Sustainable Development: "Meminta Seutuhnya Turunkan Dana Pengembangan Desa"

 


Oleh. Muhammad Naufaldi

Sudah hampir setahun Indonesia terdampak oleh pandemi COVID-19 yang mana disini dapat terlihat semua aspek, semua sektor terhantam berhenti dan menjadi mangkrak diantara beberapa yang sudah berjalan. Keadaan ini menciptakan daya tarik penulis untuk melakukan kajian dan beropini mengenai keadaan yang mana nantinya bisa menjadi inovasi baru juga. Melihat dari teori Rogers yang beberapa kali sering saya kutip dibeberapa artikel merupakan salah satu bentuk pengendalian akan kesadaran yang diharapkan oleh inovator agar pembangunan desa bisa berjalan dan berkembang. Kembali lagi ketika pemerintah memberikan sebuah stimulus inovasi kepada masyarakat seharusnya tidak bisa seluruhnya disalahkan kearah pemerintah. Hal terbaik dari sustainable development yang baik seharusnya bisa menciptakan banyak keuntungan dan perkembangan akan kondisi di desa yang merupakan salah jantung milik kota, atau menjadi sebuah tempat paling vital sesuai dengan slogan yang disampaikan dari 2015 oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Terbentuknya, Kementerian desa dan penciptaan Indeks Desa Membangun sebagai transparansi data akan keberhasilan pembangunan desa kini terhenti oleh pandemi COVID-19. Berdasarkan Data Indek Desa Membangun, Jawa tengah memiliki beberapa desa yang dapat dikatakan atau sudah lolos dimana  sebelumnya berhenti menjadi berkembang serta yang berkembang menjadi maju. 

Segala aspek yang meliputi keadaan saat ini menjadi rintangan yang berat bagi  pembangunan di desa. penulis meyakini terdapat pemberhentian dalam pengembangan desa ini. Bahkan, kurang maksimalnya penggunaan inovasi saat ini malah menjadi penghambat pada pengembangan desa. Kesadaran ini seharusnya lebih cepat oleh masyarakat desa, karena pemerintah hanya sebagai inovator memberikan sebuah fasilitas.

Melihat pada Indeks Membangun Desa (IDM) peringkat di kabupaten magelang kecamatan secang hanyalah 0,6674 dimana dari indikator ini dapat disebutkan bahwa desa-desa yang ada pada kecamatan secang merupakan desa yang masih berkembang. Ketika pandemi datang seharusnya menjadi sebuah upaya inovasi yang tlah dijelaskan oleh Everett M. Rogers terkait Adopsi Inobasi. Mengapa hal ini penting ?  penggadopsian inovasi yang cepat maka menciptakan kecepatan dalam menerima informasi yang masuk ke desa. Dengan hal itu maka pendorong SDM yang berkemajuan adalah mereka yang mampu menggunakan inovasi secara baik dan kreatif. Tidak hanya sekedar bentuk sosial media yang setelah itu didiamkan, begitu banyak hal yang bisa ditingkatkan dalam penggunaan aplikasi ini. Maka, dari itu perkembangan desa yang baik memang harus didorong oleh masyarakat dan kaum milenial yang mana memiliki peran cukup banyak untuk desanya masing-masing. Penulis berpendapat di desa saya sendiri masih sangat asing dengan inovasi baru, walaupun dalam kenyataan fasilitas-fasilitasnya sudah memadai tetapi jika masyarakat kurang peka dalam penggunaan inovasi baru ataupun menjadi penolak inovasi tersebut mungkin saja menjadi tertinggal. Keterpekaan terhadap inovasi adalah terwujudnya kemajuan desa di tengah pandemi COVID-19 ini. Sebelum itu, Everett M. Rogers sudah membagi lima kelompok adopter: 1. Inovator; 2. Early adopter;3. Early Majority;4. Late Majority; 5 Leggard. Pertama adalah Inovator, mereka yang pada dasarnya sudah menyenangi hal-hal baru dan sering melakukan percobaan. Kedua, Early Adopter orang-orang yang menerima hal-hal baru dan menjadi seorang yang mencoba. Ketiga, Early Majority mereka adalah orang-orang yang menggunakan sebuah inovasi dan belum ingin menjadi orang yang pertama melakukan pecobaan pertama. keempat, late majority mereka adalah orang-orang yang baru saja menerima inovasi. kelima, leggard merupakan mereka yang tidak menerima inovasi itu.

Ikut sertanya kaum milenial dan karang taruna adalah salah satu wadah dalam membuka lockdown dengan inovasi yang baru. Seperti halnya, saat ini dari pengamatan penulis belum ada pengajian rutin didesa saya yang dilakukan secara online ditengah pandemi ini. Padahal ini merupakan salah satu inovasi baru yang cukup memudahkan dan mampu mematuhi protokol kesehatan saat ini. Penggunaan media digital dan sosial media menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan desa dan melepaskan belenggu lockdown.

Peran penyuluhan komunikasi pembangunan menjadi salah satu bentuk atau cara yang bisa dilakukan saat ini. Bahkan dengan adanya sosial media,  sebuah inovasi menciptakan pemikiran "kenapa tidak desa berbasis digital" saat ini lebih dimajukan lagi. Jika dalam peran penyuluhan ini terdapat Developmentalis untuk membangun kesadaran masyarakat maka seharusnya ada harapan sosial media mampu menjadi hubungan pengetahuan lokal dengan pengetahuan baru. Contoh diatas mengenai pengajian online, sebenarnya tidak mengurangi rasa kekhusyukan kita dalam menimba ilmu atau mencari ilmu. Disinilah sebenarnya bisa menjadi hal baru ditengah pandemi maupun di masa depan. 

Jika di desa saya penggunaan masjid sudah bisa dikatakan cukup maju, karena fasilitas yang ditingkatkan dan bisa digunakan bersama-sama. Tetapi yang menjadi permasalahan saat ini adalah keadaan pandemi COVID-19 ini yang tidak diketahui kapan usai. Kemudian, pergerakan mahasiswa yang tergabung di karang taruna seharusnya bisa menciptakan inovasi baru seperti halnya media rapat atau pertemuan rutin untuk membahas sebuah project yang tetap mematuhi protokol kesehatan melalui daring.

Selain itu, berdekatan dengan kawasan wisata melihat kesempatan ini kecamatan secang sendiri memiliki pesona-pesona yang tersembunyi dan jarang di explore. Sedikitnya adopter awal menjadi salah satunya hambatan yang sebenarnya mampu memajukan desa. Desa saya berdekatan sekali dengan perbatasan kota yang mana aksesnya masih bisa dikatakan mudah untuk seharusnya menjadi peluang untuk wisata alam disekitarnya.

Dikutip dari, Chliders (Servaes,2008) mengatakan "Jika anda ingin pembangunan berakar pada manusia sebagai agen pembangunan dan juga penerima manfaat, yang akan memutuskan sendiri jenis pengembangan yang dapat mereka pertahankan setelah bantuan luar negeri hilang, maka Anda harus mampu berkomunikasi dengan mereka, Anda harus memberikan kesempatan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain dan kembali ke perencanaan ibu kota."

Maka dari pemahaman saya,  pembangunan desa itu tidak sekedar memberikan inovasi dan kreatifitas namun keberhasilan dalam komunikasi. Melihat dari sudut pandang sistem politik di indonesia adalah sistem perpoltikan yang bebas maka seharusnya pemerintah dan masyarakat adalah setara. Pembangunan dari inovator bukan lagi berbentuk top down komunikasi namun lebih ke suasana setara dan mudah dalam prosesnya. Dilain sisi dengan adanya karang taruna seharusnya mampu menciptakan sebuah wadah atau pikiran inovasi baru seperti desa berbasis digital, lantaran disamping memang desa saya adalah cukup baik namun jika menilik kebelakang yang saat ini adalah adanya tidak ratanya pembangunan berkelanjutan ini. 

Sementara, terdapat data mengejutkan dari wawancara seseorang yang sama serta satu desa. Sebelumnya, kita mengartikan desa melalui UU 14 Tahun 2020. Saya mengutip "Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintah, kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan prakasa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Kesatuan Negara Republik Indonesia."

Dari penjelasan diatas, sudah dijelaskan bahwa kesatuan masyarakat memiliki wewenang mengatur dan mengurus urusan pemerintah. Maka, dapat disimpulkan bahwa kesatuan masyarakat di desa saya seharusnya memiliki kekuatan hak atas hak untuk mendapatkan dana pengembangan desa. Sementara itu keadaan-keadaan saat ini menjadi semakin rumit, penuh alibi, atau alasan. Tidak apa jika itu benar, jika saja tidak benar itu malah menjadi permasalahan baru yang timbul di akhirat dan dunia. Saya sendiri selalu baik sangka karena keadaan pandemi ini mungkin saja ada ketersendatan dana lantaran kebutuhan-kebutuhan yang lebih urgensi. Namun, dalam kemalkuman ini saya merasa resah bahwa sebenarnya tujuan yang seharusnya mampu mensejahterakan rakyat dalam pembangunan berkelanjutan ini dananya tidak turun.

Komunikasi yang seharusnya bisa terjalin secara baik, tercipta secara baik, dan terbentuk untuk kebersamaan membangun indonesia lebih baik adalah dari jantung desa sendiri. Mendengar bahwa terdapat ke tidak sejahteraan masyarakat desa menjadi bukti atau salah satu indikator yang belum bisa dicapai melalui SDGS atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Tetap seperti tadi saya sedikit menyayangkan hal ini terjadi, tetapi lantaran keadaan seperti ini sayapun memaklumi. Pasang surut ekonomi karena pandemi ini juga berdampak kepada desa dan otonomi pemerintahan daerah.

Jika komunikasi dalam publik saja saat ini masih menjadi halangan, bagaimana dengan penataan desa berkelanjutan untuk mempersiapkan the golden era of indonesia ? Namun, karena masyarakat desa atau kesatuan masyarakat ini memiliki hak seharusnya tak masalah apabila memprotes untuk meminta dana desa diturunkan. (Opini: Meminta Penurunan Dana Desa)

Sementara itu saya sendiri melihat bahwa desa mempunyai potensi-potensinya sendiri yang bisa membantu dalam pemasukan pemerintah kabupaten. Bahkan, dengan meleknya teknologi saat ini menjadi salah satu bentuk adopsi inovasi yang seharusnya teknologi menjadi alat, menjadi kemajuan, menjadi sebuah kemudahan untuk mengexplore hal baru. Jika kita membahas disini adalah rencana tentang pengajian online ditengah pandemi, rupanya baru-baru ini di surabaya sudah melakukan hal tersebut untuk menanggulang dan mengurangi penyebaran COVID-19 ini. Bahkan karena sudah melek akan informasi teknologi tak selalu menjadi sebuah momok yang mengerikan, serta dapat melibatkan karang taruna atau pemuda yang tlah off dalam kegiatannya selama ini.

SDGS dan Adopsi Inovasi menjadi semakin kuat dikalangan masyarakat selama pandemi ini. Bagaimana tidak, semua orang atau masyarakat dan individu diminta untuk melaksankan kerja melalui WFH. Maka dari itu, masyarakat merasa kesal lantaran dana desa yang seharusnya bisa menjadi anggaran dalam pembangunan desa hingga saat ini tidak jua turun.

Maka, untuk itu solusi terbaik adalah memperbaiki komunikasi antara instansi yang terkait dan ciptakan ketransparansi akan informasi. Lantaran, kepercayaan masyarakat dan publik itu sangatlah penting. Selain itu, keadaan saat ini benar-benar dibutuhkan kepastian lantaran covid-19 ini tidak ada kepastian seperti kabar doi yang hilang. Diciptakannya Tim Manajemen Krisis adalah hal penting untuk menyampaikan pesan agar shareholder atau publik tahu.



spacer

Menulis Satu Tahun Terakhir



Oleh. Muhammad Nnaufaldi

Seperti yang aku ketahui keadaan beberapa bulan lalu sudah menciptakan begitu banyak alur-alur cerita dan bahkan kisah-kisah percintaan yang cukup banyak dibaca hingga keadaan mendekati akhir tahun. Mulai Januari lalu aku masih mencoba untuk mempertahankan kecintaan dan kasih sayang kepada sastra dengan belajar menulis. Sudah cukup jauh rupanya perjalanan panjang yang memenuhi lika-liku kehidupan menarik jika dibahas pada artikel yang selanjutnya. Entah berapa orang hadir untuk membaca sedikit mengenai artikle maupun puisi-puisi pendek ini ingin aku ucapkan "Terimakasih sudah mau membaca yang masih banyak kekurangan dari diri ini" lantaran kalian sudah membantu meningkatkan literasi kalian dan mengapresiasinya.

Perjalanan yang panjang ini memang sudah dimulai dari begitu banyak kejadian. Tidak terasa sudah hampir satu tahun dan hampir purna juga tahun ini menemani kita, semoga pandemi ini segera usai dan hilang dari indonesia dan semua negara di bumi ini. 

Menulis satu tahun pada tajuk diatas ini merupakan sebuah program yang aku buat dalam meningkatkan diri mulai dari kualitas menulis hingga membaca buku-buku atau media online lainnya. Awalnya, tidak sengaja tantangan ini aku buat bahkan dikatakan orang iseng karena waktu itu mulai dengan Work From Home maka aku bisa membagi waktu untuk menulis di blog ini. Cukup senang bisa membucin melalui ketikan-ketikan beraksara dan bersenandung melalui keresahan semua orang. Tiada bosan aku mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan dan rekan yang mau menemani, mendukung, serta membuatku semakin semangat dalam berkarya.

Baiklah, aku akan memulai membahas beberapa pertanyaan yang mana sempat menjadi perbincangan orang-orang:

  • "Bang, mau tanya gimana caranya menulis kritis dan apakah bisa meningkatkan kekritisan kita ?"

Oke, aku akan menjawab sedikit mengenai hal ini. Cara menulis kritis itu bisa dibilang sedikit sulit tapi kalau sudah biasa akan mudah. Mengapa ? Lantaran kekritisan itu dimulai dari kepekaan kita terhadap lingkungan disekitar kita dahulu, kemudian mulailah tulis mengenai keadaan dan lingkungan kita. Aku sendiri masih belajar dalam menciptakan tulisan kritis. Kemudian jika menulis kritis apakah akan meningkatkan kekritisan kita ? jawabannya "Bisa" sebagai penulis kita dituntut untuk memperbanyak ensiklopedia dan pengetahuan umum kita. bahkan, kosa kata di KBBI menjadi salah satu dipelajari perbanyak diksi semakin menambah pengetahuan kita juga. 

  • "Bang, kenapa menulis membuat merasakan kebucinan yang cukup bagus pada diri ?"
Aku merasakan dengan menulis tercipta kebucinan-kebucinan yang dibuat oleh diri sendiri. Maksut dari hal tersebut adalah kita lebih paham akan diri kita, menjadi pribadi yang baik dan saling memahami pada diri sendiri dan orang lain. Namun, karena aku merasakan pada diri yang saat ini sedang sendiri aku memahaminya bahwa ini arti dari memahami menyayangi diri sendiri atau selflove kita melalui tulisan.
  •  "Bang, gimana caranya menulis seperti abangnya ini? "

Aku akan berbicara bahwa menulis adalah hal basic bagi setiap orang. Awalnya dulu aku tidak suka dengan menulis, tetapi karena memang suka sekali dan ingin mendalami sastra terutama sajak dan puisi maka mau tidak mau harus tetap berusaha menulis. Intinya adalah Trial and Error seperti kita melakukan penelitian, dari sinilah aku menyukai hal menulis meningkatkan pengetahuan umum dan pengetahuan sastra. Selain itu, jangan bosan membaca-baca entah itu artikel, berita, maupun sastra seperti novel, puisi, cerita dan sebagainya.

Sebagian orang menganggap bahwa menulis adalah hal yang membosankan. Padahal yang sebenarnya ibarat mencintai seseorang menulis adalah mendapingi kita dalam segala hal mulai dari rasa kesedihan hingga kebahagiaan sekalipun. 

Secara hebat, meningkat dari dua tahun lalu yang memulai menulis asal-asalan melalui media yang sangat disukai anak muda bahkan aku sendiri masih sering menggunakan aplikasi tersebut. Aku memiliki harapan yang cukup besar sebenarnya pada tahun ini, tetapi rupanya waktu tidak memihak untuk melaksanakan pada saat ini. Jadi, cukup menahan diri dan menahan naskah yang akan mulai kukerjakan kembali.

Okey, untuk sobat onlineku jangan bosan jika membaca buku. Buku adalah jendela ilmu dunia, bahkan imajinasi seorang bisa mengalahkan sebuah kenyataan bukan. Maka, pada tahun depan nantinya semoga kita bisa menyelesaikan segala tugas kita purna diakhir tahun untuk menjadi lebih baik lagi. Aku berharap juga nanti yang membaca ini entah dari belahan bumi mana itu semoga bisa menciptakan karya-karya yang juga sama akan terbit serta dibaca oleh semua orang. Sekian artikel ini next week kita bertemu lagi! See ya!!

spacer

Komunikasi dan Seni: Sebuah Peragaan Tajam akan Kritikan


oleh. Muhammad Naufaldi

Menurutku Komunikasi merupakan salah satu peragaan seni yang sangat banyak digunakan dimedia maupun platform-platform yang naik daun saat ini. Semakin banyak menggunakan sosial media atau platform ini menciptakan banyak sekali analisis baru yang juga sama bermunculan pada artikel-artikel penelitian. Namun bagaimana seorang meragakan berkomunikasi peka akan menjadi seorang kritis itu sangat rendah sekali saat ini. Hidup di Negara yang memiliki rasa Demokrasi atau kebebasan berpendapat dan bersikap kritis malah kurang diperhatikan oleh seorang ataupun beberapa orang bahwa hal tersebut merupakan seni dalam berkomunikasi juga.

pernah membayangkan film the king speach jika diperagakan oleh semua masyarakat untuk mengkritisi keadaan saat ini menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan. Tidak kalah menyenangkan dibanding melukis, menulis dan sebagainya.

Kita membuktikan bahwa komunikasi dan seni merupakan sebuah kesatuan yang bisa dibilang berseberangan. Namun, tidak dapat dipungkiri komunikasi dan seni itu satu kesatuan juga yang sengaja diciptakan untuk menanggapi berbagai hal. Bahkan, mengkritisi sebuah pandangan dan menanggapi sebuah kesalahan pemerintahan yang seharusnya bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua.

Tidak jauh dengan yang namanya komunikasi, seni dan kritikan tajam, peningkatan literasi menjadi sebuah iring-iringan yang tidak bisa terlepas begitu saja.

Inilah yang seharusnya dipelajari oleh para remaja milenial saat ini, generasi yang mampu merubah indonesia kedepannya. Tidak ada kata terlambat untuk mempelajarinya karena itu sangat dibutuhkan, tidak ssekedar mengobral janji-janji manis yang menuai pemasalahan baru atau memunculkan permasalahan yang tidak diinginkan.

Peragaan yang tajam akan kritikan ini lebih didominasi untuk seorang agar mempelajari bagaimana melemparkan pertanyaan-pertanyaan logis dan cukup untuk dijelaskan secara eksekusinya. orang-orang yang pandai dan peka akan sebuah kritikan akan mencoba memahami begitu banyak hal dan aspek serta melihat bagaimana cara untuk menemukan solusi jangka panjang dan pendek.

Belajar melemparkan pertanyaan kepada mereka yang lebih jauh diatas kita itu adalah penting. Cukup penting dengan menggunakan bahasa yang tepat dan benar.

Mengapa hal itu penting ?

Sekali lagi dalam penekanan, mengkritisi sebuah hal itu sangat penting sekali. Dibutuhkan banyak jam terbang dan literasi yang banyak agar mampu diselesaikan. Menjadi tidaklah mudah banyak dipertaruhkan untuk mencapai sebuah kepuasan terhadap sendiri. Kepuasan mengkritisi merupakan kepuasan sekunder dan tidak begitu terasa melesat didalam bawah alam sadar, tetapi tertancap di dalam pikiran mereka dan menciptakan kesadaran.

Dalam mengkritisi satu hal juga bisa meningkatkan cara penggunaan diksi dan semakin banyak belajar dalam memperbaiki ejaan bahasa indonesia, Peningkatan ini karena kesadaran sosial dan kesadaran akan pentingnya hidup sosial, bahkan peningkatan ini sangat tidak disadari oleh diri sendiri tapi terdorong oleh alam bawah sadar.

Jadi bagaimana kaum milenial ? Menjadi kritis atau menjadi seorang yang hanya rebahan dikamar ? ini membuatmu sadar betapa penting akar dari namanya kritis dan kritik. Cukup luas tetapi sangat mudah untuk dilakukan jika "terbiasa". Tidak ada yang salah ketika ingin menjadi benar, kecuali hanya orang-orang yang menyepelekan sebuah konsep dari kritik tersebut. Inilah yang kita lawan bersama-sama.

spacer

PANNSOS: Pandemi, New Normal, Dan Hati Kosong


Oleh. Muhammad Naufaldi

Obrolan Cilik-New Normal yang sudah diterapkan menjadi sebuah hal baru saat ini sedang mengalami pemantauan yang sangat panjang dengan menerapkan kebijakan ini. Melihat adanya "New Normal" membuatku bertanya-tanya mengapa hal tersebut  justru dikeluarkan ditengah Pandemi yang faktanya masih banyak masyarakat ber-hati kosong. Kesadaran dan gerakan hati yang seharusnya ada dalam individu di suatu kelompok akan tetap membantu dalam penerapan New Normal ini sebenarnya.

Banyak orang menganggap juga bahwa "New Normal" merupakan salah satu langkah yang terlalu cepat untuk diterapkan, karena kebijakan yang diberikan hanyalah dengan persyaratan yang sudah ditentukan seperti menerapkan protokol kesehatan, dan sebagainya. Tetapi saat ini melihat keadaan yang telah berubah menjadi transisi "New Normal" pihak-pihak terkait didaerah maupun pusat tetap harus mengevaluasi dan berusaha memantau dengan baik dibantu oleh masyarakat yang ada.

New Normal, maka semua harus "baru", kualitas masyarakat, kesehatan, maupun transparansi tentang beberapa hal yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat juga harus diperhatikan.

Hati Kosong

Tidak ada yang mengetahuikan, ditengah gencarnya melawan pandemi COVID-19 saat ini kesadaran masyarakat sangatlah kurang, melihat dari komunikasi krisis yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait juga kurang terkena pada masyarakat.

Hati kosong yang terkadang dapat membunuh seorang tanpa melihat kaya atau miskin, status pendidikan, maupun pekerjaan, dan sebagainya. Ini merupakan senjata yang lebih mengerikan dibanding yang lainnya. Bahkan dengan ini banyak hal yang tertimbun dan tidak dapat diungkap oleh masyarakat, dan menimbulkan rasa ketidakpuasan terhadap pihak-pihak terkait.

Menyangkut hati kosong maka, "Hal ini berarti bahwa setiap warga negara dapat mencapai kesejahteraan lahir batin sesuai dengan haknya, sehingga dapat menikmati secara aman dan tentram tanpa mendapat gangguan. Berdasarkan pemikiran tersebut, kesejahteraan umum mempunyai makna adanya pengakuan
hak-hak asasi semua  warga negara" (Hutagalung, 1999: 48). Sebuah filosofi tentang adil dan makmur, jika suatu negara ingin makmur maka keadilan harus ditegakan secara baik dan benar. Bahkan, secara transparan untuk meyakinkan kepada masyarakat.

Melihat dari perspektif komunikasi yang terjadi sebenarnya disini hubungan menuju kepemerintahan dari masyarakat sangatlah rumit dan banyak orang yang tidak bisa mengekspresikan perasaannya atau keresahan-keresahan yang ditujukan kepada pihak dipusat untuk disampaikan.

Mengalunkan lagu Tashoora-Agni sudah membuat seseorang membara untuk menyampaikan keresahan-keresahan yang ada. Selain itu, para api abadi (AGNI) sedang berjuang dimana-mana melawan kesenjangan dan ketidakadilan yang menjadi tabu bagi beberapa masyarakat.

Raungan bersuara keras muncul dari goa-goa yang berlumut. Seluruh masyarakat yang sadar berbondong-bondong menyuarakan suara tentang keresahan hati dari beberapa orang maupun perwakilan yang didukung dibelakangnya oleh masyarakat yang sadar dan memeperkuat agar dapat tersampaikannya aspirasi tersebut. Melalu beragam media saat ini yang digunakan selama disampaikan secara baik dan benar seharusnya tidak boleh ada represif dari pihak-pihak tertentu, karena aspirasi merupakan hak yang sudah ada pada UUD 1945.

Tulisan beraksara yang tak pernah bisa dijelaskan melalui kata adalah sebuah suratan yang begitu baik untuk dibaca. Ibarat seorang kekasih rindu lalu mengirimkan surat kepada yang dia cintai, jika dibaca mungkin akan segera dibalas tetapi sebaliknya jika tidak sampai maka menimbulkan rasa kekhawatiran bahkan ketidakpercayaan seseorang.
spacer

Gerakan Perempuan Dan Lagu "Weird Genius-Lathi"



Oleh.Muhammad Naufaldi

Siapa yang tidak kenal dengan lagu Weird Genius, pencipta lagu "Lathi" lagu yang identik dengan percampuran Musik EDM dan Tradisional Jawa. Bahkan lagu ini mencampurkan mengakulturasi budaya menjadi sebuah hal yang berbeda untuk seni dan musik di Tanah Air. Menurut penulis lagu ini sangat keren lantaran dibalik lagu yang dinyanyikan juga terdapat sebuah hal  yang menarik dan terkadang tidak terlihat begitu jelas oleh orang-orang.

Apakah itu ? Yaitu tentang Gerakan Feminisme dan ToRe (Toxic Relationship) yang membuktikan bahwa perempuan itu kuat dan melawan saat ini, dan relate sekali terjadi pada hubungan orang-orang yang ada. Banyak sekali terjadi bahkan sering menjadi curhatan orang-orang dan inilah bukti dari sebuah lagu yang diciptakan oleh Weird Genius dan beberapa orang dibidangnya yang membuat video ini seperti Creamypandaxx dsbnya. Dan sekali aku bilang ini adalah keren banget!

Disini benar-benar membuatku menikmati dan membuat bulu kuduk berdiri menjalar ke seluruh badan. Dimana memang dapat dilihat disini banyak sekali orang yang merasakan dan Akupun pernah merasakannya yang namanya Toxic Relationship. Tetapi, kembali lagi kepada lagu "Weird Genius-Lathi" ini membuktikan bahwa perempuan itu sangat lah kuat dan ia mampu berdiri dengan kekuatannya untuk berjuang menghadapi hal tersebut dan melawan.

Bahkan dalam scene-scene tertentu dan liriknya yang begitu tajam menggunakan bahasa jawa yang berbunyi "Kowe raiso mlayu saka kesalahan, Ajine diri ono ing lathi" dimana jika diartikan kebahasa Indonesia "Kamu tidak bisa lari dari kesalahan, kehormatan diri ada di lidah" yang berarti disini merupakan sebuah serangan yang tidak disadari oleh para laki-laki bahwa hal itu bentuk perlawanan untuk melawan dan mencari keadilan tidak hanya dalam Toxic Relationship tetapi juga pada Kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan hak kesetaraan gender.

"Kami menciptakan visual ini karena memang perempuan itu kuat, dan memiliki daya untuk melawan serta bangkit dari sebuah hal yang menyakitkan." Ujar Creamypandaxx

Sebuah bentuk khas lagu ini yang begitu kuat dengan visual yang menyeramkan, disalah artikan oleh orang-orang. Jadi untuk yang belum tahu nih, visual yang digunakan waktu perubahan sosok itu merupakan sebuah kekuatan yang sangat besar dan semakin kuat. Nah, ini sebuah clue nih buat pembaca bahwa lagu ini tidak selalu menyeramkan. Siapa yang pernah nonton film The Mummy ? pasti akan paham bahwa referensinya adalah dari film tersebut. Begitu pula dengan penampilan tari jaipong dan debus (semoga tidak salah) membuktikan kekuatan itu berada didalam diri kita, sugesti untuk melawan dan bangkit.

Maka, dapat terlihat bahwa lagu "Lathi" ini bisa menjadi kekuatan untuk melawan Toxic Relationship dan juga lagu ini bisa menjadi membuktikan bahwa gerakan perempuan yang melawan untuk mendapatkan kesetaraan gender.  Rekomendasi bahwa lagu ini juga membuat kita sadar,

"yang seharusnya dilepas ya sudah dilepas, walaupun itu sulit nikmati saja prosesnya. pertahankan yang ada dan jaga yang serius" - Kutipan Hari Ini Ruang Tanpa Sekat
Secara lirik lagu ini kita disadarkan oleh "Kita tidak bisa lari dari kesalahan. Kehormatan diri itu ada pada lidah kita". Maka, belajarlah untuk menjaga lidah atau ucapan kita apabila tidak mampu bercakap maka diam. So, tetap ambil hal positifnya dan baik serta singkirkan hal yang negatif. Kebaikan datangnya dari Allah, Kurang baiknya datang dari diri sendiri. sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat dan enjoy!
spacer

Gerakan Perempuan: Bentuk Penyadaran Hati dan Pikiran Serta Refleksi Perjuangan Hari Pancasila!


Oleh. Muhammad Naufaldi

Sejarah yang telah berlalu, dan terukir oleh perjuangan begitu membuahkan hasil. Dibalik terjadinya peristiwa kelahiran pancasila yang didirancang oleh "Bapak Negara" atau "founding father's". Telah membuktikan bahwa terdapat kiprah perempuan sebagai refleksi tajamnya sebuah tombak mendukung lahirnya bangsa ini. Selain itu, sebagai refleksi mulai sadarnya akan gerakan perempuan pada saat itu. Terlibatnya peran peran dalam lahirnya pancasila merupakan salah satu bukti akan melepaskan dari belenggu hegemoni patriarki pada saat ini, dan beliau-beliaulah yang telah memberikan kesempatan juga untuk melanjutkan perjuangan gerakan itu.

Siapakah beliau ?

Beliau adalah Ny. Maria Ulfah Santoso dan Ny. R.S.S Soenarjo Mangoenpoespito. Dimana Ny. Maria Ulfah Santoso merupakan seorang perempuan yang mendapatkan gelar sarjana hukum pertama di Indonesia pada waktu itu dan banyak bergerak didalam bidang politik dan perempuan. Sedangkan Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito juga menjadi salah satu perempuan yang berperan penting juga dalam perumusan pancasila ini. Mengapa ? Karena selain sebagai anggota BPUPKI juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perempuan (Fujinkai).

Dalam perumusan pancasila inilah gerakan perempuan dilancarkan oleh kedua tokoh perempuan yang berperan sebagai politikus dan memperjuangkan hak atas perempuan. begitu gentarnya dalam menyempurnakan pancasila, kedua tokoh ini tidak lupa memasukan nilai-nilai kesetaraan gender seperti
pembatasan poligami dan juga perluasan kesempatan belajar bagi anak perempuan.

Dari era R.A Kartini, hingga perjuangan-perjuang melalui gerakan perempuan yang kemudian telah berkembangan dan bergerak hingga saat ini. Bentuk penyadaran hati dan pikiran dari refleksi ini, gerakan perempuan pasti akan semakin kuat dan semakin gentar dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang memang saat ini menjadi sebuah sorotan media. Begitu besar keinginan gerakan perempuan untuk bebas dari hegemoni patriarki yang ingin juga memiliki hak dalam mendapatkan keadilan dan perlindungan.

Pada era saat ini, komunikasi menjadi sangat penting dalam terjalinnya gerakan perempuan. Dapat dilihat dalam penggunaan sosial media, begitu banyak kampanye-kampanye yang dipublish pada akun-akun sosial media. Semakin gencar dalam memberikan kesadaran hati dan pikiran individu serta masyarakat.

Gerakan perempuan mulai bermunculan untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan seutuhnya dan memperjuangkan kebebasan berekspresinya. Begitu pula masih terdapat represif dari pihak-pihak terkait tetapi perempuan sudah menjadi gerakan yang sangat gencar dan bersatu padu. Dimulai dari mahasiswa hingga orang-orang yang memang memperjuangkan hak asasi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender.

Dengan begitu banyak gerakan baru di sosial media, dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat untuk perlahan mengurangi kultur hegemoni patriarki. Selain itu, perempuan dapat memiliki haknya secara utuh, mengekspresikan diri serta dapat tercapai kesetaraan gender.

Semoga yang sedikit ini cukup bermanfaat untuk bacaan kalian! Dan juga memunculkan gerakan-gerakan perempuan. Panjang umur perjuangan.


spacer

New Normal, Communication, and Public Relation


Oleh. Muhammad Naufaldi

Siapa sih yang enggak tahu tentang kebijakan "New Normal"?

Semua orang pasti mengetahui hal tersebut, karena kebijakan ini baru saja muncul dan berkembang di masyarakat. So, definisi "New Normal" adalah skenario mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan, sosial-ekonomi. Dimana Pemerintah Indonesia telah mengumumkan beberapa waktu lalu untuk rencana yang ingin diimplementasikan di masyarakat.

Namun, melihat keadaan masyarakat yang bermunculan tlah membuktikan apakah new normal ini bisa berjalan lancar begitu saja ? Melihat, krisis ego terjadi di masyarakat. Melalui beberapa sumber terlihat begitu meyakinkan pergerakan new normal untuk diimplementasikan, tetapi melihat hanya akan diterapkan serentak pada daerah-daerah yang memiliki persyaratan yang cukup maka hal tersebut bisa diimplementasikan didaerah.

Dalam beberapa teori komunikasi, hal ini sangat bisa terjadi kesalah-pengartian dalam memahami "New Normal" ini. Karena miskomunikasi bisa terjadi bersamaan dengan perkembangan teknologi dan perkembangan komunikasi yang ada, bagaimana komunikasi bisa merubah mindset seseorang untuk tetap melakukan lebih banyak kegiatan dirumah? Dengan itu juga Pemerintah benar membutuhkan "Strategi Komunikasi Baru" agar bisa mencapai pada masyarakat yang lebih dalam lagi, dilain sisi terbantu dalam kesadaran diri dan masyarakatnya.

Strategi Komunikasi Digital dan Komunikasi Krisis bisa menjadi salah satu hal dalam membentuk gerakan sosial dimasyarakat yang sadar akan pentingnya mengikuti anjuran penyedia informasi yaitu pemerintah. Mengapa begitu ? Karena dilain sisi digital era sangatlah mudah digunakan dan tidak berbatas oleh ruang, waktu dan jarak, setiap individu bisa saja memiliki begitu banyak platform sebagai user untuk bisa mencari informasi-informasi yang dibutuhkan terkait hal yang terjadi pada saat ini. Ditambah dengan adanya komunikasi krisis yang mana saat ini sangat penting karena data-data yang dipaparkan dan apa yang disampaikan oleh pemerintah menjadi bentuk kepercayaan public atau masyarakat kepada pemerintah. Bahkan dalam komunikasi krisis ini memiliki prinsip yang sangat diperhatikan dan tidak boleh dilewatkan, dan saat ini pemerintah sudah melaksanakannya.

Saat ini Muncul begitu banyak media baru seperti youtube, twitter, dan bermacam-macam banyak sekali. Begitu banyak manfaat dari media baru, jika humas mengembangkan hal ini berdampak kepada transparansi di masyarakat, meningkatkan keefektivan dan efisiensi pelayanan, hingga polling untuk membuat kebijakan dengan pelibatan masyarakat dalam memberi masukan. Ini merupakan bentuk kebutuhan masyarakat saat ini, informasi yang pasti harus benar-benar diberikan secara jelas dan tranparan.

Penggunaan-penggunaan media baru ini bisa digunakan untuk lebih gencar dalam menyampaikan informasi yang tranparan dan jujur. Dengan Kehadiran baru ini pada kebijakan "New Normal" harus dibantu oleh kesadaran masyarakatnya dahulu, jika saja hanya satu daerah maka akan tetap saja perkembangan dan penularan COVID-19 tidak terputus .

Semakin tinggi kesadaran masyarakat, dan informasi yang transparansi membuat masyarakat mempercayai pemerintah. Kunci keberhasilan berada pada kepercayaan publik kepada pemerintah, dan new normal bisa menjadi solusi jika hal ini terjadi.

Semoga yang sedikit ini bermafaat, opini yang tidak seberapa ini. Penulis memohon maaf apabila ada kesalahan dalam kepenulisan, silahkan komentar dibawah.
spacer

Gerakan Feminisme, Pembelaan Hak, Dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Oleh. Muhammad Naufaldi

                Hallo kawan dan pembaca setia- Kita tahu Gerakan feminism saat ini adalah gerakan yang belum juga dipandang serius oleh pemerintah, bahkan pembelaan selalu kalah akibat penggunaan kata “Nama Baik”.  Begitu rumitnya birokrasi mencari keadilan, bahkan sangat sulit untuk bisa mendapatkan sebuah hak kesetaraan gender itu sendiri. Stigma masyarakat yang tak pernah menganggap baik, seperti halnya “Seorang perempuan tidak boleh pulang terlalu malam” dsb.

                Perempuan juga merupakan manusia, memiliki hak hidup dan hak memilih. Tetapi semakin kesini dimasa yang semakin modern dan mudah bentuk perspekti kesetaraan gender belum tercapai. Banyak bidang seharusnya bisa menjadi sorotan mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga dalam masyarakat itu sendiri. Munculnya Gerakan Feminisme “menuntut tentang kebebasan hak perempuan” yang berarti disini perempuan dan laki-laki disini berbeda dan sebenarnya perempuan tidak ingin hak untuk menjadi seorang laki-laki karena yang diinginkan adalah hak mengkonstruksikan diri, kebebasan berkespresi.

                Kemudian, munculah gerakan-gerakan feminism yang berada dari gelombang pertama hingga akan memasuki gelombang kelima. Saat ini banyak sekali jika kita mengupas tentang Komunikasi dan Gender, isu sosial yang terjadi begitu banyak menjadi salah persepsi orang-orang dan terkadang bisa menyudutkan orang-orang yang tak bersalah. Seperti Contoh halnya, Pelecehan Seksual, Kekerasan dalam hubungan, dan sebagainya. Ini menjadi isu-isu sosial yang ada di Sosial Media, dan memunculkan gerakan-gerakan baru untuk melindungi penyintas. Ambil saja kasus tentang IM yang mana sempat viral lantaran melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan, secara data yang telah didapat korban mencapai puluhan orang dan telah melapor kepada LBH terkait dari beberapa Universitas besar. Tidak hanya IM saja sebenarnya, banyak sekali di bumi Indonesia ini hal tersebut tidak dilirik. Kemudian, Peran apa yang bisa dilakukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi yaitu membantu sebagai mediator sebagai pendengar curahan-curahan dan keresahan para penyintas. Selain itu, sebagai mahasiswa ilmu komunikasi juga dapat menjadi terbantunya penyintas ini menciptakan komunikasi yang baik lagi, menciptakan komunikasi yang efektif kembali, karena secara psikis juga penyintas pelecehan seksual mengalami trauma yang pasti cukup dalam serta merubah sikap dan pandangan terhadap seseorang itu.

            Selain itu, peran mahasiswa Ilmu Komunikasi juga berperan sebagia kader agent of change di sosial juga yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya Hegemoni patriarki, dan menyadarkan kesadaran tentang kesetaraan gender itu sendiri. Sebenarnya banyak sekali yang dapat dilakukan untuk mendorong agar korban penyintas pelecehan seksual juga menerima hak adil dan payung hukum yang sama seperti pelaku kejahatan itu.

            Mungkin, artikel kali ini cukup banyak pro dan kontra. Tetapi ini merupakan sebuah opini yang memang saat ini menjadi sebuah keresahan dalam diriku, dan mungkin dari mahasiswa yang berada di jurusan lain. Mohon maaf jika ada salah-salah kata, itu datangnya dari saya. Dan kebenaran datangnya dari Allah SWT. Dan kembali lagi tetap ingat untuk komentar dan sarannya kritik juga boleh menambah juga boleh! Selamat Membaca..

spacer

Kataku, Yuk Jangan Insecure!

Oleh. Muhammad Naufaldi

Mengapa sih kita tidak boleh insequre ?

Banyak sekali bentuk insequre yang terjadi di masyarakat indonesia. kenapa hal itu bisa terjadi ? karena kita terkadang merasa lupa akan porsi yang telah diberikan oleh Tuhan dihidupkan kita, dan kita sebagai manusia selalu kurang puas terhadap diri kita sendiri. Dari situlah muncul rasa insecure atau ketidaknyamanan kurangnya rasa selflove pada diri kita. Namun, jika ditanyakan kenapa kita tidak boleh insecure ? menurutku insecure merupaka tahap yang tidak harus dijadikan saingan, karena seperti diatas aku sudah jelaskan kita sudah memiliki porsi dalam hidup.

Semua orang selalu melupakan "PORSINYA" dalam setiap keadaan, kita juga tahu hal yang berlebihan juga tidak baik. Maka, itulah gunanya porsi agar kita tidak iri tetapi bisa mencontoh hal yang baik. hehehe

Begitu juga dengan kita sendiri, kesadaran dalam merasa insecure ini juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental kita loh! maka, tetap kudu hati-hati dan jangan terlalu banyak merasa insecure. Jika masih merasa insecure mungkin ini akan membantu beberapa tips;

  1. Menulis
    Kenapa menulis menjadi salah satu bentuk yang membantu mengamankan rasa insecure kita ? secara psikologi, menulis merupakan salah satu pengobatan rasa gelisah yang bisa diterapkan dalam keadaan saat merasa insecure. kemudian, menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi satu arah yang tercipta secara emosional yang tidak disadari dan dari sinilah kita bisa berbicara dengan diri kita sendiri.

    Cobalah ketika merasa insequre kita menulis apa yang membuat kita insequre dalam satu halaman. mungkin ini bisa membantu untuk menenangkan kita.

  2. Selalu  Mengingat Batasan-Batasan
    Sebagai manusia kita juga memiliki porsi, kita bagaikan saja ketika lapar kita mengambil nasi terlalu berlebihan itu membuat mubazir. bagaimana memahami porsi itu ? Memahami porsi kita itu disini berbentuk rasa syukur yang selalu diperbanyak dan diambil hikmahnya dari diri kita.

  3. Komunikasikan dengan Keluarga, atau teman yang dapat dipercaya
    Komunikasi itu banyak sekali macamnya, tidak berbatas hanya juga dalam tulisan saja. Tetapi dengan berbicara itu juga bisa meringankan dan menenangkan rasa insequre dalam diri.

  4. Konsultasi atau mengkomunikasikan kepada Tenaga Ahli
    Yang terakhir, apabila tidak bisa ketiga tips diatas menenangkan rasa insequre. cara ini bisa dibilang ampuh dan menjadi jalan terbaik untuk membantu menenangkan rasa insequre.

itulah 4 tips dari-ku yang semoga bisa bermanfaat dengan sedikit ini. Dan ingat ya kamu itu cantik untuk perempuan atau ganteng untuk laki-laki menurut penilaianku. Kamu, itu juga hebat dari sudut pandangku. So, jangan merasa insequre lagi!

spacer

Kesetaraan Gender dan Gerakan Perempuan, Juga Memiliki Hak Yang Sama!

Oleh. Muhammad Naufaldi


Halo Pembaca! - Banyak sekali orang belum sadar bahwa gender itu berbeda dengan jenis kelamin. secara pengertian jenis kelamin (sex) itu diperoleh secara secara biologis, artinya mengandung makna implisit bahwa individu tidak memiliki kuasa untuk menentukan.  sedangkan Gender adalah status yang dicrpai atau archived status yang dikonstruksikan secara psikologis, kultur dan sosial. dengan kata lain individu dapat menentukan gender-nya sendiri sesuai peran yang dimainkannya dalam situasi sosial. Gender dengan demikian merupakan peran, aktivitas, pencapaian yang diperoleh melalui interaksi dalam situasi sosial.

Setelah, kita tahu mengenai perbedaan gender dan jenis kelamin (sex) maka kita akan memasuki tentang kesetaraan gender. mengapa demikian ? karena pada mulanya memang terdapat timpang tindih dalam sejarah yang terjadi. Kesetaraan Gender menjadi sorotan lantaran ini menjadi bentuk isu sosial yang hangat dikalangan orang-orang yang mempelajarinya secara umum maupun secara mendalam. Mengapa isu sosial ini begitu tabu di masyarakat ? Kalau menurut pendapat penulis karena kultur dari jaman dahulu kesetaraan gender tidak terlihat bahkan tindak timbul, hingga munculah gerakan perempuan yang mendobrak hal itu yang mana istilah ini muncul pada abad ke-19. Feminisme adalah gerakan yang menyatakan sebagai "gerakan pembebasan perempuan".

Gerakan yang menginginkan perempuan memilih dan memiliki haknya. Bahkan, banyak sekali kejadia-sejarah yang menimbulkan banyak sekali gerakan feminisme. Contohnya R.A Kartini salah satu sosok perempuan yang menolak hegemoni patriarki dengan menulis bahwa pendidikan bagi perempuan adalah penting. Beliau R.A Kartini benar-benar membuat kita terbuka wawasannya melalui tulisan "Habis Gelap, Terbitlah Terang". Ini merupakan contoh gerakan feminisme tahap pertama, dan masih banyak lagi.

Melihat sejarahnya, penulis mengajak kembali pada hari ini. Banyak isu-isu tentang kesetaraan gender yang tidak terdeteksi, mulai dari pengangguran, pendidikan, pekerjaan, hingga berhubungan dengan kekerasan. Semua ini merupakan isu yang tidak pernah diperhatikan, dianggap sepele. misalnya saja pekerjaan dari gaji sudah sangat memiliki perbedaan, walaupun pekerjaan dan jabatan sama tetapi tidak mencerminkan adanya kesamaan.

Inilah yang terjadi, hingga saat ini banyak bentuk gerakan-gerakan feminisme untuk juga mendapatkan hak yang sama. Melihat hal itu memang tak bisa dipungkiri Hegemoni Patriarki masih saja menancap dalam masyarakat. Stigma masyarakat saat ini memang tidak bisa dihindari, feminis atau maskulin itu sama-sama dianggap belum ada, tabu dan tidak terjadi kesetaraan gender.  Namun, penulis ingin tetap fokus dengan Gerakan Feminis. Saat ini banyak sekali gerakan-gerakan yang memperjuangkan hak dan perlindungan perempuan, mulai dari gerakan-gerakan independen diluar "Nama Baik Kampus".

Berharap dengan tulisan ini yang juga bertujuan agar semua orang sadar akan pentingnya kesetaraan gender. Mungkin kita bisa buktikan saja, oke setelah membaca sedikit hal tentang diatas aku punya pertanyaan ke semua orang tapi diutamakan laki-laki yang ngasih perpsektif banyak.


"Bagaimana jika nanti menikah kemudian pembagian kerjanya dibalik ?  jadi istri kalian yang bekerja di luar rumah, kalian yang mengerjakan pekerjaan Rumah termasuk anterin anak sekolah, belanja ke pasar, memasak, beres2 rumah dsb ?"


Jadi, Gimana pendapat kalian tentang pertanyaan diatas ? Yuk, Jawab di kolom komentar. Mungkin sebelum menutup artikel ini, ada baiknya mohon maaf dan lahir batin karena menjelang lebaran, dan penulis memohon maaf sebesar-besarnya jika ada tulisan diatas yang mungkin salah, silahkan diingatkan melalui komentar.

spacer

Menulis Puisi, Siapa Bilang Sulit ?

Beberapa waktu lalu lebih tepatnya 28 April merupakan Hari Puisi. Mendengar kata puisi mungkin setiap orang akan paham ciri-cirinya dengan baik. Namun, tau tidak bahwa menulis sebuah puisi itu tidak sulit kok, bahkan lebih sulit memahami perasaan dan doi kalian....


Jadi, begini alasan kenapa aku bilang puisi itu tidak sulit ? Karena, puisi tidak harus menggunakan banyak kosakata yang sukar atau sulit, bahkan kata atau diksinya lebih baik bisa dimengerti oleh semua orang.

  1. Sebelum menulis pastikan dulu tema yang akan diangkat dan dibuat, seperti tema cinta, alam, keluarga, politik, kritik maupun opini yang dapat juga disajikan melalui puisi.

  2. Dilanjutkan dengan pemilihan diksi yang bisa dipahami oleh semua orang. Kalau bisa juga setiap pesan yang akan dimuat dalam puisi tersbut bisa tersampaikan. penekanan-penekan juga sangat penting dalam puisi, seperti amarah, sedih senang dan sebagainya.

    Contoh

    Jika langit benderang tanpa mendung
    Akankah hati akan tetap terundung
    Oleh rasa, lara dan sakit yang tak kunjung selesai
    Inilah lelah dalam rasa yang tidak dapat dijelaskan kembali
     
  3. Lebih baik lagi apabila penekanan diksi-diksi yang ada dirangkai dengan indah.

  4. Biasakan sederhana tetapi memiliki makna yang dalam, kemudian buatlah judul sesuai dengan tema yang dibahas pada puisi itu. Setelah itu lakukan pembacaan ulang dan editing apabila masih terdapat kesalahan, lebih baiknya meminta tolong temanmu untuk membaca apakah dia mengerti makna-makna yang terkadung

  5. Untuk puisi yang udah melalui proses yang sangat panjang bisa juga diupload seperti lewat instagram, twitter mungkin, bahkan foto dengan campuran typhography. Pasti kalian penasaran typhograpy apa ?  Oke di next artikel aku akan bahas tentang typhography dan aplikasi free

Selamat bereksperimen dan membaca semuanya!

 
spacer

Relationship Stages: Proses Terjadinya Sebuah Kebucinan

 
Oleh. Muhammad Naufaldi

Oke, ini mungkin sedikit membahas kebucinan-kebucinan lagi. Tetapi, aku akan selalu menyuarakan bahwa" bucin itu tidak semenyedihkan kata orang". Setelah, menyuarakan bahwa bucin merupakan sebuah hak dan pilihan. Maka, sekarang kita membahas bagaimana hubungan itu bisa terjadi ? Dan bagaimana hubungan itu kokoh atau hacur ? 

Jadi disini, aku akan menjelaskan sedikit saja. Pada relationship stages ini merupakan fenomena yang terjadi pada perbucinan saat ini, dan mungkin menggunakan ilmu komunikasi akan menemukan solusinya.

1. Contact


Pada tahap ini biasanya kita kenal "First Impression", atau tahap pertama kali bertatap muka (bertemu/melihat). Pada tahap ini penampilan fisik menjadi penting, Karena dimensi fisik itu mudah sekali ditangkap oleh panca indera. Namun, disini ada penentu tahap ini kepada hubungan yang semakin baik seperti sikap bersahabat, sikap yang "asyik", sikap yang membuat aman ataupun nyaman, serta kehangatan dan keterbukaan disini menjadi keterungkapnya. Jika orang menyukaimu atau kamu menyukai dia dan berujung ingin melanjutkan ke tahap berikutnya. Nah, disini merupakan bisa dikatakan tahap Pra-PDKT bahasa gaulnya.

2. Involvement (Keterlibatan)


Dalam tahap ini hubungan mulai semakin mengembang, semakin mengetahui jauh tentang teman kita ataupun tentang kekasih kita. Disini orang yang berhubungan dan memasuki tahap ini bisa saja kalian tes, misalnya saja dalam keadaan bucin dimana ketika PDKT kalian pasti akan mengajak kencan mungkin atau jalan bersama, karena saat ini Covid-19 sedang merajalela mungkin contohnya kita bisa video call dengan doi. Nah, pada tahp ini hubungan kalian sudah mulai saling ingin kenal "siapa sih kamu sebenarnya?" ini bisa dikatakan hampir mirip dengan stalker, siapa sih yang enggak pernah stalker? Maka, setelah terjalin hubungan ini akan meningkat ke tahap berikutnya.

3. Intimacy (Keakraban)


Disini, mulailah terjadi yang namanya keterikatan dan "komitmen" dengan diri sendiri dan orang lain untuk menjalin hubungan menjadi teman dekat, sahabat maupun, pacar (kekasih).  Disini peran individu misalnya aku dengan kekasihku (padahal, aku masih jomblo berjangka panjang) sudah mulai intim dalam berkomunikasi. Nah, ditahap ini-nih kebucinan-kebucinan yang terkadang logis dan tidak logis atau sehat dan tidak sehat muncul disini. Mengapa demikian kita bisa melihat tahap keakraban ini mulai menjalin hubungan menjadi seorang pacar (kekasih) itu, Komitmen sudah mengikat pada hubungan kebucinan yaitu pacaran (untuk pemuda dan pemudi saat ini). 

4. Deterioration (Kerusakan)

Kemudian tahap ini seperti "Negara api yang menyerang" sebut saja ini disini muncul sebuah permasalahan yang menimbulkan kerusakan hubungan.. Mulai dari permasalahan seperti cemburu, berbohong dsb, yang menciptakan hubungan ini kurang puas diantara kamu dengan doi. Bahkan, disini mulai ada seperti ingin menjauh dari doi dan mulai merasa hubungan ini seakan mulai  tidak penting lagi bagi kalian begitu wahai yang memiliki kekasih.

5. Repair (Perbaikan)

Disini hubungan yang diserang oleh "Negara api" sudah mulai renggang sangat renggang, bahkan dikabarin cuma di-read doang begitu. hehe!

Pada tahap ini terdapat dua solusi yang mana akan menemukan perbaikan hubungan, lebih tepatnya ni seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka ini yang pertama  Baikan lagi atas intropeksi diri masing-masing.

6. Dissolution (Pemutusan)

Jadi tahap ini merupakan keputusan yang akan menimbulkan kehancuran hubungan atau akan kembali lagi ke tahap awal. Disini bisa kita misalkan seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka bisa dilambangkan ini seperti putus (Kandas ditengah jalan). Lebih tepatnya itu disini sudah benar-benar tidak ada hubungan lagi alias sudah "bubar" namun terkadang hubungan ini adakalanya ada rasa penyesalan. Tetapi disini pula bagi yang membina hubungan ini harus pergi dan tidak bisa kembali lagi.
spacer

Persepsiku Terhadap Ruang Publik Virtual


Cipt. Muhammad Naufaldi

Social media, siapa yang tak mengenal ? berbagai platform diterbitkan dan diluncukan bahkan dengan berbagai fitur dan kelebihannya masing-masing. Yah, mungkin bisa saja dilihat dengan diri sendiri bahwa ketika melakukan sebuah penyebaran informasi atau menerima informasi melalui media komunikasi saat ini memang mudah, cepat, tidak berbatas ruang dan waktu. Hebatnya, kita hanya dengan satu genggaman ditangan saja bisa sampai pada jarak yang tidak ditentukan. Namun, apakah sadar ketika kita ini sedang berada pada titik dimana "bukan mimpi, tetapi juga bukan nyata?".  Berarti kita sudah terkena yang namanya cyberspace yang menciptakan halusinasi yang diproduksi secara teknologis dan berupa citra-citra (gambaran-gambaran).

Hingga, akhirnya merubah dan memengaruhi kehidupan sosial didalam berbagai tingkatannya. Disini cyberspace tidak hanya menciptakan perubahan sosial yang sangat mendasar, malahan oleh berbagai pemikir dikatakan telah menggiring pada kondisi  ekstrim "kematian sosial. Bahkan, didalam cyberspace ini sendiri setiap orang memiliki kebebasan yang tak berbatas yang menciptakan demokrasi radikal yang di dalamnya segala tinda  kan sosial (social action) tidak ada yang mengatur, mengontrol dan memberi penilaian. Di dalamnya seakan-akan “apapun boleh  (anything goes).

Dari hal diatas, memang kebebasan itu benar adanya. Namun, sedikit menggeser guna arti hak manusia itu terkadang juga tidak baik. Sebanyak apapun itu, persepsi memang akan mempengaruhi setiap hal dalam kehidupan didalam sosial media. Menciptakan persepsi yang sangat tidak baik mungkin, atau menciptakan persepsi yang ya sudah itu milik mereka dan aku lebih baik mengingatnya. Memang benar, di Indonesia sendiri regulasi-regulasi ini belum muncul dan ketat. Inilah yang terjadi saat ini, tanpa kita sadari dengan opini publik seakan-akan tanpa norma, realitas dapat dimanipulasi, kejahatan dapat dilakukan secara tersembunyi. sehingga meskipun tampaknya tidak ada pemaksaan dan kekerasan dalamnya. 

Kita, manusia adalah makhluk sosial yang mana kehidupan kita selalu bergantung oleh orang lain. Bahkan ketika kita sakitpun pasti kita membutuhkan orang lain. Atau ketika kita meminta saran kepada teman, sahabat maupun kerabat. Disinilah, bentuk hal yang harus diperhatikan banyak orang termasuk aku sendiri bahwa yang namanya kritik dan saran itu boleh. Namun, apapun itu gunakan cara yang tepat dan benar, dengan mengkomunikasikan dengan baik kita bisa menjadi salah satu orang yang memang berusaha untuk menciptakan lingkungan yang baik. Terkadang sebuah "Frame" itu bukan diri sendiri yang membuat namun orang-orang yang bisa menciptakan citra buruk terhadap orang lain. Disinilah, kenyataannya mengapa kita lebih suka menjudge orang secara langsung bahkan kenal saja tidak, tahu juga tidak secara realnya karena realitas ini sudah dapat dimanipulasi. Kejahatan-kejahatan juga bisa terjadi tanpa diketahui. semua hal ini mungkin sangat tipis untuk diketahui mana realita dan halusinasi, dan yah kita memang benar-benar berada di era yang mudah ini. 

spacer