Oleh Muhammad Naufaldi
Genggaman itu, membekas akan telapak ini
Sungguh heran, malam terasa semakin sunyi
Selusin rindu, menghantam melalui dingin malam
Menutup hari, kunjung dalam ruang yang muram
Manisku, sedikit gula kutambahkan diantara kopi dan susu
Setertarik hati, diamku riuh dalam doa untukmu
Begitu rindu aku, dalam lusinan rindu
Menumpuk kuat dalam dingin malamku
Sejenak susah hati, bahagia hadir
Ketika kuingat, benak senyummu manis membuatku berdebar
Diantara doa untukmu dan panjatan kepada Tuhan
Segala rasa, meresap dalam hati dan alam kesadaran
Manisku, jangan bersedih akan rindu
Sungguh tatkala pagi datang, menjelmalah riuh doaku menjadi bahagiamu
Iringi langkahmu, dalam raga yang berjuang
Mengarungi setiap aksara rindu yang teguh seperti karang.
Magelang, 21 September 2020

No comments:
Post a Comment