Amor

Cipt: Muhammad Naufaldi

Tatkala malam datang
Aku masih menjadi pemujamu
Yang bersanding dengan malam
Meyakini pelukan tuhan saat ini

Aku merindu
Dalam ramainya riuh kota
Sedikit demi sedikit kukumpulkan
Setiap menit bersamamu lalu

Akankah kita bertemu
Dalam sebuah rasa yang berjuang
Untuk sama bahagia dalam
Rangkulan Gusti

Relungku seperti antagonis
Tak, peduli dengan yang lain
Melawan dalam segala hal
Hanya untukmu yang kukagumi

Apakah ini rasanya rindu ?
Menenangkan segala rasa
Menghilangkan segala lara
Dibalik malam gelap yang menemaniku

Jujur aku mengaggumi
Bersanding dengan alam ini
Merangkulku, membawa pesan
Selaksa luluh hati ini dalam hujan

Kau akan tahu
Pesan ini kusampaikan
Dalam sajak lusuh, tinta yang berhenti
Di jemari yang menari lunglai indah

Aku rindu, aku sayang
Mendungnya malam ingin kutembus
Lampu kota menemaniku
Menghiasi hatimu, dalam cobaan ini

Gusti,
Masihkah aku hambamu ?
Mencintai pilihan hati yang kau berikan
Ampuni aku.

Hingga, esok datang
Tetaplah ampuni aku, gusti
Kuyakini cinta datang dari-Mu
Mewarnai kebahagian sebuah Insan
Untukmu, tetaplah bersabar.
Aku mengaggumimu, harum seperti taman hati
Yang lusuh bak lama tak terbuka.


Magelang, 11 Februari 2019
Share:
spacer

No comments:

Post a Comment