Dua Kata Yang Hampa

Oleh. Muhammad Naufaldi

Sejenak aku memandangi titik-titik kota
Menatap sayu akan lelah perjuangan pujangga
Syair-syair yang sudah tercatat tinta
Mampu mengurangi rasa pedih yang tercipta

Kata-kata hampa
Selagi kau mampu mencinta
Seharusnya aku mampu merindu
Tanpa adanya batasan untuk rindu padamu

Ketika mentari berganti temaram
Kau seakan lupa akan cinta yang berujung muram
Menciptakan beribu bekas lara
Yang menyiksa dalam dekapan panah asmara

Semua kata-kata itu kau buat indah
Seakan langit dan bumi menjadi hiasan kata yang membuahkan perih
Ahh-ha-ha... Sunggu menanti bukanlah hal yang tepat lagi
Malahan siksa batin ini menjadi-jadi dan mematikan diri

Magelang, 15 November 2020

Share:
spacer

No comments:

Post a Comment