Halo Pembaca! - Banyak sekali orang belum sadar bahwa gender itu berbeda dengan jenis kelamin. secara pengertian jenis kelamin (sex) itu diperoleh secara secara biologis, artinya mengandung makna implisit bahwa individu tidak memiliki kuasa untuk menentukan. sedangkan Gender adalah status yang dicrpai atau archived status yang dikonstruksikan secara psikologis, kultur dan sosial. dengan kata lain individu dapat menentukan gender-nya sendiri sesuai peran yang dimainkannya dalam situasi sosial. Gender dengan demikian merupakan peran, aktivitas, pencapaian yang diperoleh melalui interaksi dalam situasi sosial.
Setelah, kita tahu mengenai perbedaan gender dan jenis kelamin (sex) maka kita akan memasuki tentang kesetaraan gender. mengapa demikian ? karena pada mulanya memang terdapat timpang tindih dalam sejarah yang terjadi. Kesetaraan Gender menjadi sorotan lantaran ini menjadi bentuk isu sosial yang hangat dikalangan orang-orang yang mempelajarinya secara umum maupun secara mendalam. Mengapa isu sosial ini begitu tabu di masyarakat ? Kalau menurut pendapat penulis karena kultur dari jaman dahulu kesetaraan gender tidak terlihat bahkan tindak timbul, hingga munculah gerakan perempuan yang mendobrak hal itu yang mana istilah ini muncul pada abad ke-19. Feminisme adalah gerakan yang menyatakan sebagai "gerakan pembebasan perempuan".
Gerakan yang menginginkan perempuan memilih dan memiliki haknya. Bahkan, banyak sekali kejadia-sejarah yang menimbulkan banyak sekali gerakan feminisme. Contohnya R.A Kartini salah satu sosok perempuan yang menolak hegemoni patriarki dengan menulis bahwa pendidikan bagi perempuan adalah penting. Beliau R.A Kartini benar-benar membuat kita terbuka wawasannya melalui tulisan "Habis Gelap, Terbitlah Terang". Ini merupakan contoh gerakan feminisme tahap pertama, dan masih banyak lagi.
Melihat sejarahnya, penulis mengajak kembali pada hari ini. Banyak isu-isu tentang kesetaraan gender yang tidak terdeteksi, mulai dari pengangguran, pendidikan, pekerjaan, hingga berhubungan dengan kekerasan. Semua ini merupakan isu yang tidak pernah diperhatikan, dianggap sepele. misalnya saja pekerjaan dari gaji sudah sangat memiliki perbedaan, walaupun pekerjaan dan jabatan sama tetapi tidak mencerminkan adanya kesamaan.
Inilah yang terjadi, hingga saat ini banyak bentuk gerakan-gerakan feminisme untuk juga mendapatkan hak yang sama. Melihat hal itu memang tak bisa dipungkiri Hegemoni Patriarki masih saja menancap dalam masyarakat. Stigma masyarakat saat ini memang tidak bisa dihindari, feminis atau maskulin itu sama-sama dianggap belum ada, tabu dan tidak terjadi kesetaraan gender. Namun, penulis ingin tetap fokus dengan Gerakan Feminis. Saat ini banyak sekali gerakan-gerakan yang memperjuangkan hak dan perlindungan perempuan, mulai dari gerakan-gerakan independen diluar "Nama Baik Kampus".
Berharap dengan tulisan ini yang juga bertujuan agar semua orang sadar akan pentingnya kesetaraan gender. Mungkin kita bisa buktikan saja, oke setelah membaca sedikit hal tentang diatas aku punya pertanyaan ke semua orang tapi diutamakan laki-laki yang ngasih perpsektif banyak.
Jadi, Gimana pendapat kalian tentang pertanyaan diatas ? Yuk, Jawab di kolom komentar. Mungkin sebelum menutup artikel ini, ada baiknya mohon maaf dan lahir batin karena menjelang lebaran, dan penulis memohon maaf sebesar-besarnya jika ada tulisan diatas yang mungkin salah, silahkan diingatkan melalui komentar.
Melihat sejarahnya, penulis mengajak kembali pada hari ini. Banyak isu-isu tentang kesetaraan gender yang tidak terdeteksi, mulai dari pengangguran, pendidikan, pekerjaan, hingga berhubungan dengan kekerasan. Semua ini merupakan isu yang tidak pernah diperhatikan, dianggap sepele. misalnya saja pekerjaan dari gaji sudah sangat memiliki perbedaan, walaupun pekerjaan dan jabatan sama tetapi tidak mencerminkan adanya kesamaan.
Inilah yang terjadi, hingga saat ini banyak bentuk gerakan-gerakan feminisme untuk juga mendapatkan hak yang sama. Melihat hal itu memang tak bisa dipungkiri Hegemoni Patriarki masih saja menancap dalam masyarakat. Stigma masyarakat saat ini memang tidak bisa dihindari, feminis atau maskulin itu sama-sama dianggap belum ada, tabu dan tidak terjadi kesetaraan gender. Namun, penulis ingin tetap fokus dengan Gerakan Feminis. Saat ini banyak sekali gerakan-gerakan yang memperjuangkan hak dan perlindungan perempuan, mulai dari gerakan-gerakan independen diluar "Nama Baik Kampus".
Berharap dengan tulisan ini yang juga bertujuan agar semua orang sadar akan pentingnya kesetaraan gender. Mungkin kita bisa buktikan saja, oke setelah membaca sedikit hal tentang diatas aku punya pertanyaan ke semua orang tapi diutamakan laki-laki yang ngasih perpsektif banyak.
"Bagaimana jika nanti menikah kemudian pembagian kerjanya dibalik ? jadi istri kalian yang bekerja di luar rumah, kalian yang mengerjakan pekerjaan Rumah termasuk anterin anak sekolah, belanja ke pasar, memasak, beres2 rumah dsb ?"

No comments:
Post a Comment