Keheningan Malam Obat Hati

Sudah mendekati larut malam, ditambah nuansa hujan dan juga hening yang ada dilingkungan ini membuatku merasa sedikit tenang. Yah, lantaran sudah bertemu dengan sang pujaan hati yang baru saja bisa bertemu. Mulai kunikmati setiap gerak-gerik dedaunan dibawah hujan berteman dengan kopi panas yang sedikit menggodaku. Tidak kusangka baru saja banyak aku berbicara dengan dia, mengobati segenap rasa rindu yang terbatas oleh kuliah. Namun, aku tidak menyalahkan kuliah menjadi pembatas lho ya! tetapi aku berbicara soal kuliah itu salah satu yang penting, tetapi ada yang lain juga yang penting juga begitu. Malam yang biasa saja sebenarnya menjadi spesial kek "martabak manis" lantaran aku menemukan selfhealing dan obat hati yang sempat merusakku beberapa bulan yang lalu. Hujan tak kunjung berhenti menghipnotis setiap insan agar tidak keluar dari rumah malam ini, namun kujemput dia malam ini bertemu dan berbicara tentang banyak hal.

"Hey" sapaan dia halus lembut
"Arep nangdhi mas ??"Lanjutnya..
"Yo, teko mlaku sek koyo biasa"jawabku, biasa sambil senyumanku katanya gemesin begitu.
"Tapi kok iki udan ki dek, piye ?"jawabku ditengah kekhawatiran yang sedikit bingung juga
"Terserah, mas"

Ya, karena dia bilang "Sekarep-mu mas." ku ajak saja ke cafe yang tidak terlalu luas tetapi kenyamanan dan keamanan selalu terjaga  yang pasti tetaplah ketutup dari hujan. Sedikit canggung ketika awal mengobrolkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan atau soal pacaran begitu, membahas kenangan yang telah lalu dalam hidupnya dan itu merupakan salah satu bentuk kepercayaan setiap orang kepada kekasihnya. kenangan-kenangan itu mengobati setiap laraku dan lelahku hari ini malam yang akan segera berujung menuju pagi pasti ada sebuah harapan-harapan baru yang akan muncul aku hanya harus "yakin" soal itu.

Kenangan, adalah bentuk sebuah ingatan yang bisa menancap dalam pikiran maupun hati. Menimbulkan perdebatan antara otak dan hati, karena terkadang tidak sinkron dan harus berjalan sendiri-sendiri menimbulkan luka untuk diri sendiri. Terpenting adalah tanpa kenangan kita tak akan mampu berdiri tegar dan kuat seperti sekarang ini, terapalagi bab percintaan yang tak kunjung berlabuh dan bersama.

Percakapan yang tak kunjung ingin kuselesaikan dikarenakan masih ada rindu yang tersisa, tapi waktu malam dan hujan menjadikan kemungkinan ini tertutup untuk segera menceritakan banyak hal lagi. Masih kuingat sorot tatap matanya, senyumnya, dan tertawanya menimbulkan kebahagiaan tersedenri menjadikan self healingku disetiap jenuh dan resahku. riuhnya kendaraan yang lalu lalang tak mengijinkanku diam saja memberikanku kesempatan untuk sering berbicara dengan dia, dan turunnya hujan menjadi rasa bersyukur ketika waktu tak segera menjawabku ada sebuah keyakinan aku akan memilikinya dalam ikatan yang lebih serius. Malam akan segera habis sesaat lagi, menemani setiap detak jantungku dan nafasku. Keheningan malam membawakan-ku secangkir obat penghilang dahaga dan obat penawar hati yang tersakiti, memberikan pelajara soal percintaan yang baru dan ku yakini ingin alam merestui hubunganku "SEMOGA KITA BERJODOH!"harapku dalam teriakan hati kecil. dan semoga kita bisa tetap berakhir pada muara dan pelabuhan kita.

Jangankan soal patah hati, kita memiliki hati yang dipatahkan untuk melatih kesabaran dan emosi kita. Cinta bukan soal menyayangi saja, tapi soal hal-hal yang kita tak pernah pelajari bahkan mampu membuat kita mengerti hal-hal yang baru, bahkan kenangan adalah sebuah ujianmu untuk melalui itu. Hujan saja tau cara pengertian, sebagai manusiapun kita seharusnya bisa selama kita yakin pasti bisa.
Share:
spacer

No comments:

Post a Comment