Oleh Muhammad Naufaldi
Gusti, ampuni hati ini
Rasa yang membajiri, meluap tak terbendung
Tlah membuatku merasa susah hati
Riangnya yang kurindukan lagi-lagi membuat bingung
Syair dan aksara tlah terbaca
Tergoreskan tinta yang kutatap oleh mata
Mata yang sudah menua dan terbantu oleh sebuah lensa
Kacamata kehidupan sebuah rasa
Aku masih saja menyebutnya dalam doa
Walaupun hatinya memilih lain yaitu dia
Aku teguh, sekeras karang dan tetap dalam pelukan-Nya
Mengharap restu gusti yang meminta ampun dalam salahnya rasa
Riang-mu menjadi bahagia dalam cerita
Penyair ini sedang kesepian dalam hilang arahnya
Kompas yang sedari tadi disentuh tak lagi meruntuhkan harap
Semoga kelak pencarian sepiku akan bertemu kau yang aku harap

No comments:
Post a Comment