Alam Semesta, Lebih Tau


Cipt. Muhammad Naufaldi

Riuh doa
Sambutan udara shubuh
Alam melihat tenang
Gunung menatap hangat

Matahari yang baru muncul
Mencium setiap insan yang ada di bumi
Bahkan, awan mendung
Menyambut hangat dengan riuhnya air jatuh

Tak kau tanyakan ?
Mengapa ?
Kita dicintai alam, setia tanpa pamrih
Seperti ibu yang membesarkan kita
Dalam pelukan hangat

Alam lebih tau
Hingga ia harus bersabar
Oleh rakusnya makhluk yang berakal
Bertamasya diatas kebijakan
Hingga ia lupa akan diri sendiri

Mencari sebuah jawaban
Alamlah yang menjawabnya

Share:
spacer