| Source pixabay |
Oleh. Muhammad Naufaldi
Kini, Desember telah hadir
Pada semenanjung yang bersenandung
Membawa rasa-rasa yang kembali ke nadir
Hingga, mentari kini tertutup mendung
Sementara, hati yang masih terbelenggu
Rupanya menjadi, rasa sakit yang menunggu
Tanpa adanya tetes air mata, maupun dendam
Kini seorang tuan telah melepaskan hal yang diidam
Haus akan cinta, hingga hancur karena sepatah kata
Bahkan, dedaunan yang melambai rasa
Burung-burung yang bernanyi merdu
Juga, berusaha menghibur sang tuan
Desember, tidak ini sudah berlalu
Kini, kusimpan patah hati untuk yang kesekian kali
Menanamnya dalam risauku dan gelisahku
Yang tidak akan pernah mati oleh patah hati
Semoga hati tuan dilapangkan dari cobaan ini, semoga saja doa yang terbaik kepada tuan.










