Sustainable Development: "Meminta Seutuhnya Turunkan Dana Pengembangan Desa"

 


Oleh. Muhammad Naufaldi

Sudah hampir setahun Indonesia terdampak oleh pandemi COVID-19 yang mana disini dapat terlihat semua aspek, semua sektor terhantam berhenti dan menjadi mangkrak diantara beberapa yang sudah berjalan. Keadaan ini menciptakan daya tarik penulis untuk melakukan kajian dan beropini mengenai keadaan yang mana nantinya bisa menjadi inovasi baru juga. Melihat dari teori Rogers yang beberapa kali sering saya kutip dibeberapa artikel merupakan salah satu bentuk pengendalian akan kesadaran yang diharapkan oleh inovator agar pembangunan desa bisa berjalan dan berkembang. Kembali lagi ketika pemerintah memberikan sebuah stimulus inovasi kepada masyarakat seharusnya tidak bisa seluruhnya disalahkan kearah pemerintah. Hal terbaik dari sustainable development yang baik seharusnya bisa menciptakan banyak keuntungan dan perkembangan akan kondisi di desa yang merupakan salah jantung milik kota, atau menjadi sebuah tempat paling vital sesuai dengan slogan yang disampaikan dari 2015 oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Terbentuknya, Kementerian desa dan penciptaan Indeks Desa Membangun sebagai transparansi data akan keberhasilan pembangunan desa kini terhenti oleh pandemi COVID-19. Berdasarkan Data Indek Desa Membangun, Jawa tengah memiliki beberapa desa yang dapat dikatakan atau sudah lolos dimana  sebelumnya berhenti menjadi berkembang serta yang berkembang menjadi maju. 

Segala aspek yang meliputi keadaan saat ini menjadi rintangan yang berat bagi  pembangunan di desa. penulis meyakini terdapat pemberhentian dalam pengembangan desa ini. Bahkan, kurang maksimalnya penggunaan inovasi saat ini malah menjadi penghambat pada pengembangan desa. Kesadaran ini seharusnya lebih cepat oleh masyarakat desa, karena pemerintah hanya sebagai inovator memberikan sebuah fasilitas.

Melihat pada Indeks Membangun Desa (IDM) peringkat di kabupaten magelang kecamatan secang hanyalah 0,6674 dimana dari indikator ini dapat disebutkan bahwa desa-desa yang ada pada kecamatan secang merupakan desa yang masih berkembang. Ketika pandemi datang seharusnya menjadi sebuah upaya inovasi yang tlah dijelaskan oleh Everett M. Rogers terkait Adopsi Inobasi. Mengapa hal ini penting ?  penggadopsian inovasi yang cepat maka menciptakan kecepatan dalam menerima informasi yang masuk ke desa. Dengan hal itu maka pendorong SDM yang berkemajuan adalah mereka yang mampu menggunakan inovasi secara baik dan kreatif. Tidak hanya sekedar bentuk sosial media yang setelah itu didiamkan, begitu banyak hal yang bisa ditingkatkan dalam penggunaan aplikasi ini. Maka, dari itu perkembangan desa yang baik memang harus didorong oleh masyarakat dan kaum milenial yang mana memiliki peran cukup banyak untuk desanya masing-masing. Penulis berpendapat di desa saya sendiri masih sangat asing dengan inovasi baru, walaupun dalam kenyataan fasilitas-fasilitasnya sudah memadai tetapi jika masyarakat kurang peka dalam penggunaan inovasi baru ataupun menjadi penolak inovasi tersebut mungkin saja menjadi tertinggal. Keterpekaan terhadap inovasi adalah terwujudnya kemajuan desa di tengah pandemi COVID-19 ini. Sebelum itu, Everett M. Rogers sudah membagi lima kelompok adopter: 1. Inovator; 2. Early adopter;3. Early Majority;4. Late Majority; 5 Leggard. Pertama adalah Inovator, mereka yang pada dasarnya sudah menyenangi hal-hal baru dan sering melakukan percobaan. Kedua, Early Adopter orang-orang yang menerima hal-hal baru dan menjadi seorang yang mencoba. Ketiga, Early Majority mereka adalah orang-orang yang menggunakan sebuah inovasi dan belum ingin menjadi orang yang pertama melakukan pecobaan pertama. keempat, late majority mereka adalah orang-orang yang baru saja menerima inovasi. kelima, leggard merupakan mereka yang tidak menerima inovasi itu.

Ikut sertanya kaum milenial dan karang taruna adalah salah satu wadah dalam membuka lockdown dengan inovasi yang baru. Seperti halnya, saat ini dari pengamatan penulis belum ada pengajian rutin didesa saya yang dilakukan secara online ditengah pandemi ini. Padahal ini merupakan salah satu inovasi baru yang cukup memudahkan dan mampu mematuhi protokol kesehatan saat ini. Penggunaan media digital dan sosial media menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan desa dan melepaskan belenggu lockdown.

Peran penyuluhan komunikasi pembangunan menjadi salah satu bentuk atau cara yang bisa dilakukan saat ini. Bahkan dengan adanya sosial media,  sebuah inovasi menciptakan pemikiran "kenapa tidak desa berbasis digital" saat ini lebih dimajukan lagi. Jika dalam peran penyuluhan ini terdapat Developmentalis untuk membangun kesadaran masyarakat maka seharusnya ada harapan sosial media mampu menjadi hubungan pengetahuan lokal dengan pengetahuan baru. Contoh diatas mengenai pengajian online, sebenarnya tidak mengurangi rasa kekhusyukan kita dalam menimba ilmu atau mencari ilmu. Disinilah sebenarnya bisa menjadi hal baru ditengah pandemi maupun di masa depan. 

Jika di desa saya penggunaan masjid sudah bisa dikatakan cukup maju, karena fasilitas yang ditingkatkan dan bisa digunakan bersama-sama. Tetapi yang menjadi permasalahan saat ini adalah keadaan pandemi COVID-19 ini yang tidak diketahui kapan usai. Kemudian, pergerakan mahasiswa yang tergabung di karang taruna seharusnya bisa menciptakan inovasi baru seperti halnya media rapat atau pertemuan rutin untuk membahas sebuah project yang tetap mematuhi protokol kesehatan melalui daring.

Selain itu, berdekatan dengan kawasan wisata melihat kesempatan ini kecamatan secang sendiri memiliki pesona-pesona yang tersembunyi dan jarang di explore. Sedikitnya adopter awal menjadi salah satunya hambatan yang sebenarnya mampu memajukan desa. Desa saya berdekatan sekali dengan perbatasan kota yang mana aksesnya masih bisa dikatakan mudah untuk seharusnya menjadi peluang untuk wisata alam disekitarnya.

Dikutip dari, Chliders (Servaes,2008) mengatakan "Jika anda ingin pembangunan berakar pada manusia sebagai agen pembangunan dan juga penerima manfaat, yang akan memutuskan sendiri jenis pengembangan yang dapat mereka pertahankan setelah bantuan luar negeri hilang, maka Anda harus mampu berkomunikasi dengan mereka, Anda harus memberikan kesempatan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain dan kembali ke perencanaan ibu kota."

Maka dari pemahaman saya,  pembangunan desa itu tidak sekedar memberikan inovasi dan kreatifitas namun keberhasilan dalam komunikasi. Melihat dari sudut pandang sistem politik di indonesia adalah sistem perpoltikan yang bebas maka seharusnya pemerintah dan masyarakat adalah setara. Pembangunan dari inovator bukan lagi berbentuk top down komunikasi namun lebih ke suasana setara dan mudah dalam prosesnya. Dilain sisi dengan adanya karang taruna seharusnya mampu menciptakan sebuah wadah atau pikiran inovasi baru seperti desa berbasis digital, lantaran disamping memang desa saya adalah cukup baik namun jika menilik kebelakang yang saat ini adalah adanya tidak ratanya pembangunan berkelanjutan ini. 

Sementara, terdapat data mengejutkan dari wawancara seseorang yang sama serta satu desa. Sebelumnya, kita mengartikan desa melalui UU 14 Tahun 2020. Saya mengutip "Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintah, kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan prakasa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Kesatuan Negara Republik Indonesia."

Dari penjelasan diatas, sudah dijelaskan bahwa kesatuan masyarakat memiliki wewenang mengatur dan mengurus urusan pemerintah. Maka, dapat disimpulkan bahwa kesatuan masyarakat di desa saya seharusnya memiliki kekuatan hak atas hak untuk mendapatkan dana pengembangan desa. Sementara itu keadaan-keadaan saat ini menjadi semakin rumit, penuh alibi, atau alasan. Tidak apa jika itu benar, jika saja tidak benar itu malah menjadi permasalahan baru yang timbul di akhirat dan dunia. Saya sendiri selalu baik sangka karena keadaan pandemi ini mungkin saja ada ketersendatan dana lantaran kebutuhan-kebutuhan yang lebih urgensi. Namun, dalam kemalkuman ini saya merasa resah bahwa sebenarnya tujuan yang seharusnya mampu mensejahterakan rakyat dalam pembangunan berkelanjutan ini dananya tidak turun.

Komunikasi yang seharusnya bisa terjalin secara baik, tercipta secara baik, dan terbentuk untuk kebersamaan membangun indonesia lebih baik adalah dari jantung desa sendiri. Mendengar bahwa terdapat ke tidak sejahteraan masyarakat desa menjadi bukti atau salah satu indikator yang belum bisa dicapai melalui SDGS atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Tetap seperti tadi saya sedikit menyayangkan hal ini terjadi, tetapi lantaran keadaan seperti ini sayapun memaklumi. Pasang surut ekonomi karena pandemi ini juga berdampak kepada desa dan otonomi pemerintahan daerah.

Jika komunikasi dalam publik saja saat ini masih menjadi halangan, bagaimana dengan penataan desa berkelanjutan untuk mempersiapkan the golden era of indonesia ? Namun, karena masyarakat desa atau kesatuan masyarakat ini memiliki hak seharusnya tak masalah apabila memprotes untuk meminta dana desa diturunkan. (Opini: Meminta Penurunan Dana Desa)

Sementara itu saya sendiri melihat bahwa desa mempunyai potensi-potensinya sendiri yang bisa membantu dalam pemasukan pemerintah kabupaten. Bahkan, dengan meleknya teknologi saat ini menjadi salah satu bentuk adopsi inovasi yang seharusnya teknologi menjadi alat, menjadi kemajuan, menjadi sebuah kemudahan untuk mengexplore hal baru. Jika kita membahas disini adalah rencana tentang pengajian online ditengah pandemi, rupanya baru-baru ini di surabaya sudah melakukan hal tersebut untuk menanggulang dan mengurangi penyebaran COVID-19 ini. Bahkan karena sudah melek akan informasi teknologi tak selalu menjadi sebuah momok yang mengerikan, serta dapat melibatkan karang taruna atau pemuda yang tlah off dalam kegiatannya selama ini.

SDGS dan Adopsi Inovasi menjadi semakin kuat dikalangan masyarakat selama pandemi ini. Bagaimana tidak, semua orang atau masyarakat dan individu diminta untuk melaksankan kerja melalui WFH. Maka dari itu, masyarakat merasa kesal lantaran dana desa yang seharusnya bisa menjadi anggaran dalam pembangunan desa hingga saat ini tidak jua turun.

Maka, untuk itu solusi terbaik adalah memperbaiki komunikasi antara instansi yang terkait dan ciptakan ketransparansi akan informasi. Lantaran, kepercayaan masyarakat dan publik itu sangatlah penting. Selain itu, keadaan saat ini benar-benar dibutuhkan kepastian lantaran covid-19 ini tidak ada kepastian seperti kabar doi yang hilang. Diciptakannya Tim Manajemen Krisis adalah hal penting untuk menyampaikan pesan agar shareholder atau publik tahu.



spacer

Menulis Satu Tahun Terakhir



Oleh. Muhammad Nnaufaldi

Seperti yang aku ketahui keadaan beberapa bulan lalu sudah menciptakan begitu banyak alur-alur cerita dan bahkan kisah-kisah percintaan yang cukup banyak dibaca hingga keadaan mendekati akhir tahun. Mulai Januari lalu aku masih mencoba untuk mempertahankan kecintaan dan kasih sayang kepada sastra dengan belajar menulis. Sudah cukup jauh rupanya perjalanan panjang yang memenuhi lika-liku kehidupan menarik jika dibahas pada artikel yang selanjutnya. Entah berapa orang hadir untuk membaca sedikit mengenai artikle maupun puisi-puisi pendek ini ingin aku ucapkan "Terimakasih sudah mau membaca yang masih banyak kekurangan dari diri ini" lantaran kalian sudah membantu meningkatkan literasi kalian dan mengapresiasinya.

Perjalanan yang panjang ini memang sudah dimulai dari begitu banyak kejadian. Tidak terasa sudah hampir satu tahun dan hampir purna juga tahun ini menemani kita, semoga pandemi ini segera usai dan hilang dari indonesia dan semua negara di bumi ini. 

Menulis satu tahun pada tajuk diatas ini merupakan sebuah program yang aku buat dalam meningkatkan diri mulai dari kualitas menulis hingga membaca buku-buku atau media online lainnya. Awalnya, tidak sengaja tantangan ini aku buat bahkan dikatakan orang iseng karena waktu itu mulai dengan Work From Home maka aku bisa membagi waktu untuk menulis di blog ini. Cukup senang bisa membucin melalui ketikan-ketikan beraksara dan bersenandung melalui keresahan semua orang. Tiada bosan aku mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan dan rekan yang mau menemani, mendukung, serta membuatku semakin semangat dalam berkarya.

Baiklah, aku akan memulai membahas beberapa pertanyaan yang mana sempat menjadi perbincangan orang-orang:

  • "Bang, mau tanya gimana caranya menulis kritis dan apakah bisa meningkatkan kekritisan kita ?"

Oke, aku akan menjawab sedikit mengenai hal ini. Cara menulis kritis itu bisa dibilang sedikit sulit tapi kalau sudah biasa akan mudah. Mengapa ? Lantaran kekritisan itu dimulai dari kepekaan kita terhadap lingkungan disekitar kita dahulu, kemudian mulailah tulis mengenai keadaan dan lingkungan kita. Aku sendiri masih belajar dalam menciptakan tulisan kritis. Kemudian jika menulis kritis apakah akan meningkatkan kekritisan kita ? jawabannya "Bisa" sebagai penulis kita dituntut untuk memperbanyak ensiklopedia dan pengetahuan umum kita. bahkan, kosa kata di KBBI menjadi salah satu dipelajari perbanyak diksi semakin menambah pengetahuan kita juga. 

  • "Bang, kenapa menulis membuat merasakan kebucinan yang cukup bagus pada diri ?"
Aku merasakan dengan menulis tercipta kebucinan-kebucinan yang dibuat oleh diri sendiri. Maksut dari hal tersebut adalah kita lebih paham akan diri kita, menjadi pribadi yang baik dan saling memahami pada diri sendiri dan orang lain. Namun, karena aku merasakan pada diri yang saat ini sedang sendiri aku memahaminya bahwa ini arti dari memahami menyayangi diri sendiri atau selflove kita melalui tulisan.
  •  "Bang, gimana caranya menulis seperti abangnya ini? "

Aku akan berbicara bahwa menulis adalah hal basic bagi setiap orang. Awalnya dulu aku tidak suka dengan menulis, tetapi karena memang suka sekali dan ingin mendalami sastra terutama sajak dan puisi maka mau tidak mau harus tetap berusaha menulis. Intinya adalah Trial and Error seperti kita melakukan penelitian, dari sinilah aku menyukai hal menulis meningkatkan pengetahuan umum dan pengetahuan sastra. Selain itu, jangan bosan membaca-baca entah itu artikel, berita, maupun sastra seperti novel, puisi, cerita dan sebagainya.

Sebagian orang menganggap bahwa menulis adalah hal yang membosankan. Padahal yang sebenarnya ibarat mencintai seseorang menulis adalah mendapingi kita dalam segala hal mulai dari rasa kesedihan hingga kebahagiaan sekalipun. 

Secara hebat, meningkat dari dua tahun lalu yang memulai menulis asal-asalan melalui media yang sangat disukai anak muda bahkan aku sendiri masih sering menggunakan aplikasi tersebut. Aku memiliki harapan yang cukup besar sebenarnya pada tahun ini, tetapi rupanya waktu tidak memihak untuk melaksanakan pada saat ini. Jadi, cukup menahan diri dan menahan naskah yang akan mulai kukerjakan kembali.

Okey, untuk sobat onlineku jangan bosan jika membaca buku. Buku adalah jendela ilmu dunia, bahkan imajinasi seorang bisa mengalahkan sebuah kenyataan bukan. Maka, pada tahun depan nantinya semoga kita bisa menyelesaikan segala tugas kita purna diakhir tahun untuk menjadi lebih baik lagi. Aku berharap juga nanti yang membaca ini entah dari belahan bumi mana itu semoga bisa menciptakan karya-karya yang juga sama akan terbit serta dibaca oleh semua orang. Sekian artikel ini next week kita bertemu lagi! See ya!!

spacer

PANNSOS: Pandemi, New Normal, Dan Hati Kosong


Oleh. Muhammad Naufaldi

Obrolan Cilik-New Normal yang sudah diterapkan menjadi sebuah hal baru saat ini sedang mengalami pemantauan yang sangat panjang dengan menerapkan kebijakan ini. Melihat adanya "New Normal" membuatku bertanya-tanya mengapa hal tersebut  justru dikeluarkan ditengah Pandemi yang faktanya masih banyak masyarakat ber-hati kosong. Kesadaran dan gerakan hati yang seharusnya ada dalam individu di suatu kelompok akan tetap membantu dalam penerapan New Normal ini sebenarnya.

Banyak orang menganggap juga bahwa "New Normal" merupakan salah satu langkah yang terlalu cepat untuk diterapkan, karena kebijakan yang diberikan hanyalah dengan persyaratan yang sudah ditentukan seperti menerapkan protokol kesehatan, dan sebagainya. Tetapi saat ini melihat keadaan yang telah berubah menjadi transisi "New Normal" pihak-pihak terkait didaerah maupun pusat tetap harus mengevaluasi dan berusaha memantau dengan baik dibantu oleh masyarakat yang ada.

New Normal, maka semua harus "baru", kualitas masyarakat, kesehatan, maupun transparansi tentang beberapa hal yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat juga harus diperhatikan.

Hati Kosong

Tidak ada yang mengetahuikan, ditengah gencarnya melawan pandemi COVID-19 saat ini kesadaran masyarakat sangatlah kurang, melihat dari komunikasi krisis yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait juga kurang terkena pada masyarakat.

Hati kosong yang terkadang dapat membunuh seorang tanpa melihat kaya atau miskin, status pendidikan, maupun pekerjaan, dan sebagainya. Ini merupakan senjata yang lebih mengerikan dibanding yang lainnya. Bahkan dengan ini banyak hal yang tertimbun dan tidak dapat diungkap oleh masyarakat, dan menimbulkan rasa ketidakpuasan terhadap pihak-pihak terkait.

Menyangkut hati kosong maka, "Hal ini berarti bahwa setiap warga negara dapat mencapai kesejahteraan lahir batin sesuai dengan haknya, sehingga dapat menikmati secara aman dan tentram tanpa mendapat gangguan. Berdasarkan pemikiran tersebut, kesejahteraan umum mempunyai makna adanya pengakuan
hak-hak asasi semua  warga negara" (Hutagalung, 1999: 48). Sebuah filosofi tentang adil dan makmur, jika suatu negara ingin makmur maka keadilan harus ditegakan secara baik dan benar. Bahkan, secara transparan untuk meyakinkan kepada masyarakat.

Melihat dari perspektif komunikasi yang terjadi sebenarnya disini hubungan menuju kepemerintahan dari masyarakat sangatlah rumit dan banyak orang yang tidak bisa mengekspresikan perasaannya atau keresahan-keresahan yang ditujukan kepada pihak dipusat untuk disampaikan.

Mengalunkan lagu Tashoora-Agni sudah membuat seseorang membara untuk menyampaikan keresahan-keresahan yang ada. Selain itu, para api abadi (AGNI) sedang berjuang dimana-mana melawan kesenjangan dan ketidakadilan yang menjadi tabu bagi beberapa masyarakat.

Raungan bersuara keras muncul dari goa-goa yang berlumut. Seluruh masyarakat yang sadar berbondong-bondong menyuarakan suara tentang keresahan hati dari beberapa orang maupun perwakilan yang didukung dibelakangnya oleh masyarakat yang sadar dan memeperkuat agar dapat tersampaikannya aspirasi tersebut. Melalu beragam media saat ini yang digunakan selama disampaikan secara baik dan benar seharusnya tidak boleh ada represif dari pihak-pihak tertentu, karena aspirasi merupakan hak yang sudah ada pada UUD 1945.

Tulisan beraksara yang tak pernah bisa dijelaskan melalui kata adalah sebuah suratan yang begitu baik untuk dibaca. Ibarat seorang kekasih rindu lalu mengirimkan surat kepada yang dia cintai, jika dibaca mungkin akan segera dibalas tetapi sebaliknya jika tidak sampai maka menimbulkan rasa kekhawatiran bahkan ketidakpercayaan seseorang.
spacer

Gerakan Perempuan: Bentuk Penyadaran Hati dan Pikiran Serta Refleksi Perjuangan Hari Pancasila!


Oleh. Muhammad Naufaldi

Sejarah yang telah berlalu, dan terukir oleh perjuangan begitu membuahkan hasil. Dibalik terjadinya peristiwa kelahiran pancasila yang didirancang oleh "Bapak Negara" atau "founding father's". Telah membuktikan bahwa terdapat kiprah perempuan sebagai refleksi tajamnya sebuah tombak mendukung lahirnya bangsa ini. Selain itu, sebagai refleksi mulai sadarnya akan gerakan perempuan pada saat itu. Terlibatnya peran peran dalam lahirnya pancasila merupakan salah satu bukti akan melepaskan dari belenggu hegemoni patriarki pada saat ini, dan beliau-beliaulah yang telah memberikan kesempatan juga untuk melanjutkan perjuangan gerakan itu.

Siapakah beliau ?

Beliau adalah Ny. Maria Ulfah Santoso dan Ny. R.S.S Soenarjo Mangoenpoespito. Dimana Ny. Maria Ulfah Santoso merupakan seorang perempuan yang mendapatkan gelar sarjana hukum pertama di Indonesia pada waktu itu dan banyak bergerak didalam bidang politik dan perempuan. Sedangkan Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito juga menjadi salah satu perempuan yang berperan penting juga dalam perumusan pancasila ini. Mengapa ? Karena selain sebagai anggota BPUPKI juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perempuan (Fujinkai).

Dalam perumusan pancasila inilah gerakan perempuan dilancarkan oleh kedua tokoh perempuan yang berperan sebagai politikus dan memperjuangkan hak atas perempuan. begitu gentarnya dalam menyempurnakan pancasila, kedua tokoh ini tidak lupa memasukan nilai-nilai kesetaraan gender seperti
pembatasan poligami dan juga perluasan kesempatan belajar bagi anak perempuan.

Dari era R.A Kartini, hingga perjuangan-perjuang melalui gerakan perempuan yang kemudian telah berkembangan dan bergerak hingga saat ini. Bentuk penyadaran hati dan pikiran dari refleksi ini, gerakan perempuan pasti akan semakin kuat dan semakin gentar dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang memang saat ini menjadi sebuah sorotan media. Begitu besar keinginan gerakan perempuan untuk bebas dari hegemoni patriarki yang ingin juga memiliki hak dalam mendapatkan keadilan dan perlindungan.

Pada era saat ini, komunikasi menjadi sangat penting dalam terjalinnya gerakan perempuan. Dapat dilihat dalam penggunaan sosial media, begitu banyak kampanye-kampanye yang dipublish pada akun-akun sosial media. Semakin gencar dalam memberikan kesadaran hati dan pikiran individu serta masyarakat.

Gerakan perempuan mulai bermunculan untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan seutuhnya dan memperjuangkan kebebasan berekspresinya. Begitu pula masih terdapat represif dari pihak-pihak terkait tetapi perempuan sudah menjadi gerakan yang sangat gencar dan bersatu padu. Dimulai dari mahasiswa hingga orang-orang yang memang memperjuangkan hak asasi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender.

Dengan begitu banyak gerakan baru di sosial media, dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat untuk perlahan mengurangi kultur hegemoni patriarki. Selain itu, perempuan dapat memiliki haknya secara utuh, mengekspresikan diri serta dapat tercapai kesetaraan gender.

Semoga yang sedikit ini cukup bermanfaat untuk bacaan kalian! Dan juga memunculkan gerakan-gerakan perempuan. Panjang umur perjuangan.


spacer

New Normal, Communication, and Public Relation


Oleh. Muhammad Naufaldi

Siapa sih yang enggak tahu tentang kebijakan "New Normal"?

Semua orang pasti mengetahui hal tersebut, karena kebijakan ini baru saja muncul dan berkembang di masyarakat. So, definisi "New Normal" adalah skenario mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan, sosial-ekonomi. Dimana Pemerintah Indonesia telah mengumumkan beberapa waktu lalu untuk rencana yang ingin diimplementasikan di masyarakat.

Namun, melihat keadaan masyarakat yang bermunculan tlah membuktikan apakah new normal ini bisa berjalan lancar begitu saja ? Melihat, krisis ego terjadi di masyarakat. Melalui beberapa sumber terlihat begitu meyakinkan pergerakan new normal untuk diimplementasikan, tetapi melihat hanya akan diterapkan serentak pada daerah-daerah yang memiliki persyaratan yang cukup maka hal tersebut bisa diimplementasikan didaerah.

Dalam beberapa teori komunikasi, hal ini sangat bisa terjadi kesalah-pengartian dalam memahami "New Normal" ini. Karena miskomunikasi bisa terjadi bersamaan dengan perkembangan teknologi dan perkembangan komunikasi yang ada, bagaimana komunikasi bisa merubah mindset seseorang untuk tetap melakukan lebih banyak kegiatan dirumah? Dengan itu juga Pemerintah benar membutuhkan "Strategi Komunikasi Baru" agar bisa mencapai pada masyarakat yang lebih dalam lagi, dilain sisi terbantu dalam kesadaran diri dan masyarakatnya.

Strategi Komunikasi Digital dan Komunikasi Krisis bisa menjadi salah satu hal dalam membentuk gerakan sosial dimasyarakat yang sadar akan pentingnya mengikuti anjuran penyedia informasi yaitu pemerintah. Mengapa begitu ? Karena dilain sisi digital era sangatlah mudah digunakan dan tidak berbatas oleh ruang, waktu dan jarak, setiap individu bisa saja memiliki begitu banyak platform sebagai user untuk bisa mencari informasi-informasi yang dibutuhkan terkait hal yang terjadi pada saat ini. Ditambah dengan adanya komunikasi krisis yang mana saat ini sangat penting karena data-data yang dipaparkan dan apa yang disampaikan oleh pemerintah menjadi bentuk kepercayaan public atau masyarakat kepada pemerintah. Bahkan dalam komunikasi krisis ini memiliki prinsip yang sangat diperhatikan dan tidak boleh dilewatkan, dan saat ini pemerintah sudah melaksanakannya.

Saat ini Muncul begitu banyak media baru seperti youtube, twitter, dan bermacam-macam banyak sekali. Begitu banyak manfaat dari media baru, jika humas mengembangkan hal ini berdampak kepada transparansi di masyarakat, meningkatkan keefektivan dan efisiensi pelayanan, hingga polling untuk membuat kebijakan dengan pelibatan masyarakat dalam memberi masukan. Ini merupakan bentuk kebutuhan masyarakat saat ini, informasi yang pasti harus benar-benar diberikan secara jelas dan tranparan.

Penggunaan-penggunaan media baru ini bisa digunakan untuk lebih gencar dalam menyampaikan informasi yang tranparan dan jujur. Dengan Kehadiran baru ini pada kebijakan "New Normal" harus dibantu oleh kesadaran masyarakatnya dahulu, jika saja hanya satu daerah maka akan tetap saja perkembangan dan penularan COVID-19 tidak terputus .

Semakin tinggi kesadaran masyarakat, dan informasi yang transparansi membuat masyarakat mempercayai pemerintah. Kunci keberhasilan berada pada kepercayaan publik kepada pemerintah, dan new normal bisa menjadi solusi jika hal ini terjadi.

Semoga yang sedikit ini bermafaat, opini yang tidak seberapa ini. Penulis memohon maaf apabila ada kesalahan dalam kepenulisan, silahkan komentar dibawah.
spacer

Gerakan Feminisme, Pembelaan Hak, Dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Oleh. Muhammad Naufaldi

                Hallo kawan dan pembaca setia- Kita tahu Gerakan feminism saat ini adalah gerakan yang belum juga dipandang serius oleh pemerintah, bahkan pembelaan selalu kalah akibat penggunaan kata “Nama Baik”.  Begitu rumitnya birokrasi mencari keadilan, bahkan sangat sulit untuk bisa mendapatkan sebuah hak kesetaraan gender itu sendiri. Stigma masyarakat yang tak pernah menganggap baik, seperti halnya “Seorang perempuan tidak boleh pulang terlalu malam” dsb.

                Perempuan juga merupakan manusia, memiliki hak hidup dan hak memilih. Tetapi semakin kesini dimasa yang semakin modern dan mudah bentuk perspekti kesetaraan gender belum tercapai. Banyak bidang seharusnya bisa menjadi sorotan mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga dalam masyarakat itu sendiri. Munculnya Gerakan Feminisme “menuntut tentang kebebasan hak perempuan” yang berarti disini perempuan dan laki-laki disini berbeda dan sebenarnya perempuan tidak ingin hak untuk menjadi seorang laki-laki karena yang diinginkan adalah hak mengkonstruksikan diri, kebebasan berkespresi.

                Kemudian, munculah gerakan-gerakan feminism yang berada dari gelombang pertama hingga akan memasuki gelombang kelima. Saat ini banyak sekali jika kita mengupas tentang Komunikasi dan Gender, isu sosial yang terjadi begitu banyak menjadi salah persepsi orang-orang dan terkadang bisa menyudutkan orang-orang yang tak bersalah. Seperti Contoh halnya, Pelecehan Seksual, Kekerasan dalam hubungan, dan sebagainya. Ini menjadi isu-isu sosial yang ada di Sosial Media, dan memunculkan gerakan-gerakan baru untuk melindungi penyintas. Ambil saja kasus tentang IM yang mana sempat viral lantaran melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan, secara data yang telah didapat korban mencapai puluhan orang dan telah melapor kepada LBH terkait dari beberapa Universitas besar. Tidak hanya IM saja sebenarnya, banyak sekali di bumi Indonesia ini hal tersebut tidak dilirik. Kemudian, Peran apa yang bisa dilakukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi yaitu membantu sebagai mediator sebagai pendengar curahan-curahan dan keresahan para penyintas. Selain itu, sebagai mahasiswa ilmu komunikasi juga dapat menjadi terbantunya penyintas ini menciptakan komunikasi yang baik lagi, menciptakan komunikasi yang efektif kembali, karena secara psikis juga penyintas pelecehan seksual mengalami trauma yang pasti cukup dalam serta merubah sikap dan pandangan terhadap seseorang itu.

            Selain itu, peran mahasiswa Ilmu Komunikasi juga berperan sebagia kader agent of change di sosial juga yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya Hegemoni patriarki, dan menyadarkan kesadaran tentang kesetaraan gender itu sendiri. Sebenarnya banyak sekali yang dapat dilakukan untuk mendorong agar korban penyintas pelecehan seksual juga menerima hak adil dan payung hukum yang sama seperti pelaku kejahatan itu.

            Mungkin, artikel kali ini cukup banyak pro dan kontra. Tetapi ini merupakan sebuah opini yang memang saat ini menjadi sebuah keresahan dalam diriku, dan mungkin dari mahasiswa yang berada di jurusan lain. Mohon maaf jika ada salah-salah kata, itu datangnya dari saya. Dan kebenaran datangnya dari Allah SWT. Dan kembali lagi tetap ingat untuk komentar dan sarannya kritik juga boleh menambah juga boleh! Selamat Membaca..

spacer