Gerakan Perempuan: Bentuk Penyadaran Hati dan Pikiran Serta Refleksi Perjuangan Hari Pancasila!


Oleh. Muhammad Naufaldi

Sejarah yang telah berlalu, dan terukir oleh perjuangan begitu membuahkan hasil. Dibalik terjadinya peristiwa kelahiran pancasila yang didirancang oleh "Bapak Negara" atau "founding father's". Telah membuktikan bahwa terdapat kiprah perempuan sebagai refleksi tajamnya sebuah tombak mendukung lahirnya bangsa ini. Selain itu, sebagai refleksi mulai sadarnya akan gerakan perempuan pada saat itu. Terlibatnya peran peran dalam lahirnya pancasila merupakan salah satu bukti akan melepaskan dari belenggu hegemoni patriarki pada saat ini, dan beliau-beliaulah yang telah memberikan kesempatan juga untuk melanjutkan perjuangan gerakan itu.

Siapakah beliau ?

Beliau adalah Ny. Maria Ulfah Santoso dan Ny. R.S.S Soenarjo Mangoenpoespito. Dimana Ny. Maria Ulfah Santoso merupakan seorang perempuan yang mendapatkan gelar sarjana hukum pertama di Indonesia pada waktu itu dan banyak bergerak didalam bidang politik dan perempuan. Sedangkan Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito juga menjadi salah satu perempuan yang berperan penting juga dalam perumusan pancasila ini. Mengapa ? Karena selain sebagai anggota BPUPKI juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perempuan (Fujinkai).

Dalam perumusan pancasila inilah gerakan perempuan dilancarkan oleh kedua tokoh perempuan yang berperan sebagai politikus dan memperjuangkan hak atas perempuan. begitu gentarnya dalam menyempurnakan pancasila, kedua tokoh ini tidak lupa memasukan nilai-nilai kesetaraan gender seperti
pembatasan poligami dan juga perluasan kesempatan belajar bagi anak perempuan.

Dari era R.A Kartini, hingga perjuangan-perjuang melalui gerakan perempuan yang kemudian telah berkembangan dan bergerak hingga saat ini. Bentuk penyadaran hati dan pikiran dari refleksi ini, gerakan perempuan pasti akan semakin kuat dan semakin gentar dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang memang saat ini menjadi sebuah sorotan media. Begitu besar keinginan gerakan perempuan untuk bebas dari hegemoni patriarki yang ingin juga memiliki hak dalam mendapatkan keadilan dan perlindungan.

Pada era saat ini, komunikasi menjadi sangat penting dalam terjalinnya gerakan perempuan. Dapat dilihat dalam penggunaan sosial media, begitu banyak kampanye-kampanye yang dipublish pada akun-akun sosial media. Semakin gencar dalam memberikan kesadaran hati dan pikiran individu serta masyarakat.

Gerakan perempuan mulai bermunculan untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan seutuhnya dan memperjuangkan kebebasan berekspresinya. Begitu pula masih terdapat represif dari pihak-pihak terkait tetapi perempuan sudah menjadi gerakan yang sangat gencar dan bersatu padu. Dimulai dari mahasiswa hingga orang-orang yang memang memperjuangkan hak asasi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender.

Dengan begitu banyak gerakan baru di sosial media, dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat untuk perlahan mengurangi kultur hegemoni patriarki. Selain itu, perempuan dapat memiliki haknya secara utuh, mengekspresikan diri serta dapat tercapai kesetaraan gender.

Semoga yang sedikit ini cukup bermanfaat untuk bacaan kalian! Dan juga memunculkan gerakan-gerakan perempuan. Panjang umur perjuangan.


Share:
spacer

3 comments: