Bagi beberapa orang menulis itu menyenangkan, dan ada beberapa orang yang menganggap menulis itu musuhnya. Begitu ? Oke, mungkin aku akan sedikit memberikan treatment-treatment yang cukup bermanfaat nih. Bahwa, menulis itu tidak sesulit seperti mendapatkan si "Doi" kok beneran deh atau mencintai si doi secara tulus ? Dan aku yakin menulis adalah yang paling tulus, jujur, dan pasti untuk hati,
Hehehe.
Oke, tidak perlu basa-basi. langsung yuk kita bahas apa saja manfaat menulis terhadap diri kita maupun untuk orang lain, dibawah ini terdapat 6 poin yang menurutku cukup relate. udah kepo yuk kita bahas satu demi satu.
1. MENGABADIKAN PENGALAMAN HIDUP
Kita bisa mengabadikan hal-hal menarik dalam hidup kita. Kenapa perlu kita abadikan? Karena yang perlu kita wariskan pada anak dan cucu kita bukanlah harta tapi pengalaman hidup dan wisdom kita. Menulislah dan tidak usah malu mengungkapkan sisi hitam kita.
Karena bukan sisi negatif itu yang akan kita highlite tapi hikmah positif apa yang kita peroleh dari peristiwa tersebut.
2. MENINGGALKAN LEGACY
Menulis membuat kita bisa meninggalkan legacy untuk keturunan kita. Cucu-cucu yang gak sempet ketemu kita, pasti seneng banget ketika membaca, Misalnya “Wah, nenek buyut, Chusnul, kita ternyata dulu seorang Pengusaha , Loh.
“Ih, kagum banget sama nenek buyut Chuss!!”
“Gile, ternyata kakek buyut kita Doni adalah Video Editor. Hebat banget. Sayang kita gak sempet ketemu beliau.”
Mengharukan, bukan?
Dan kalo buku kita bagus, bukan cuma keluarga tapi dunia akan membaca buku kita.
Seperti orang bijak berkata, “If you want to know the world, READ. If you want the world to know you, WRITE!
3. MEMBUANG SAMPAH EMOSI
Jiwa menderita, tubuh menjerit. Itulah yang tejadi di era modern seperti sekarang. Sebagian besar penyakit yang menggeragoti tubuh selalu datang dari masalah psikis (Psychosomatic). Alhamdulillah salah satu obat yang paling manjur adalah menulis. Menulis berfungsi sebagai EMOTIONAL DETOX yang mampu mengusir rasa sakit, penderitaan, rasa bersalah, kesedihan dan stress.
Semua itu berpangkal dari energi negatif yang semakin gila datang dari media digital. Kalo semua energi negatif tersebut dibiarkan dalam tubuh, lama kelamaan akan mengakibatkan tubuh kita sakit.
Tapi jika kegelisahan itu terlalu personal untuk dibuka ke publik, tulis tentang hal lain. Tentang apa saja semau kita. Hasilnya? Aneh bin ajaib, kegelisahan kita tetap menghilang. Begitu powerfulnya menulis bagi kesehatan kita.
4. MENULIS ITU SEPERTI MAIN GAME
Main game sering disebut dengan melampiaskan aktualisasi diri. Menulis itu persis seperti main XBOX atau PS (Play Station).Perhatiin deh, game yang dipilih oleh anak kita, sebenernya sangat mewakili harapan dan imajinasinya. Mereka memilih game balapan karena buat mereka seru dan ternyata menjadi pembalap adalah salah satu impiannya.Tidak semua impian bisa jadi kenyataan tapi dengan main game sedikit banyak aktualisasi diri bisa terpenuhi. Sama dengan main game, menulis juga bisa berfungsi sebagai aktualisasi diri.
Buat yg suka berkhayal pengen jadi jagoan, pengen jadi bintang film, pengen jadi Super Hero…pokoknya jadi apa aja, BISA. Tuliskan cerita berdasarkan imajinasi itu.
Tokohnya tidak perlu harus kita. Ketika semua kita tuliskan maka semua hal yg kita ceritakan sebetulnya semuanya merupakan representasi dari pikiran, imajinasi, cita-cita, harapan kita.Dengan menulis cerita, kita bisa jadi apa aja di sana.
Pokoknya apapun yang muncul dalam pikiran, apapun yang sering muncul dalam imajinasi kita, tuliskan. Insya Allah tulisan kita akan menjadi bagus. Kenapa? Karena sesuatu yg sering kita imajinasikan pasti sangat sempurna minimal buat kita sendiri
5. MENULIS ITU MENCEGAH PIKUN
Banyak orang yang memasuki usia pensiun, seringkali bingung harus melakukan apa. Hidup itu tentang mengejar sesuatu. Meskipun keliatan sepele, tetap harus ada yang dikejar. Itu sebabnya banyak pensiunan cepat meninggal karena mereka gak punya sesuatu yang harus dikejar.Mereka stress dan merasa gak berguna menjalani hidup.
Padahal Masa Pensiun itu bukanlah periode di mana kita tidak mengerjakan apa-apa. Masa pensiun adalah masa di mana kita mempunyai kebebasan untuk memilih pekerjaan yang kita sukai. Karena butuh kegiatan dan membutuhkan sesuatu untuk dikejar, akhirnya para pensiunan tersebut mencoba berkebun, kursus melukis atau kursus menulis.
Berdasarkan hal itulah, saya berpendapat, daripada menunggu tua baru belajar menulis lebih baik kita belajar dari sekarang. Kalo hobby menulis, ketika kita tua nanti, kita mempunyai kegiatan yang meneyanangkan. Kita bisa berkarya, menulis sepuasnya, menerbitkan beberapa buku karena di jaman masih bekerja sering tertunda oleh kegiatan lainnya.
6. MENJADI TOKOH YANG DIDENGARKAN
Ada teori yang mengatakan bahwa secara umum manusia terbagi dalam dua tipe; 1. Tipe pembicara dan 2. Tipe pendengar.Terus terang saya kurang sepakat dengan teori itu. Minimal di lingkungan saya, semua orang ingin menjadi pembicara sekaligus ingin didengarkan. Karena itu menulislah.Ketika orang memutuskan untuk membaca tulisan kita berarti dia dengan rela mendudukkan dirinya sebagai pendengar.
Dan kita sebagai penulisnya tentu saja adalah pembicaranya. Hehehehe… Tulisan yang bagus adalah tulisan yang menggugah emosi. Emosi dalam arti pembaca akan terharu, tersenyum, geli, ngakak bahkan berurai air mata.
Nah, itu baru 6 poin nih. sebenarnya banyak sekali manfaat menulis selain 6 poin diatas, menurutku menulis adalah cara berekspresi dalam segala rasa yang tak kenal akan kata pamrih. selain itu menulis juga membuatku lancar dalam berbicara, yang dimaksud adalah sebagai bahan latihan untuk berkomunikasi yang baik. Mungkin itu dulu yang dapatku sampaikan 6 poin manfaat menulis, semoga bermanfaat! Tetap berkarya walaupun dirumah! Semangat-semangat-semangat. Sampai bertemu di Artikel berikutnya.