Rasamu dan Kopi Hitamku


Oleh Muhammad Naufaldi

Fajar menjelang, menjelma hangat
Langkah-langkah berhamburan dalam ingatan pekat
Deburan ombak berlarian ketepian
Mendatangiku dan berbisik akan arti sebuah penantian

Jauh kuarungi, bahteraku yang telah rusak ini
Mencari labuh untuk perbaiki
Bahtera untuk mengarungi mimpi
Menghiasi salah satu bintang dan menjadi penerang hati

Kasih, ijinkan berlabuh menjemputmu
Alam dan burung-burung bernyanyi merdu
Menggenggam dalam sembahyang
Mencurahkan riuh doa kepada gusti dalam harap dan angan

Menanti rasamu dan rukun kopi hitam
Oleh sebab, rasa yang tlah lama terpedam
Rengkuhlah maknaku dalam hidup pahit
Bersyahdulah hati memiliki sang dewi langit


Share:
spacer

3 comments: