Kala Rindu Menghampiri

 Kala Rindu Menghampiri
 Oleh Muhammad Naufaldi

Pagi, menyambutku
Menghindari selalu kata merindu
Paijo, yang menantang surya paloh
Seakan, dia paling pandai

Petani-petani memanen padi
Hingga merasa tawaku melihat keindahan arti bahagia
Seorang pemuda yang tak kalah bucinnya
Dengan manusia-manusia yang lain-nya

Ku tak tahu, aku bisa merindukan wanita
Tengah, dalam pelukan Gusti yang aman
Hebat cinta menjalinkan
Berjalan tanpa dengan "hadapi bersama"

Keseringan merindu aku ini, dik!
Memikirkan apa yang akan kita lakukan kelak
Canggungkah pertemuan itu nanti
Atau semua begitu mengalir dalam kebahagian
Dan terbaik adalah semoga tuhan memberikanku pelabuhan

Magelang, 10 April 2020

spacer

Pesan Rahasia: "Karyamu Abadi"

Oleh. Muhammad Naufaldi

Senandung lagu perlahan mengaluni
Not-Not itu masih saja menemani
Setiap karya yang abadi
Dalam telinga-telinga kerinduan nanti

Semua, ini menjadi abadi
Di akhir cerita yang tak pernah sembunyi
Menjelma lirik-lirik rindu
Yang, mendalam didalam hatiku

Suara itu, akan selalu dirindukan
Lirik-lirik yang menjelma menyejukan
Mungkin puisi ini tidak akan dibaca
Namun, aku yakin ini akan abadi disana

Waktu sudah memberikan ketenangan
Ketenangan yang tidak akan mengganggumu satupun
Semoga karya-karya ini membawakan doa
Menuntun disetiap langkah-langkah dalam riuhnya

Rest in Poems, 2020
spacer

Memang Menulis Ada Manfaatnya ? Ini 6 Manfaat Menulis


Oleh. Muhammad Naufaldi

Bagi beberapa orang menulis itu menyenangkan, dan ada beberapa orang yang menganggap menulis itu musuhnya. Begitu ? Oke, mungkin aku akan sedikit memberikan treatment-treatment yang cukup bermanfaat nih. Bahwa, menulis itu tidak sesulit seperti mendapatkan si "Doi" kok beneran deh atau mencintai si doi secara tulus ? Dan aku yakin menulis adalah yang paling tulus, jujur, dan pasti untuk hati, Hehehe.

Oke, tidak perlu basa-basi. langsung yuk kita bahas apa saja manfaat menulis terhadap diri kita maupun untuk orang lain, dibawah ini terdapat 6 poin yang menurutku cukup relate. udah kepo yuk kita bahas satu demi satu.

1. MENGABADIKAN PENGALAMAN HIDUP

Kita bisa mengabadikan hal-hal menarik dalam hidup kita. Kenapa perlu kita abadikan? Karena yang perlu kita wariskan pada anak dan cucu kita bukanlah harta tapi pengalaman hidup dan wisdom kita. Menulislah dan tidak usah malu mengungkapkan sisi hitam kita.
Karena bukan sisi negatif itu yang akan kita highlite tapi hikmah positif apa yang kita peroleh dari peristiwa tersebut.

 2. MENINGGALKAN LEGACY

Menulis membuat kita bisa meninggalkan legacy untuk keturunan kita. Cucu-cucu yang gak sempet ketemu kita, pasti seneng banget ketika membaca, Misalnya “Wah, nenek buyut, Chusnul, kita ternyata dulu seorang Pengusaha , Loh.
“Ih, kagum banget sama nenek buyut Chuss!!”

“Gile, ternyata kakek buyut kita Doni adalah Video Editor. Hebat banget. Sayang kita gak sempet ketemu beliau.”
Mengharukan, bukan?

Dan kalo buku kita bagus, bukan cuma keluarga tapi dunia akan membaca buku kita.
Seperti orang bijak berkata, “If you want to know the world, READ. If you want the world to know you, WRITE!

3. MEMBUANG SAMPAH EMOSI

Jiwa menderita, tubuh menjerit. Itulah yang tejadi di era modern seperti sekarang. Sebagian besar penyakit yang menggeragoti tubuh selalu datang dari masalah psikis (Psychosomatic). Alhamdulillah salah satu obat yang paling manjur adalah menulis. Menulis berfungsi sebagai EMOTIONAL DETOX yang mampu mengusir rasa sakit, penderitaan, rasa bersalah, kesedihan dan stress.
Semua itu berpangkal dari energi negatif yang semakin gila datang dari media digital. Kalo semua energi negatif tersebut dibiarkan dalam tubuh, lama kelamaan akan mengakibatkan tubuh kita sakit.
Tapi jika kegelisahan itu terlalu personal untuk dibuka ke publik, tulis tentang hal lain. Tentang apa saja semau kita. Hasilnya? Aneh bin ajaib, kegelisahan kita tetap menghilang. Begitu powerfulnya menulis bagi kesehatan kita.

4. MENULIS ITU SEPERTI MAIN GAME

Main game sering disebut dengan melampiaskan aktualisasi diri. Menulis itu persis seperti main XBOX atau PS (Play Station).Perhatiin deh, game yang dipilih oleh anak kita, sebenernya sangat mewakili harapan dan imajinasinya. Mereka memilih game balapan karena buat mereka seru dan ternyata menjadi pembalap adalah salah satu impiannya.Tidak semua impian bisa jadi kenyataan tapi dengan main game sedikit banyak aktualisasi diri bisa terpenuhi. Sama dengan main game, menulis juga bisa berfungsi sebagai aktualisasi diri.

Buat yg suka berkhayal pengen jadi jagoan, pengen jadi bintang film, pengen jadi Super Hero…pokoknya jadi apa aja, BISA. Tuliskan cerita berdasarkan imajinasi itu.

Tokohnya tidak perlu harus kita. Ketika semua kita tuliskan maka semua hal yg kita ceritakan sebetulnya semuanya merupakan representasi dari pikiran, imajinasi, cita-cita, harapan kita.Dengan menulis cerita, kita bisa jadi apa aja di sana.

Pokoknya apapun yang muncul dalam pikiran, apapun yang sering muncul dalam imajinasi kita, tuliskan. Insya Allah tulisan kita akan menjadi bagus. Kenapa? Karena sesuatu yg sering kita imajinasikan pasti sangat sempurna minimal buat kita sendiri

5. MENULIS ITU MENCEGAH PIKUN

Banyak orang yang memasuki usia pensiun, seringkali bingung harus melakukan apa. Hidup itu tentang mengejar sesuatu. Meskipun keliatan sepele, tetap harus ada yang dikejar. Itu sebabnya banyak pensiunan cepat meninggal karena mereka gak punya sesuatu yang harus dikejar.Mereka stress dan merasa gak berguna menjalani hidup.

Padahal Masa Pensiun itu bukanlah periode di mana kita tidak mengerjakan apa-apa. Masa pensiun adalah masa di mana kita mempunyai kebebasan untuk memilih pekerjaan yang kita sukai. Karena butuh kegiatan dan membutuhkan sesuatu untuk dikejar, akhirnya para pensiunan tersebut mencoba berkebun, kursus melukis atau kursus menulis.

Berdasarkan hal itulah, saya berpendapat, daripada menunggu tua baru belajar menulis lebih baik kita belajar dari sekarang. Kalo hobby menulis, ketika kita tua nanti, kita mempunyai kegiatan yang meneyanangkan. Kita bisa berkarya, menulis sepuasnya, menerbitkan beberapa buku karena di jaman masih bekerja sering tertunda oleh kegiatan lainnya.

6. MENJADI TOKOH YANG DIDENGARKAN

Ada teori yang mengatakan bahwa secara umum manusia terbagi dalam dua tipe; 1. Tipe pembicara dan 2. Tipe pendengar.Terus terang saya kurang sepakat dengan teori itu. Minimal di lingkungan saya, semua orang ingin menjadi pembicara sekaligus ingin didengarkan. Karena itu menulislah.Ketika orang memutuskan untuk membaca tulisan kita berarti dia dengan rela mendudukkan dirinya sebagai pendengar.
Dan kita sebagai penulisnya tentu saja adalah pembicaranya. Hehehehe… Tulisan yang bagus adalah tulisan yang menggugah emosi. Emosi dalam arti pembaca akan terharu, tersenyum, geli, ngakak bahkan berurai air mata.

Nah, itu baru 6 poin nih. sebenarnya banyak sekali manfaat menulis selain 6 poin diatas, menurutku menulis adalah cara berekspresi dalam segala rasa yang tak kenal akan kata pamrih. selain itu menulis juga membuatku lancar dalam berbicara, yang dimaksud adalah sebagai bahan latihan untuk berkomunikasi yang baik. Mungkin itu dulu yang dapatku sampaikan 6 poin manfaat menulis, semoga bermanfaat! Tetap berkarya walaupun dirumah! Semangat-semangat-semangat. Sampai bertemu di Artikel berikutnya.
spacer

Puisi Dini Hari: "Doaku Riuh"


Cipt. Muhammad Naufaldi

Dikala pagi, matahari ingin cepat-cepat terbit
Namun, dalam hening mata masih saja belum menghipit
Memikirkan bayang-banya yang tak pernah mampu kucapai
Rasa yang ingin terucap, namun tak mampu sampai

Ah, cinta lagi
Puisi dini hari, cerita dan rangkaian ini
Bak, Tak kunjung usai penantian-mu
Jika aku meminta ijin untuk menanti-mu

Mungkin, Gusti mempertemukan-mu
Adalah salah satu cara agar tercipta rasa dihidupku
Menjelma sedikit kebahagian yang perlahan masuk kebenakku
Menjadi sebuah nada yang selalu ada dialam pikirku

Puisi dini hari
Tidak akan pernah berakhir
Dalam rasa yang meyakinkan
Aku akan medoakanmu riuh disini dalam pelukan alam


spacer

Persepsiku Terhadap Ruang Publik Virtual


Cipt. Muhammad Naufaldi

Social media, siapa yang tak mengenal ? berbagai platform diterbitkan dan diluncukan bahkan dengan berbagai fitur dan kelebihannya masing-masing. Yah, mungkin bisa saja dilihat dengan diri sendiri bahwa ketika melakukan sebuah penyebaran informasi atau menerima informasi melalui media komunikasi saat ini memang mudah, cepat, tidak berbatas ruang dan waktu. Hebatnya, kita hanya dengan satu genggaman ditangan saja bisa sampai pada jarak yang tidak ditentukan. Namun, apakah sadar ketika kita ini sedang berada pada titik dimana "bukan mimpi, tetapi juga bukan nyata?".  Berarti kita sudah terkena yang namanya cyberspace yang menciptakan halusinasi yang diproduksi secara teknologis dan berupa citra-citra (gambaran-gambaran).

Hingga, akhirnya merubah dan memengaruhi kehidupan sosial didalam berbagai tingkatannya. Disini cyberspace tidak hanya menciptakan perubahan sosial yang sangat mendasar, malahan oleh berbagai pemikir dikatakan telah menggiring pada kondisi  ekstrim "kematian sosial. Bahkan, didalam cyberspace ini sendiri setiap orang memiliki kebebasan yang tak berbatas yang menciptakan demokrasi radikal yang di dalamnya segala tinda  kan sosial (social action) tidak ada yang mengatur, mengontrol dan memberi penilaian. Di dalamnya seakan-akan “apapun boleh  (anything goes).

Dari hal diatas, memang kebebasan itu benar adanya. Namun, sedikit menggeser guna arti hak manusia itu terkadang juga tidak baik. Sebanyak apapun itu, persepsi memang akan mempengaruhi setiap hal dalam kehidupan didalam sosial media. Menciptakan persepsi yang sangat tidak baik mungkin, atau menciptakan persepsi yang ya sudah itu milik mereka dan aku lebih baik mengingatnya. Memang benar, di Indonesia sendiri regulasi-regulasi ini belum muncul dan ketat. Inilah yang terjadi saat ini, tanpa kita sadari dengan opini publik seakan-akan tanpa norma, realitas dapat dimanipulasi, kejahatan dapat dilakukan secara tersembunyi. sehingga meskipun tampaknya tidak ada pemaksaan dan kekerasan dalamnya. 

Kita, manusia adalah makhluk sosial yang mana kehidupan kita selalu bergantung oleh orang lain. Bahkan ketika kita sakitpun pasti kita membutuhkan orang lain. Atau ketika kita meminta saran kepada teman, sahabat maupun kerabat. Disinilah, bentuk hal yang harus diperhatikan banyak orang termasuk aku sendiri bahwa yang namanya kritik dan saran itu boleh. Namun, apapun itu gunakan cara yang tepat dan benar, dengan mengkomunikasikan dengan baik kita bisa menjadi salah satu orang yang memang berusaha untuk menciptakan lingkungan yang baik. Terkadang sebuah "Frame" itu bukan diri sendiri yang membuat namun orang-orang yang bisa menciptakan citra buruk terhadap orang lain. Disinilah, kenyataannya mengapa kita lebih suka menjudge orang secara langsung bahkan kenal saja tidak, tahu juga tidak secara realnya karena realitas ini sudah dapat dimanipulasi. Kejahatan-kejahatan juga bisa terjadi tanpa diketahui. semua hal ini mungkin sangat tipis untuk diketahui mana realita dan halusinasi, dan yah kita memang benar-benar berada di era yang mudah ini. 

spacer