Sedih memang, celah-celah itu
Terbuka oleh orang-orang yang menutup telinga
Menutup mata,
Tanpa melihat nasib orang lain
Langkah tegap, persiapan investasi lebih baik
Namun, nafsu tatkala sudah menghancurkan akal pikir
Penghancuran alam segera akan terjadi, jika kebijakan itu berlaku
Hingga tak ada sisa untuk kami bernapas
Menghancurkan setiap kehidupan
Pencemaran dimana-mana
Alam-pun sekarat hingga tak berbicara
Alam-pun sekarat hingga tak berbicara
Perlahan, menggoncangkan tanah air
Alamku, Alammu, Alam kita semua
Ia sudah seperti ibu kita
Durhaka sekali, orang yang menutup mata dan telinga itu
Kepada ia yang telah melahirkan, menaungi kita
Banyak yang tercekik
Hingga tanah sudah tak sudi untuk diinjak
Alam semesta memandang dingin
Alam semesta memandang dingin
Perlahan diam diujung kematian, dan detak yang melambat
Dan semoga mereka tak dikutuk oleh Gusti dan Alam tidak mengutuk kalian.
Dan pesan-pesan ini perlahan kusampaikan. Jangan hancur, bersama kita berjuang
Menghancurkan yang bersalah, memperbaiki yang benar. tatkala mereka.
Menghancurkan yang bersalah, memperbaiki yang benar. tatkala mereka.

No comments:
Post a Comment