Amore e Roma

Oleh. Muhammad Naufaldi

-Pioggia nella città di Roma


Sepucuk surat telah tiba, ditengah hujan
Disuatu tempat dalam kehidupan
Persimpangan jalan itu, yang telah basah
Sekarang menjadi saksi sebuah kisah

Kisah cinta, berawal di Roma
Penuh kasih dan sayang merajut cinta

Memerah dalam lengkung senyummu
Aku berluntut pada Gusti, dalam rasa syukurku

Kau hadir, menyapa hati tak berpuan
Cukup menghangatkan rasa dan raga yang t'lah lama terasingkan

2020

-Pantheon Street
Kulihat lagi senyummu mengembang
Seperti roti yang berada di toko itu,
Cukup menggoda rasa khilfaku, dalam cinta disudut jalan pantheon street
Hening, dan cukup mengairahkan rasaku

Kalbuku menjerit, selalu ingin bersamamu
Angin seketika berdesis, melalui sela-sela sempit dan kecil itu

Aku jatuh cinta padamu, dalam senandung langit biru

2019

spacer

Hujan

Oleh. Muhammad Naufaldi

Hujan datang kembali
Mengundang rasa gelisah lagi
Ditengah dikau yang aku rindukan dalam mimpi malam ini
Aku menunggu ruang berbicara untuk membalas isi hati 

Tuan yang sedang menunggu hati bangkit dalam hujan
Bermain seakan hujan adalah kawan yang paling tak sungkan
Tunjukan raga yang telah rapuh hingga menyongsong kuat sang mentari
Namun, mendung kembali datang dalam kerinduanku yang berujung semu akankah pulih kembali ?

Rerumputan di dekat berada rumah yang sekarang lebat tertetes air yang jatuh untuk menaungi
Akhirnya berbahagia cerita itu dalam sebuah aksara akhir yang tak abadi dalam tulisan ini
Apakah rasa ini bisa datang hanya sementara untukku ? Atau kisah ini akan berakhir dengan luka
Rasa rindu yang menahanku akan rasa sakit, menyelamatkanku dari dunia yang berujung lara

Kuatkan aku yang membutuhkanmu dalam rindangnya pohon ini
Menyapaku, dalam udara yang telah lama menunggu dengan dedaunan yang lembut menari
Jatuh perlahan dalam pangkuan dan perlindungan-Nya
Aku tertunduk malu akan asmara yang tak berbalas oleh puan yang saat ini tak sekalipun menyapa
spacer