuk didengarkan, yaitu Tashoora - Terang. Mungkin kalau belum tahu Tashoora pernah berkolaborasi bersama dengan .feast menyanykan lagu Tashoora -Terang juga, dan aku menganggap lagu ini sangat relate dengan kehidupan. Namun, memang dialbum-album yang lain lagunya tak kalah dari ini kok. 

3. Payung Teduh


Siapa yang tidak kenal dengan band ini ? grup band yang berdiri di Yogyakarta dan selalu didengarkan untuk lagu folk genre serta lagu-lagu khas milik Bang Is. Mulai dengan lagu yang paling biasa "Untuk Perempuan di Dalam Pelukan" sampai yang terbaru-baru sangat menggugah dan memanjakan telinga sekali.

Oke lagu yang aku rekomendkan adalah ada di Album "Ruang Tunggu" yaitu judulnya "Payung teduh - Kita Hanya Sebentar". Mengapa aku merekomendasikan ini karena ketika aku mendengarkan lagu ini selalu merasakan sebuah kenyamanan di telinga dan mencampurkan syair cinta klasik dalam Epos La Galigo. Itu membuat terasa berbeda dari album ini, dan aku kagum terhadap bang Is mencampurkan syair ini pada sebuah lagu.


Dan, itu merupakan lagu-lagu yang bisa menemani hari, cuss jangan lupa dengarkan. Dijamin, mantap lagunya.
spacer

Puisi Dini Hari: Ramai, Sekerumunan Sepi

Oleh Muhammad Naufaldi

Secarik larik tak purna
Menyisakan hening akan ada
Menjelma, penghebusan halus udara
Lembut, merasuk kesukma

Sepi
Hingga raga membangkitkan diri
Meringankan pikiran ini
Ditengah muramnya hari

Belum juga terbit surya
Rasa, ini sesakan semua raga
Menjulur hingga paru-paru
Yang tak lagi menjelma, bersahabat dengan rasaku

Sepi
Selagi, aku masih dalam riuh kota ini
Akankah, bertemu ditengah lamunan ini
Ringan, tak berbatas ditengah sekerumunan rasa sepi
spacer

Ada Yang Melengkung Namun Bukan Bulan itu #1

 
Oleh. Muhammad Naufaldi

Terakhir hari menjadi sangat muram, tak aku sangka juga akan menjadi seperti ini. Mawas diri atas raga yang tak ingin tersakiti (lagi). Begitu, banyak peristiwa dan kenangan masa lalu yang tak sanggup aku bendung menciptakan rasa perlindungan diri-sendiri yang tatkala ini mungkin untuk diri dan orang lain. Menjelang petang Whatsapp tak ada satu kalipun Notifikasi yang menunjukan tentang segala hal yang ingin dirasakan, "Ya sudah bagus berarti" pikirku dalam benak. 

Ditengah cuaca panas, media-media yang saling mencari rating. Seakan-akan egoisme tak terbendung oleh kalangan atas tidak terlihat hingga akhir-akhir ini aku merasakan media tidak bisa kupercayai lagi. Pademi Covid-19 yang mewabah disaat ini menciptakan nuansa baru dalam hidup yang kadang sulit sekali dipercayai, sangat sulit untuk ditebak maupun diprediksikan. Banyaknya, manusia virtual saat ini memiliki bermacam-macam sifat dan sikap seakan-akan menutup dirinya menjadi "Bermuka tebal" dan memilih untuk menjadi orang lain. Orang-orang virtual mulai menitik beratkan dunianya dengan empiris begitu banyak kejadian-kejadian yang tak disadari oleh manusia-manusia itu. Hingga percintaan dan perbucinan dibawa kedalam virtual "dunia memang begitu saja" lamunanku.

Ada yang indah, ketika senja akan datang nanti atau akankah mendung yang akan menemaniku. Seakan-akan rasa kesepian ini menjadi sebuah daya tarik sendiri untuk menjawab pertanyaan yang ada direlung batinku terdalam, siapa pemilik hati ini Gusti ? 

Tengah berpikir menjadi seorang yang realistis dalam berpikir, senyuman-senyuman yang muncul merupakan sebuah bentuk kebahagiaan yang lalu dalam setiap waktu yang ada. Berharap jika waktu itu bisa kembali dalam sejam saja ingin rasanya bisa menatapi seseorang itu dan ketika ku mengenalnya mungkin aku tak akan sia-siakan hal itu. tatkala akhirnya kita menjadi canggung dan mulailah dari raga yang menjauh diikuti oleh sang raja hati yaitu manusia. Seakan cepat berubah, berdiri disini akhirnya sendiri dan tak ada seorangpun yang lagi menberiku cerita-cerita baru soal kisah yang telah lama hilang rasa.

Hingga, tak ada yang sama sekali kurasakan penyesalan mengapa aku seperti ini. "Melihat seseorang bahagia adalah bentuk bahwa penderitaan yang sedang kau rasakan akan kembali ke gembiraan itu". Bukan berarti aku ingin menderita, namun disini adalah tentang bagaimana kita berusaha mengikhlaskan seseorang untuk menjadi yang lebih dewasa. Toh, soal cinta itu sebatas kawan dekat yang tak tau mau bermuara dimana bahkan bahtera yang ditumpangi bisa saja rusak tertabrak karang karena Gusti Maha Penyayang kepadan Hamba-Nya. Hinggaku menemukan pemikiran "Menjaga hati seseorang, sama saja dengan menjaga anak orang" benar bukan ? dimana yang dijaga hati pasti orangnya juga.

Sedikit, yang kualami senyumanku yang tak segan diiringi rasa iri, cemburu, sakit hati, dan sebagainya mencampur jadi satu. Tetap, saja berdamai dengan masalalu merupakan cara terbaik saling memaafkan dan memberikan senyuman kepada kenangan itu ditambah dengan sedikit kopi hitam dan secari kertas dengan aksara-aksara indah. Yang memulai, bukan soal aku atau kamu namun kita karena itu penentuan tetapi ketika itu sudah mulai memudar bukan berarti kamu bisa menyalahkanku atau aku menyalahkanmu, tapi ini tentang kesadaran masing-masing.

Dengan, sedikit senyumanku "Baiklah ini awal perjalanan baru dengan pemikiran-pemikiran baru tentang percintaan ini. Semoga saja, yang terbaik pilihan itu adalah pilihan Gusti dan tak ada yang menerkaku untuk menjadi ini itu dan lainnya.

spacer

Puisi Dini Hari: Teruntuk Dini



Oleh. Muhammad Naufaldi

Jangankan berpaling menatap langit
Masih saja dalam pijakan bumi dan halusnya rumput
Dini, yang masih berada disana
Dengan senyum manisnya

Mempersiapkan kehangatan
Untuk seseorang yang diinginkan
Mencari dalam renungan doa
Riuh, tak terbatas saja

Lagu-lagu dinyanyikan
Fajar akan jadi saksinya
Lelah dalam pencariannya
Yang tak usai kegelapan

Dini,
Hangat bibirmu, tenang
Menenangkan setenang air mengalir
Hingga, diam-diam penantian terlampaui

Bertemu, dalam keindahan hari
Berulang, dan tak pernah membosankan
Beriku sebuah makna dalam hidup ini
Tak akan pernah, menangis
Dalam tegar yang kuat

Selamat Pagi

Magelang, 11 April 2020

.
spacer

Kala Rindu Menghampiri

 Kala Rindu Menghampiri
 Oleh Muhammad Naufaldi

Pagi, menyambutku
Menghindari selalu kata merindu
Paijo, yang menantang surya paloh
Seakan, dia paling pandai

Petani-petani memanen padi
Hingga merasa tawaku melihat keindahan arti bahagia
Seorang pemuda yang tak kalah bucinnya
Dengan manusia-manusia yang lain-nya

Ku tak tahu, aku bisa merindukan wanita
Tengah, dalam pelukan Gusti yang aman
Hebat cinta menjalinkan
Berjalan tanpa dengan "hadapi bersama"

Keseringan merindu aku ini, dik!
Memikirkan apa yang akan kita lakukan kelak
Canggungkah pertemuan itu nanti
Atau semua begitu mengalir dalam kebahagian
Dan terbaik adalah semoga tuhan memberikanku pelabuhan

Magelang, 10 April 2020

spacer

Pesan Rahasia: "Karyamu Abadi"

Oleh. Muhammad Naufaldi

Senandung lagu perlahan mengaluni
Not-Not itu masih saja menemani
Setiap karya yang abadi
Dalam telinga-telinga kerinduan nanti

Semua, ini menjadi abadi
Di akhir cerita yang tak pernah sembunyi
Menjelma lirik-lirik rindu
Yang, mendalam didalam hatiku

Suara itu, akan selalu dirindukan
Lirik-lirik yang menjelma menyejukan
Mungkin puisi ini tidak akan dibaca
Namun, aku yakin ini akan abadi disana

Waktu sudah memberikan ketenangan
Ketenangan yang tidak akan mengganggumu satupun
Semoga karya-karya ini membawakan doa
Menuntun disetiap langkah-langkah dalam riuhnya

Rest in Poems, 2020
spacer

Memang Menulis Ada Manfaatnya ? Ini 6 Manfaat Menulis


Oleh. Muhammad Naufaldi

Bagi beberapa orang menulis itu menyenangkan, dan ada beberapa orang yang menganggap menulis itu musuhnya. Begitu ? Oke, mungkin aku akan sedikit memberikan treatment-treatment yang cukup bermanfaat nih. Bahwa, menulis itu tidak sesulit seperti mendapatkan si "Doi" kok beneran deh atau mencintai si doi secara tulus ? Dan aku yakin menulis adalah yang paling tulus, jujur, dan pasti untuk hati, Hehehe.

Oke, tidak perlu basa-basi. langsung yuk kita bahas apa saja manfaat menulis terhadap diri kita maupun untuk orang lain, dibawah ini terdapat 6 poin yang menurutku cukup relate. udah kepo yuk kita bahas satu demi satu.

1. MENGABADIKAN PENGALAMAN HIDUP

Kita bisa mengabadikan hal-hal menarik dalam hidup kita. Kenapa perlu kita abadikan? Karena yang perlu kita wariskan pada anak dan cucu kita bukanlah harta tapi pengalaman hidup dan wisdom kita. Menulislah dan tidak usah malu mengungkapkan sisi hitam kita.
Karena bukan sisi negatif itu yang akan kita highlite tapi hikmah positif apa yang kita peroleh dari peristiwa tersebut.

 2. MENINGGALKAN LEGACY

Menulis membuat kita bisa meninggalkan legacy untuk keturunan kita. Cucu-cucu yang gak sempet ketemu kita, pasti seneng banget ketika membaca, Misalnya “Wah, nenek buyut, Chusnul, kita ternyata dulu seorang Pengusaha , Loh.
“Ih, kagum banget sama nenek buyut Chuss!!”

“Gile, ternyata kakek buyut kita Doni adalah Video Editor. Hebat banget. Sayang kita gak sempet ketemu beliau.”
Mengharukan, bukan?

Dan kalo buku kita bagus, bukan cuma keluarga tapi dunia akan membaca buku kita.
Seperti orang bijak berkata, “If you want to know the world, READ. If you want the world to know you, WRITE!

3. MEMBUANG SAMPAH EMOSI

Jiwa menderita, tubuh menjerit. Itulah yang tejadi di era modern seperti sekarang. Sebagian besar penyakit yang menggeragoti tubuh selalu datang dari masalah psikis (Psychosomatic). Alhamdulillah salah satu obat yang paling manjur adalah menulis. Menulis berfungsi sebagai EMOTIONAL DETOX yang mampu mengusir rasa sakit, penderitaan, rasa bersalah, kesedihan dan stress.
Semua itu berpangkal dari energi negatif yang semakin gila datang dari media digital. Kalo semua energi negatif tersebut dibiarkan dalam tubuh, lama kelamaan akan mengakibatkan tubuh kita sakit.
Tapi jika kegelisahan itu terlalu personal untuk dibuka ke publik, tulis tentang hal lain. Tentang apa saja semau kita. Hasilnya? Aneh bin ajaib, kegelisahan kita tetap menghilang. Begitu powerfulnya menulis bagi kesehatan kita.

4. MENULIS ITU SEPERTI MAIN GAME

Main game sering disebut dengan melampiaskan aktualisasi diri. Menulis itu persis seperti main XBOX atau PS (Play Station).Perhatiin deh, game yang dipilih oleh anak kita, sebenernya sangat mewakili harapan dan imajinasinya. Mereka memilih game balapan karena buat mereka seru dan ternyata menjadi pembalap adalah salah satu impiannya.Tidak semua impian bisa jadi kenyataan tapi dengan main game sedikit banyak aktualisasi diri bisa terpenuhi. Sama dengan main game, menulis juga bisa berfungsi sebagai aktualisasi diri.

Buat yg suka berkhayal pengen jadi jagoan, pengen jadi bintang film, pengen jadi Super Hero…pokoknya jadi apa aja, BISA. Tuliskan cerita berdasarkan imajinasi itu.

Tokohnya tidak perlu harus kita. Ketika semua kita tuliskan maka semua hal yg kita ceritakan sebetulnya semuanya merupakan representasi dari pikiran, imajinasi, cita-cita, harapan kita.Dengan menulis cerita, kita bisa jadi apa aja di sana.

Pokoknya apapun yang muncul dalam pikiran, apapun yang sering muncul dalam imajinasi kita, tuliskan. Insya Allah tulisan kita akan menjadi bagus. Kenapa? Karena sesuatu yg sering kita imajinasikan pasti sangat sempurna minimal buat kita sendiri

5. MENULIS ITU MENCEGAH PIKUN

Banyak orang yang memasuki usia pensiun, seringkali bingung harus melakukan apa. Hidup itu tentang mengejar sesuatu. Meskipun keliatan sepele, tetap harus ada yang dikejar. Itu sebabnya banyak pensiunan cepat meninggal karena mereka gak punya sesuatu yang harus dikejar.Mereka stress dan merasa gak berguna menjalani hidup.

Padahal Masa Pensiun itu bukanlah periode di mana kita tidak mengerjakan apa-apa. Masa pensiun adalah masa di mana kita mempunyai kebebasan untuk memilih pekerjaan yang kita sukai. Karena butuh kegiatan dan membutuhkan sesuatu untuk dikejar, akhirnya para pensiunan tersebut mencoba berkebun, kursus melukis atau kursus menulis.

Berdasarkan hal itulah, saya berpendapat, daripada menunggu tua baru belajar menulis lebih baik kita belajar dari sekarang. Kalo hobby menulis, ketika kita tua nanti, kita mempunyai kegiatan yang meneyanangkan. Kita bisa berkarya, menulis sepuasnya, menerbitkan beberapa buku karena di jaman masih bekerja sering tertunda oleh kegiatan lainnya.

6. MENJADI TOKOH YANG DIDENGARKAN

Ada teori yang mengatakan bahwa secara umum manusia terbagi dalam dua tipe; 1. Tipe pembicara dan 2. Tipe pendengar.Terus terang saya kurang sepakat dengan teori itu. Minimal di lingkungan saya, semua orang ingin menjadi pembicara sekaligus ingin didengarkan. Karena itu menulislah.Ketika orang memutuskan untuk membaca tulisan kita berarti dia dengan rela mendudukkan dirinya sebagai pendengar.
Dan kita sebagai penulisnya tentu saja adalah pembicaranya. Hehehehe… Tulisan yang bagus adalah tulisan yang menggugah emosi. Emosi dalam arti pembaca akan terharu, tersenyum, geli, ngakak bahkan berurai air mata.

Nah, itu baru 6 poin nih. sebenarnya banyak sekali manfaat menulis selain 6 poin diatas, menurutku menulis adalah cara berekspresi dalam segala rasa yang tak kenal akan kata pamrih. selain itu menulis juga membuatku lancar dalam berbicara, yang dimaksud adalah sebagai bahan latihan untuk berkomunikasi yang baik. Mungkin itu dulu yang dapatku sampaikan 6 poin manfaat menulis, semoga bermanfaat! Tetap berkarya walaupun dirumah! Semangat-semangat-semangat. Sampai bertemu di Artikel berikutnya.
spacer

Puisi Dini Hari: "Doaku Riuh"


Cipt. Muhammad Naufaldi

Dikala pagi, matahari ingin cepat-cepat terbit
Namun, dalam hening mata masih saja belum menghipit
Memikirkan bayang-banya yang tak pernah mampu kucapai
Rasa yang ingin terucap, namun tak mampu sampai

Ah, cinta lagi
Puisi dini hari, cerita dan rangkaian ini
Bak, Tak kunjung usai penantian-mu
Jika aku meminta ijin untuk menanti-mu

Mungkin, Gusti mempertemukan-mu
Adalah salah satu cara agar tercipta rasa dihidupku
Menjelma sedikit kebahagian yang perlahan masuk kebenakku
Menjadi sebuah nada yang selalu ada dialam pikirku

Puisi dini hari
Tidak akan pernah berakhir
Dalam rasa yang meyakinkan
Aku akan medoakanmu riuh disini dalam pelukan alam


spacer

Persepsiku Terhadap Ruang Publik Virtual


Cipt. Muhammad Naufaldi

Social media, siapa yang tak mengenal ? berbagai platform diterbitkan dan diluncukan bahkan dengan berbagai fitur dan kelebihannya masing-masing. Yah, mungkin bisa saja dilihat dengan diri sendiri bahwa ketika melakukan sebuah penyebaran informasi atau menerima informasi melalui media komunikasi saat ini memang mudah, cepat, tidak berbatas ruang dan waktu. Hebatnya, kita hanya dengan satu genggaman ditangan saja bisa sampai pada jarak yang tidak ditentukan. Namun, apakah sadar ketika kita ini sedang berada pada titik dimana "bukan mimpi, tetapi juga bukan nyata?".  Berarti kita sudah terkena yang namanya cyberspace yang menciptakan halusinasi yang diproduksi secara teknologis dan berupa citra-citra (gambaran-gambaran).

Hingga, akhirnya merubah dan memengaruhi kehidupan sosial didalam berbagai tingkatannya. Disini cyberspace tidak hanya menciptakan perubahan sosial yang sangat mendasar, malahan oleh berbagai pemikir dikatakan telah menggiring pada kondisi  ekstrim "kematian sosial. Bahkan, didalam cyberspace ini sendiri setiap orang memiliki kebebasan yang tak berbatas yang menciptakan demokrasi radikal yang di dalamnya segala tinda  kan sosial (social action) tidak ada yang mengatur, mengontrol dan memberi penilaian. Di dalamnya seakan-akan “apapun boleh  (anything goes).

Dari hal diatas, memang kebebasan itu benar adanya. Namun, sedikit menggeser guna arti hak manusia itu terkadang juga tidak baik. Sebanyak apapun itu, persepsi memang akan mempengaruhi setiap hal dalam kehidupan didalam sosial media. Menciptakan persepsi yang sangat tidak baik mungkin, atau menciptakan persepsi yang ya sudah itu milik mereka dan aku lebih baik mengingatnya. Memang benar, di Indonesia sendiri regulasi-regulasi ini belum muncul dan ketat. Inilah yang terjadi saat ini, tanpa kita sadari dengan opini publik seakan-akan tanpa norma, realitas dapat dimanipulasi, kejahatan dapat dilakukan secara tersembunyi. sehingga meskipun tampaknya tidak ada pemaksaan dan kekerasan dalamnya. 

Kita, manusia adalah makhluk sosial yang mana kehidupan kita selalu bergantung oleh orang lain. Bahkan ketika kita sakitpun pasti kita membutuhkan orang lain. Atau ketika kita meminta saran kepada teman, sahabat maupun kerabat. Disinilah, bentuk hal yang harus diperhatikan banyak orang termasuk aku sendiri bahwa yang namanya kritik dan saran itu boleh. Namun, apapun itu gunakan cara yang tepat dan benar, dengan mengkomunikasikan dengan baik kita bisa menjadi salah satu orang yang memang berusaha untuk menciptakan lingkungan yang baik. Terkadang sebuah "Frame" itu bukan diri sendiri yang membuat namun orang-orang yang bisa menciptakan citra buruk terhadap orang lain. Disinilah, kenyataannya mengapa kita lebih suka menjudge orang secara langsung bahkan kenal saja tidak, tahu juga tidak secara realnya karena realitas ini sudah dapat dimanipulasi. Kejahatan-kejahatan juga bisa terjadi tanpa diketahui. semua hal ini mungkin sangat tipis untuk diketahui mana realita dan halusinasi, dan yah kita memang benar-benar berada di era yang mudah ini. 

spacer

Rindu, Kenangan dan Google Drive!


 
Cipt. Muhammad Naufaldi

Apa yang kalian pikirkan sih tentang perjalanan?? Ini sebuah cerita yang tidak terlalu istimewa untuk orang-orang saat ini, tetapi bagiku sangan berkesan pada umur yang sangat belia bersama keluarga melakukan perjalanan yang sangat rutin, hingga disusuri semua pantai dan beberapa gunung.  Sebenarnya yang kutulis ini adalah rasa rindu yang sempat hilang dari ingatan. Sempat beberapa kali melihat “Google Drive” penyimpanan yang penuh, hinggaku berniat menghapus dan melihat file-file lama yang tak pernah kubuka ternyata masih ada didalam itu. Sebelumnya terimakasih Google! Hehehe.
 
Ketika itu aku berumur 12 tahun, dan yah mungkin itu adalah masa dimana anak-anak sekolah dan bermain sewajarnya mempunyai pengalaman bersama teman-teman dalam lingkungannya. Namun, aku ini merasa beruntuk ketika bisa “travelling” ke tempat-tempat yang mungkin bisa dibilang jarang didatangi anak-anak berumur masih belia dan beruntung pada masa itu. Mungkin dulu aku adalah salah satu “Nek dikon foto kok mesti wegah” , kata ibukku waktu itu dan memang aku adalah anak yang tidak suka sekali difoto namun malah menjadi suka dengan dunia fotografi saat ini. Anehnya, aku waktu itu merasakan exited dengan namanya “Gunung Bromo” itu akhirnya aku mau saja berfoto dan menikmati keindahan alam dan  disitulah aku pertama mengenal alam yang lebih megah ciptaan Gusti dibumi yang menabjubkan. Dengan rasa syukur dengan foto itu dibelakangnya ada Puncak Mahameru (sebutan puncak legenda) yaitu Gunung Semeru yang tertinggi di Pulau Jawa dengan gagah selain Gunung Merapi dan Sumbing yang juga memiliki kegagahan serta megahnya. Aku-akui dan visual gambarnya dua gunung ini (Bromo dan Semeru) membuatku tabjub akan keindahannya, dan mungkin dengan rasa syukur sekali lagi atas kuasa-Nya waktu itu aku bisa melihat dua gunung yang megah nan indah. 

Dengan penuh perjuangan yang saat itu lucu, jadi sebelum naik ke tempat Gardu Pandang lebih tepatnya. Sampailah aku dan keluarga waktu itu sekitar jam 2-3 pagi, dimana waktu itu baru pertama kali namanya aku naik gunung dengan suhu yang lumayan dingin. Menjelang pagi aku masih ingat sekali, aku tertidur di dekat jendela yang itu pastinya dingin dan yang pasti aku merasakan masuk angina kemudian. Hebatnya, aku masih bisa melaksanakan ibadah sholat shubuh dengan air yang sangat dingin, lantai keramik yang luar biasa dingin seperti es. Dan itu adalah pengalaman yang memang lucu dimana matahari mulai muncul dan terbit dengan senyuman-senyuman penduduk yang ramah menyambut kami, aku tak ingin turun dari mobil karena merasakan badan yang sudah tidak membaik alias masuk angin. 

Hingga akhirnya,
“Bangun, mas sarapan dulu” kata, ayah waktu itu
“Badan mas enggak enak yah ini” jawabku
“Lah, liburan malah masuk angin. Yaudah turun dan makan dulu makan sarapan mie rebus itu udah dibelikan dan dimasakin siapa tau enakan badannya?” 

Dan terpaksa turun, karena memang lapar sebenarnya. Aku merasakan keajaiban disini, aku makan tidak sampai 2 sendok makan badanku yang awalnya terasa tidak enak menjadi lebih mendingan dan pulih secara cepat. Bahkan, nafsu makanku tidak berkurang sedikitpun hinggaku makan dan habiskan semuanya mulailah perjalanan menuju gardu pandang. Dan disambut oleh dua gunung megah yang bersih tanpa kabut dan ditemani cahaya hangat dari matahari yang tak mau mengalahnya dengan dua gunung itu. Hanya beberapa jam berada di tempat tersebut pada akhirnya kami melanjutkan perjalan pulang.

Banyak yang kupikirkan waktu dulu hingga saat ini. Jujur aku rindu dengan provinsi-nya. Walaupun kota-nya terkadang sangat panas menyengat aku rindu akan semua hal. Bahkan, semua hal itu masih saja membekas dan aku benar-benar bersyukur bisa merasakan pengalaman yang mungkin bisa saja itu hanya sekali saja. Namun, harapanku adalah tetap alam ini kita jaga bersama dan lindungi bersama selain anak cucu kita yang akan menikmati itu kelak. Mungkin saja kita juga bisa kesana dengan kerinduan yang aku rasakan saat ini. Dan semoga aku dan kalian bisa dapat menyambangi dua gunung ini. Aamiin!

spacer

Alam Semesta, Lebih Tau


Cipt. Muhammad Naufaldi

Riuh doa
Sambutan udara shubuh
Alam melihat tenang
Gunung menatap hangat

Matahari yang baru muncul
Mencium setiap insan yang ada di bumi
Bahkan, awan mendung
Menyambut hangat dengan riuhnya air jatuh

Tak kau tanyakan ?
Mengapa ?
Kita dicintai alam, setia tanpa pamrih
Seperti ibu yang membesarkan kita
Dalam pelukan hangat

Alam lebih tau
Hingga ia harus bersabar
Oleh rakusnya makhluk yang berakal
Bertamasya diatas kebijakan
Hingga ia lupa akan diri sendiri

Mencari sebuah jawaban
Alamlah yang menjawabnya

spacer

Bulan 4 Hari ke-3


Cipt. Muhammad Naufaldi

Yang kuketahui ini akan spesial
Hari yang tak sekedar berlalu melawan diri
Setiap raga itu akan selalu memiliki keindahan
Cerita yang tidak sedikit dalam esok pagi

Ketika usia bertambah
Doaku adalah yang terbaik kepadamu
Yang terbaik, menjadi doaku dalam perjalananmu kelak
Hingga, pagi nanti kau baca puisi ini

Selamat, atas bertambah usiamu
Akankah ini menjadi sebuah puisi yang spesial
Atau hanya sekedar cerita tak arti untuk nanti
Namun, tetap ini menjadikanmu istimewa

Untukmu yang sekarang sedang berbahagia
Tebarkan kebahagiaanmu, kepada orang lain
Sebarkan, setiap senyumu esok hari ini
Maaf, jika puisiku ini tak terlalu istimewa

Kuucapkan selamat ulang tahun kepada-mu.
spacer

Pesan Rahasia: 2 April Sesudah 1 April

Cipt. Muhammad Naufaldi
 
Ada yang menangis pagi ini
Dalam sendu dan duka yang mendalam
Merasuki tubuhku dalam rasa lelahku
Akankah bumi kita membaik?

Cepatlah raib dari negeriku
Menjajal setiap tubuh manusia
Menghancurkan dalam keadaan hampa
Serta harapan orang-orang

Masih saja pagi ini tetangis hujan menghampiri
Membasahi bumi dan tanah, agar tetap bersih
Membersihkan setiap tangan mungil manusia
Memberikan rasa aman kepada setiap makhluk-Nya

Ini adalah cobaan dari Gusti
Alam penjembatan antara Gusti dan Hamba-Nya
Semua yang tahu, adalah Gusti dan Takdir-Nya
Semoga, Bumi Agraria ini segera pulih kembali


spacer

Katakanlah, Walau Hanya Satu Rasa


Cipt. Muhammad Naufaldi

Selamat pagi sambutan hangat
Kicauan burung bersahutan beterbangan
Menciptakan sebuah kebebasan pagi
Tatkala muncul rasa bersyukur

Kembali dalam riuhnya alam mendoa
Mengembalikan tubuhnya
Yang telah lara, kembali
Untuk segera pulih

Katakanlah!
Walau hanya satu rasa
Pemilik hati yang tak henti berjuang
Berjuang, tawakal dan ikhtiar
Untuk dia yang kau cintai

Katakanlah!
Jika itu menyakitkan
Matahari masih sering memberikanmu semangat
Rasa syukur kepada-Nya yang mengobati
Semua rasa lara dan dendam dalam hati

Katakanlah!
Bahwa, cinta perlu dibuktikan
Agar hubungan tidak selamanya dianggap lelucon
Untuk semua insan yang berada 

Walau hanya satu rasa
Cinta tak bisa berdusta
Dalam diam, ditemani pagi yang hangat
Mencintai dalam riuhnya doa
Yang membukakan hati
spacer