Cipt. Muhammad Naufaldi
Social media, siapa yang tak mengenal ? berbagai
platform diterbitkan dan diluncukan bahkan dengan berbagai fitur dan
kelebihannya masing-masing. Yah, mungkin bisa saja dilihat dengan diri sendiri
bahwa ketika melakukan sebuah penyebaran informasi atau menerima informasi melalui media komunikasi saat ini
memang mudah, cepat, tidak berbatas ruang dan waktu. Hebatnya, kita hanya
dengan satu genggaman ditangan saja bisa sampai pada jarak yang tidak
ditentukan. Namun, apakah sadar ketika kita ini sedang berada pada
titik dimana "bukan mimpi, tetapi juga bukan nyata?". Berarti kita sudah terkena yang namanya cyberspace yang menciptakan halusinasi
yang diproduksi secara teknologis dan berupa citra-citra (gambaran-gambaran).
Hingga, akhirnya merubah dan memengaruhi
kehidupan sosial didalam berbagai tingkatannya. Disini cyberspace tidak
hanya menciptakan perubahan sosial yang sangat mendasar, malahan oleh berbagai pemikir
dikatakan telah menggiring pada kondisi ekstrim "kematian sosial‟.
Bahkan, didalam cyberspace ini sendiri setiap orang memiliki kebebasan
yang tak berbatas yang menciptakan demokrasi radikal yang di dalamnya segala
tinda kan sosial (social action) tidak ada yang mengatur, mengontrol
dan memberi penilaian. Di dalamnya seakan-akan “apapun boleh‟
(anything goes).
Dari hal diatas, memang kebebasan itu benar
adanya. Namun, sedikit menggeser guna arti hak manusia itu terkadang juga tidak
baik. Sebanyak apapun itu, persepsi memang akan mempengaruhi setiap hal dalam
kehidupan didalam sosial media. Menciptakan persepsi yang sangat tidak baik
mungkin, atau menciptakan persepsi yang ya sudah itu milik mereka dan aku lebih
baik mengingatnya. Memang benar, di Indonesia sendiri regulasi-regulasi ini
belum muncul dan ketat. Inilah yang terjadi saat ini, tanpa kita sadari dengan
opini publik seakan-akan tanpa norma, realitas dapat dimanipulasi, kejahatan
dapat dilakukan secara tersembunyi. sehingga meskipun tampaknya tidak ada
pemaksaan dan kekerasan dalamnya.
Kita, manusia adalah makhluk sosial yang mana
kehidupan kita selalu bergantung oleh orang lain. Bahkan ketika kita sakitpun
pasti kita membutuhkan orang lain. Atau ketika kita meminta saran kepada teman,
sahabat maupun kerabat. Disinilah, bentuk hal yang harus diperhatikan banyak
orang termasuk aku sendiri bahwa yang namanya kritik dan saran itu boleh.
Namun, apapun itu gunakan cara yang tepat dan benar, dengan mengkomunikasikan
dengan baik kita bisa menjadi salah satu orang yang memang berusaha untuk
menciptakan lingkungan yang baik. Terkadang sebuah "Frame" itu bukan
diri sendiri yang membuat namun orang-orang yang bisa menciptakan citra buruk
terhadap orang lain. Disinilah, kenyataannya mengapa kita lebih suka menjudge
orang secara langsung bahkan kenal saja tidak, tahu juga tidak secara realnya
karena realitas ini sudah dapat dimanipulasi. Kejahatan-kejahatan juga bisa
terjadi tanpa diketahui. semua hal ini mungkin sangat tipis untuk diketahui
mana realita dan halusinasi, dan yah kita memang benar-benar berada di era yang
mudah ini.



