Katakanlah, Walau Hanya Satu Rasa


Cipt. Muhammad Naufaldi

Selamat pagi sambutan hangat
Kicauan burung bersahutan beterbangan
Menciptakan sebuah kebebasan pagi
Tatkala muncul rasa bersyukur

Kembali dalam riuhnya alam mendoa
Mengembalikan tubuhnya
Yang telah lara, kembali
Untuk segera pulih

Katakanlah!
Walau hanya satu rasa
Pemilik hati yang tak henti berjuang
Berjuang, tawakal dan ikhtiar
Untuk dia yang kau cintai

Katakanlah!
Jika itu menyakitkan
Matahari masih sering memberikanmu semangat
Rasa syukur kepada-Nya yang mengobati
Semua rasa lara dan dendam dalam hati

Katakanlah!
Bahwa, cinta perlu dibuktikan
Agar hubungan tidak selamanya dianggap lelucon
Untuk semua insan yang berada 

Walau hanya satu rasa
Cinta tak bisa berdusta
Dalam diam, ditemani pagi yang hangat
Mencintai dalam riuhnya doa
Yang membukakan hati
spacer

Apakah Berganti Perasaan Itu Sama Dengan Bipolar ?


Cipt. Muhammad Naufaldi

Oke, sesuai dengan judul dan sub menu yang kemarin telah disepakati "Obrolan Cilik" akan membahas mengenai suatu mood manusia yang terkadang itu dapat berubah-ubah. Bahkan, menurut beberapa ahli mood ini berubah ekstrem atau secara drastis. Nah, apakah itu yang akan kita bahas pada artikel ini ? Yaitu tentang Bipolar. Siapa yang tidak kenal atau mengetahui hal tersebut ? pasti sudah sering dengar ditelinga pembaca. Disini saya akan membagikan sedikit informasi yang mungkin saja bisa berguna untuk pembaca sekalian.Sebelum memasuki pembahasan  Karena kemarin tanggal 30 Maret adalah Hari "Bipolar Sedunia" maka aku ucapkan Selamat Hari Bipolar Sedunia "Strength for today, Hope for Tomorrow".

Menuru ahli yang mempelajari bidang ini, gangguan bipolar adalah gangguan kondisi kejiwaan seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya sangat sedih, atau sebaliknya. Dari sebelumnya tertawa bahagia, lalu tiba-tiba menangis sedih, atau sebaliknya. Nama lain dari gangguan bipolar adalah manik depresif

Nah,  pastinya sebagai manusia kita memiliki mood yang memang bisa berubah-ubah dan tidak disadari oleh setiap manusia. Namun, yang dalam benak kita saat membaca ini adalah apakah berganti perasaan sama dengan bipolar ? Jawabannya adalah "Belum Tentu". diambil sumbernya dari (instagram :@pijarpsikologi).

Gangguan bipolar utamanya ditandai dengan perubahan mood secara ekstrem (seperti yang dijelaskan dalam pengertian). yang mana dari ekstrem atas (mania) menjadi ekstrem bawah (depresi).Namun, perubahan mood atau perasaan tidak selalu menandkan kita mengalami bipolar. Banyak sekali gejala-gejala yang bisa diamati. Dalam hal ini, yang bisa mendiagnosis hanya "Psikolog/Psikiater"karena mereka yang memiliki kewenangan.

So, pada intinya gejala-gejala yang kita dapat ketahui secara umum adalah tentang bagaimana yaitu ekstrem atas (mania) menjadi ekstream bawah (depresi) secara drastis. Mungkin, yang sedikit ini bisa sangat bermanfaat untuk kita semua. Mari kita kuatkan diri, kuatkan imun kita ditengah pademi Covid-19 ini. Semoga kita diberikan perlindungan dan kesehatan oleh tuhan.

Source:

spacer

Secarik Rasa Yang Hilang

Cipt: Muhammad Naufaldi

Sebuah renungan dalam rasa
Banyak, asa yang tak terbatas
Melukai, setiap hati yang tak bersalah
Inikah sebuah arti komitmen?

Hilangkan rasa setiap manusia ?
Tuhan tak pernah menghilangkan rasa.
Hanya membolak-balikan hati
Untuk memberimu sebuah evaluasi diri

Begitukah, suasana riuh ini?
Kunikmati, dudukku berdetak saja jantungku
Menunggumu dalam raga yang setengah hilang
Seperti, rasa yang tak kunjung pulih

Akankah, kau menjadi seperti itu ?
Tak tahu malu
Secarik kertas ini kutuliskan segera
Dalam komitmenmu yang berupaya mendapatkanku

Dalam setiap malam
Ku sempatkan memohon pada Gusti
Agar, segerakan aku mendapatkan kepastian itu
seperti dia dan mereka
Yang mempertanggung jawabkan itu
Hanya untuk satu wanita




spacer

Amor

Cipt: Muhammad Naufaldi

Tatkala malam datang
Aku masih menjadi pemujamu
Yang bersanding dengan malam
Meyakini pelukan tuhan saat ini

Aku merindu
Dalam ramainya riuh kota
Sedikit demi sedikit kukumpulkan
Setiap menit bersamamu lalu

Akankah kita bertemu
Dalam sebuah rasa yang berjuang
Untuk sama bahagia dalam
Rangkulan Gusti

Relungku seperti antagonis
Tak, peduli dengan yang lain
Melawan dalam segala hal
Hanya untukmu yang kukagumi

Apakah ini rasanya rindu ?
Menenangkan segala rasa
Menghilangkan segala lara
Dibalik malam gelap yang menemaniku

Jujur aku mengaggumi
Bersanding dengan alam ini
Merangkulku, membawa pesan
Selaksa luluh hati ini dalam hujan

Kau akan tahu
Pesan ini kusampaikan
Dalam sajak lusuh, tinta yang berhenti
Di jemari yang menari lunglai indah

Aku rindu, aku sayang
Mendungnya malam ingin kutembus
Lampu kota menemaniku
Menghiasi hatimu, dalam cobaan ini

Gusti,
Masihkah aku hambamu ?
Mencintai pilihan hati yang kau berikan
Ampuni aku.

Hingga, esok datang
Tetaplah ampuni aku, gusti
Kuyakini cinta datang dari-Mu
Mewarnai kebahagian sebuah Insan
Untukmu, tetaplah bersabar.
Aku mengaggumimu, harum seperti taman hati
Yang lusuh bak lama tak terbuka.


Magelang, 11 Februari 2019
spacer

Menulis Itu Menyenangkan!

Cipt. Muhammad Naufaldi

Pernah tidak sih kita ini mewakilkan perasaan kita melalui tulisan? aku yakin banyak sekali orang telah melakukannya. Bahkan, termasuk diri aku ini yang bukan seorang "penulis handal". Tak akan mampu dipungkiri menulis itu sebuah kegiatan yang melelahkan, menenangkan, membuat capek otak kemudian apa lagi terkadang membuat kita bahagia. Hebatnya, menurutku menulis adalah sebuah ilmu yang tiada habisnya, kita juga belajar dalam menulis. ketika menulis maka kita juga harus memiliki ilmu yang mendasarinya, belajar yang ingin atau tentang apa yang akan dibahas didalam tulisan itu.

Jika, ada orang bertanya denganku "mengapa kamu suka menulis? atau mungkin mengapa kamu memiliki tulisan yang teramat banyak?" sebagai orang yang memiliki hobby menulis contohnya saja aku sendiri akan menjawab "karena menulis adalah bagian berekspresi yang bebas dan memiliki peran penting dalam cerita hidup dan hidupku sendiri." itu alasannya aku menyukai menulis. 

Ya, mengapa tidak mengakui saja begitu? kita tanpa sadar, juga menulis/mengetik via digital yang lebih modern disosial media. itu juga merupakan salah satu cara kita berekspresi dan itu bisa merubah mood kita. Bukan main efek menulis ini banyak sekali tulisan-tulisan yang sebenarnya bermanfaat dan bisa kita pelajari, contohnya aku suka dengan menulis puisi, dibalik kesukaan itu aku membutuhkan sekali banyak belajar kosa kata yang sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dari artikel-artikel maupun puisi-puisi milik orang lain. Kemudian, kita juga akan diasah kemampuannya untuk sering menulis-menulis dan menulis, mengapa seperti itu ? Dulu, waktu Sekolah Menengah Atas (SMA) aku tidak suka dengan hal berbau menulis atau membaca namun alhasil aku malah suka dengan baca-bacaan yang tidak terlalu berbobot seperti novel ataupun quotes-quotes. Dan akhirnya ku-mulai suka menulis tentang hal-hal berbau travelling, karena aku ini bisa dikatakan orang yang sering pergi-pergi mencari ketenangan dan mencari tempat wisata-wisata baru.

Dan diartikel ini aku ingin mengampanyekan "Menulis itu menyenangkan!". Dengan menulis, akupun bisa belajar dengan hal-hal baru yang diluar dugaan mempunyai banyak bahasan yang menyenangkan ketika nongkrong, atau menambah relasi dengan teman-teman yang lain. Jika kalian tahu pada jaman 2008-2009 itu masih jaman orang-orang menulis diary di buku kecil yang sangat disimpan terjaga kerahasiaannya wkwkwk apakah benar ? Nah, beberapa lalu aku menemukan sebuah buku kecil milik saudaraku. Dimana ketika aku buka sangat terkejut bahwa dia sangat sering juga membuat puisi-puisi waktu itu dan puisi-puisi itu sangat indah menurutku. 

Setelah itu, aku menemukan kosakata yang baru menurutku dan aku pelajari secara bertahap, dan disitulah kita menambah ilmu dalam per- kosa kataan (bukan vulgar ya ini dibaca lebih baik lagi). Kemudian aku juga tak pernah menyesal ketika menulis tentang apapun itu, dan meyakininnya bahwa semuannya tetap menjadi menyenangkan ketika kita menemukan sebuah hal baru. Di tahun inipun aku merasa menulis menyelamatkan hidupku dari kejadian-kejadian yang tidak terduga-duga (maksudnya disini soal perasaan). 

Oleh sebab itu, tulisanmu akan tetap abadi. mengapaku mengatakan itu ? aku akan mendukung semua karya itu, aku mengapresiasi tulisan-tulisan itu. aku mengakui "kamu, kalian, atau mereka" memiliki porsinya masing-masing, itu dalam menulis yang aku apresiasi sangat besar. Ini, kesempatan kalian berkarya untuk menemukan ilmu-ilmu baru. Seperti yang ku "ketik" diatas bahwa kita akan sering membaca buku ketika kita suka dengan menulis. Dengan menulis kita juga bisa menjadi pendengar yang baik. Sebagian diatas merupakan pengalaman sedikit dan dalam tujuan mengampanyekan "Menulis Itu Menyenangkan!".

Dan ini pesan dari seorang rekanku, dia adalah seorang editor tulisan di "Ikan Teri Production" untuk menyampaikan disini tentang "Menulis Itu Menyenangkan";

"Aku selalu mendewakan seseorang yg punya kemampuan menulis, kenapa? karena tulisan yg baik dan bagus itu bisa menjadi magnetik untuk para pembacanya, ngga percaya?? buktiin aja kalau cewek" udah liat sebuah produk kecantikan dengan harga yg menggiurkan dan deskripsinya menarik, pasti deh buru" pengen beli, nah kalau itu adalah daya magnet yg diciptakan oleh seorang copywriter. Sounds nice kan hahah, dan penulis itu juga menyimpan sebuah power dibalik penyusunan kata"nya yang akan menjadi magic untuk pembacanya. So menulislah walau itu hanya sebait, kelak dunia akan mengenang mu tidak hanya dari foto mu tapi juga tulisanmu~"
newbie ini bernama
@jenuraz

spacer