Relationship Stages: Proses Terjadinya Sebuah Kebucinan

 
Oleh. Muhammad Naufaldi

Oke, ini mungkin sedikit membahas kebucinan-kebucinan lagi. Tetapi, aku akan selalu menyuarakan bahwa" bucin itu tidak semenyedihkan kata orang". Setelah, menyuarakan bahwa bucin merupakan sebuah hak dan pilihan. Maka, sekarang kita membahas bagaimana hubungan itu bisa terjadi ? Dan bagaimana hubungan itu kokoh atau hacur ? 

Jadi disini, aku akan menjelaskan sedikit saja. Pada relationship stages ini merupakan fenomena yang terjadi pada perbucinan saat ini, dan mungkin menggunakan ilmu komunikasi akan menemukan solusinya.

1. Contact


Pada tahap ini biasanya kita kenal "First Impression", atau tahap pertama kali bertatap muka (bertemu/melihat). Pada tahap ini penampilan fisik menjadi penting, Karena dimensi fisik itu mudah sekali ditangkap oleh panca indera. Namun, disini ada penentu tahap ini kepada hubungan yang semakin baik seperti sikap bersahabat, sikap yang "asyik", sikap yang membuat aman ataupun nyaman, serta kehangatan dan keterbukaan disini menjadi keterungkapnya. Jika orang menyukaimu atau kamu menyukai dia dan berujung ingin melanjutkan ke tahap berikutnya. Nah, disini merupakan bisa dikatakan tahap Pra-PDKT bahasa gaulnya.

2. Involvement (Keterlibatan)


Dalam tahap ini hubungan mulai semakin mengembang, semakin mengetahui jauh tentang teman kita ataupun tentang kekasih kita. Disini orang yang berhubungan dan memasuki tahap ini bisa saja kalian tes, misalnya saja dalam keadaan bucin dimana ketika PDKT kalian pasti akan mengajak kencan mungkin atau jalan bersama, karena saat ini Covid-19 sedang merajalela mungkin contohnya kita bisa video call dengan doi. Nah, pada tahp ini hubungan kalian sudah mulai saling ingin kenal "siapa sih kamu sebenarnya?" ini bisa dikatakan hampir mirip dengan stalker, siapa sih yang enggak pernah stalker? Maka, setelah terjalin hubungan ini akan meningkat ke tahap berikutnya.

3. Intimacy (Keakraban)


Disini, mulailah terjadi yang namanya keterikatan dan "komitmen" dengan diri sendiri dan orang lain untuk menjalin hubungan menjadi teman dekat, sahabat maupun, pacar (kekasih).  Disini peran individu misalnya aku dengan kekasihku (padahal, aku masih jomblo berjangka panjang) sudah mulai intim dalam berkomunikasi. Nah, ditahap ini-nih kebucinan-kebucinan yang terkadang logis dan tidak logis atau sehat dan tidak sehat muncul disini. Mengapa demikian kita bisa melihat tahap keakraban ini mulai menjalin hubungan menjadi seorang pacar (kekasih) itu, Komitmen sudah mengikat pada hubungan kebucinan yaitu pacaran (untuk pemuda dan pemudi saat ini). 

4. Deterioration (Kerusakan)

Kemudian tahap ini seperti "Negara api yang menyerang" sebut saja ini disini muncul sebuah permasalahan yang menimbulkan kerusakan hubungan.. Mulai dari permasalahan seperti cemburu, berbohong dsb, yang menciptakan hubungan ini kurang puas diantara kamu dengan doi. Bahkan, disini mulai ada seperti ingin menjauh dari doi dan mulai merasa hubungan ini seakan mulai  tidak penting lagi bagi kalian begitu wahai yang memiliki kekasih.

5. Repair (Perbaikan)

Disini hubungan yang diserang oleh "Negara api" sudah mulai renggang sangat renggang, bahkan dikabarin cuma di-read doang begitu. hehe!

Pada tahap ini terdapat dua solusi yang mana akan menemukan perbaikan hubungan, lebih tepatnya ni seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka ini yang pertama  Baikan lagi atas intropeksi diri masing-masing.

6. Dissolution (Pemutusan)

Jadi tahap ini merupakan keputusan yang akan menimbulkan kehancuran hubungan atau akan kembali lagi ke tahap awal. Disini bisa kita misalkan seperti "aku punya pacar kemudian kita lagi ada masalah serta masalah itu belum terpecahkan" maka bisa dilambangkan ini seperti putus (Kandas ditengah jalan). Lebih tepatnya itu disini sudah benar-benar tidak ada hubungan lagi alias sudah "bubar" namun terkadang hubungan ini adakalanya ada rasa penyesalan. Tetapi disini pula bagi yang membina hubungan ini harus pergi dan tidak bisa kembali lagi.
Share:
spacer

No comments:

Post a Comment