Riuh doa
Sambutan udara shubuh
Alam melihat tenang
Gunung menatap hangat
Matahari yang baru muncul
Mencium setiap insan yang ada di bumi
Bahkan, awan mendung
Menyambut hangat dengan riuhnya air jatuh
Tak kau tanyakan ?
Mengapa ?
Kita dicintai alam, setia tanpa pamrih
Seperti ibu yang membesarkan kita
Dalam pelukan hangat
Alam lebih tau
Hingga ia harus bersabar
Oleh rakusnya makhluk yang berakal
Bertamasya diatas kebijakan
Hingga ia lupa akan diri sendiri
Mencari sebuah jawaban
Alamlah yang menjawabnya
