Dalam renungan dibawah langit mendung
Terdapat rasa rindu
Tak kunjung hilang, menghantui kesedihan
Untuk sesegera merasakah kebahagiaan
Inginku berujung indah, bukan sebuah fantasi
Aku hanya ingin kenyataan yang telah kunanti
Dikau Adinda, telah banyak melewatinya
Didalam waktu yang tak kunjung henti, saat bersama
Selalu kagum, dalam gelapku
Mengagumi setiap langkah, hingga ketika malam datang
Aku akan menjadi seorang perindu
Dibawah malam gelap, bersama mimpi yang kurekayasa
Mengalun disela rintik rindu yang sengit
Pada malam-malam yang dingin
Dengan beribu riuhnya doa ini
Tatkala, batinku luluh terhadapmu
Mungkin, daku bukan seorang sempurna
Dik, Adinda-ku ,aku tak mampu lagi melihat-mu seperti ini
Masih, masih teramat dalam dan jauh jalan yang akan dilalui
Dan sekarang aku ingin bertemu dengan-mu kembali
Dalam lengahnya rembulan yang menerangi
Di malam yang merangkul, kasih
Dengan rasa yang sederhana
Untuk selalu mengagumi-mu dalam hening malam
Tatkala alangkah indah mensyukuri ciptaan-Nya
Sang Maha, yang merangkul itu
Tatkala alangkah indah mensyukuri ciptaan-Nya
Sang Maha, yang merangkul itu
Kehampaan, menyerap kerinduan.
Magelang, 17 Februari 2020
To: Zaw
From: Me
From: Me
Copyright@2020

Wahh sangat menarik puisinya, membuat pembaca ikut merasakan perasaan sang penulis. Ditujukan untuk siap ini bang puisinya?
ReplyDelete