November, Hujan Datang




Oleh. Muhammad Naufaldi

Jika hujan, tidak datang pada november
Mungkin rasa ini tetap diujung takdir
Yang menyakitkan dan tak kunjung henti
Kini, waktunya aku menyaksikan hati


Yang telah lama letih
Dan berujung pada perih
Kini, novemberku penuh hujan
Yang membasahi hati kejiwaan

Tuas hati yang kini terbuka
Namun, menolak siapapun hadir
Sedangkan, hujan masih tetap berada di tempat yang sama
Waktupun mengusir dan mengusikku pada asa

Kini, november
Memberi banyak pelajaran kembali titik nadir
Mendekamkan hati
Memberikan peringatan pada pagi

"Agar pagi, menasehati lagi"

Selamat untuk kebahagiaan hati, lagi-lagi jangan terluka di kamu. Terimakasih

spacer

Hujan

Oleh. Muhammad Naufaldi

Hujan datang kembali
Mengundang rasa gelisah lagi
Ditengah dikau yang aku rindukan dalam mimpi malam ini
Aku menunggu ruang berbicara untuk membalas isi hati 

Tuan yang sedang menunggu hati bangkit dalam hujan
Bermain seakan hujan adalah kawan yang paling tak sungkan
Tunjukan raga yang telah rapuh hingga menyongsong kuat sang mentari
Namun, mendung kembali datang dalam kerinduanku yang berujung semu akankah pulih kembali ?

Rerumputan di dekat berada rumah yang sekarang lebat tertetes air yang jatuh untuk menaungi
Akhirnya berbahagia cerita itu dalam sebuah aksara akhir yang tak abadi dalam tulisan ini
Apakah rasa ini bisa datang hanya sementara untukku ? Atau kisah ini akan berakhir dengan luka
Rasa rindu yang menahanku akan rasa sakit, menyelamatkanku dari dunia yang berujung lara

Kuatkan aku yang membutuhkanmu dalam rindangnya pohon ini
Menyapaku, dalam udara yang telah lama menunggu dengan dedaunan yang lembut menari
Jatuh perlahan dalam pangkuan dan perlindungan-Nya
Aku tertunduk malu akan asmara yang tak berbalas oleh puan yang saat ini tak sekalipun menyapa
spacer