Tatkala malam datang
Aku masih menjadi pemujamu
Yang bersanding dengan malam
Meyakini pelukan tuhan saat ini
Aku merindu
Dalam ramainya riuh kota
Sedikit demi sedikit kukumpulkan
Setiap menit bersamamu lalu
Akankah kita bertemu
Dalam sebuah rasa yang berjuang
Untuk sama bahagia dalam
Rangkulan Gusti
Relungku seperti antagonis
Tak, peduli dengan yang lain
Melawan dalam segala hal
Hanya untukmu yang kukagumi
Apakah ini rasanya rindu ?
Menenangkan segala rasa
Menghilangkan segala lara
Dibalik malam gelap yang menemaniku
Jujur aku mengaggumi
Bersanding dengan alam ini
Merangkulku, membawa pesan
Selaksa luluh hati ini dalam hujan
Kau akan tahu
Pesan ini kusampaikan
Dalam sajak lusuh, tinta yang berhenti
Di jemari yang menari lunglai indah
Aku rindu, aku sayang
Mendungnya malam ingin kutembus
Lampu kota menemaniku
Menghiasi hatimu, dalam cobaan ini
Gusti,
Masihkah aku hambamu ?
Mencintai pilihan hati yang kau berikan
Ampuni aku.
Hingga, esok datang
Tetaplah ampuni aku, gusti
Kuyakini cinta datang dari-Mu
Mewarnai kebahagian sebuah Insan
Untukmu, tetaplah bersabar.
Aku mengaggumimu, harum seperti taman hati
Yang lusuh bak lama tak terbuka.
Magelang, 11 Februari 2019

No comments:
Post a Comment