Oleh Muhammad Naufaldi
Sang peneduh hati, tiap manusia
Tepat harap-harap itu kau terima
Bahkan tak ada lagi tandingannya
Memberikan segelintir kehidupan akan dahaga ditengah sahara, menetes embun yang menyeka
Tetap dingin dan tenang, hangat yang dengan pelukannya yang tenangkan amarah
Bersama angin ia bergerak, sebagai langkah pasrah dalam kendaraan-nya
Malaikat Hujan-ku
Bertahan dalam kuatnya angin topan, yang siap menyerang.
Dalam pelukan gusti kau menangis, memohon agar sembuhkan lara dari kekalahan
Riuh suara hatinya, doa-doa berterbangan keangkasa.
Menuju, kearah-Nya
Lantas, hatinya kuat menyabar diri
Sosok puan yang selalu sejukan pikiran
Yang halus berbisik, bersama riuhnya hujan yang menyeka
Menetes, dan membasahi bumi
Memberikan harapan kehidupan untuk alam
Seakan hatinya kuat tak mampu lagi yang bisa membukanya
Sudahlah puan, kau kuat hingga tiada ada yang bisa menandingi puan
Dalam, tabahnya, tawakal, hingga riuhnya doa
Ijabah dan ijabah doa itu.
Untukmu puan: Kau yang terkuat, selalu memberikan kekuatan, dan percayalah Gusti memuliakanmu.

No comments:
Post a Comment