oleh. Muhammad Naufaldi
Menurutku Komunikasi merupakan salah satu peragaan seni yang sangat banyak digunakan dimedia maupun platform-platform yang naik daun saat ini. Semakin banyak menggunakan sosial media atau platform ini menciptakan banyak sekali analisis baru yang juga sama bermunculan pada artikel-artikel penelitian. Namun bagaimana seorang meragakan berkomunikasi peka akan menjadi seorang kritis itu sangat rendah sekali saat ini. Hidup di Negara yang memiliki rasa Demokrasi atau kebebasan berpendapat dan bersikap kritis malah kurang diperhatikan oleh seorang ataupun beberapa orang bahwa hal tersebut merupakan seni dalam berkomunikasi juga.
pernah membayangkan film the king speach jika diperagakan oleh semua masyarakat untuk mengkritisi keadaan saat ini menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan. Tidak kalah menyenangkan dibanding melukis, menulis dan sebagainya.
Kita membuktikan bahwa komunikasi dan seni merupakan sebuah kesatuan yang bisa dibilang berseberangan. Namun, tidak dapat dipungkiri komunikasi dan seni itu satu kesatuan juga yang sengaja diciptakan untuk menanggapi berbagai hal. Bahkan, mengkritisi sebuah pandangan dan menanggapi sebuah kesalahan pemerintahan yang seharusnya bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua.
Tidak jauh dengan yang namanya komunikasi, seni dan kritikan tajam, peningkatan literasi menjadi sebuah iring-iringan yang tidak bisa terlepas begitu saja.
Inilah yang seharusnya dipelajari oleh para remaja milenial saat ini, generasi yang mampu merubah indonesia kedepannya. Tidak ada kata terlambat untuk mempelajarinya karena itu sangat dibutuhkan, tidak ssekedar mengobral janji-janji manis yang menuai pemasalahan baru atau memunculkan permasalahan yang tidak diinginkan.
Peragaan yang tajam akan kritikan ini lebih didominasi untuk seorang agar mempelajari bagaimana melemparkan pertanyaan-pertanyaan logis dan cukup untuk dijelaskan secara eksekusinya. orang-orang yang pandai dan peka akan sebuah kritikan akan mencoba memahami begitu banyak hal dan aspek serta melihat bagaimana cara untuk menemukan solusi jangka panjang dan pendek.
Belajar melemparkan pertanyaan kepada mereka yang lebih jauh diatas kita itu adalah penting. Cukup penting dengan menggunakan bahasa yang tepat dan benar.
Mengapa hal itu penting ?
Sekali lagi dalam penekanan, mengkritisi sebuah hal itu sangat penting sekali. Dibutuhkan banyak jam terbang dan literasi yang banyak agar mampu diselesaikan. Menjadi tidaklah mudah banyak dipertaruhkan untuk mencapai sebuah kepuasan terhadap sendiri. Kepuasan mengkritisi merupakan kepuasan sekunder dan tidak begitu terasa melesat didalam bawah alam sadar, tetapi tertancap di dalam pikiran mereka dan menciptakan kesadaran.
Dalam mengkritisi satu hal juga bisa meningkatkan cara penggunaan diksi dan semakin banyak belajar dalam memperbaiki ejaan bahasa indonesia, Peningkatan ini karena kesadaran sosial dan kesadaran akan pentingnya hidup sosial, bahkan peningkatan ini sangat tidak disadari oleh diri sendiri tapi terdorong oleh alam bawah sadar.
Jadi bagaimana kaum milenial ? Menjadi kritis atau menjadi seorang yang hanya rebahan dikamar ? ini membuatmu sadar betapa penting akar dari namanya kritis dan kritik. Cukup luas tetapi sangat mudah untuk dilakukan jika "terbiasa". Tidak ada yang salah ketika ingin menjadi benar, kecuali hanya orang-orang yang menyepelekan sebuah konsep dari kritik tersebut. Inilah yang kita lawan bersama-sama.




