Oleh. Muhammad Naufaldi
"Untuk Perempuan Yang Sedang Hancur Hatinya"
Darahku cepat terpompa keotak
Panas dingin raga tersontak
Hati terasa lemah berantak
Tak sekalipun berkata "tidak!"
Pedih, sekali lagi pedih!
Telah kubuka hati, akhir luka dan lungkrah
Sejenak mata menutup, elu pilu menetes
Disaksikan jam berdetak, untuknya terlepas
Lelaki, lelaki itu
Ingatan dalam gelap, merasuki dalam benakku
Membelah, terbelah hati terbagi dan hilang
Menyusup terbawa angin, terdiam ia terbang
Mengalir sejenak dalam pilu
Lekas sudah makna cinta dewasakanku
Purna, purna dan tertutuplah hati
Bermuara, pada labuh terakhir oleh kesembuhan hatiku
Magelang, 2020

No comments:
Post a Comment