Kesetaraan Gender dan Gerakan Perempuan, Juga Memiliki Hak Yang Sama!

Oleh. Muhammad Naufaldi


Halo Pembaca! - Banyak sekali orang belum sadar bahwa gender itu berbeda dengan jenis kelamin. secara pengertian jenis kelamin (sex) itu diperoleh secara secara biologis, artinya mengandung makna implisit bahwa individu tidak memiliki kuasa untuk menentukan.  sedangkan Gender adalah status yang dicrpai atau archived status yang dikonstruksikan secara psikologis, kultur dan sosial. dengan kata lain individu dapat menentukan gender-nya sendiri sesuai peran yang dimainkannya dalam situasi sosial. Gender dengan demikian merupakan peran, aktivitas, pencapaian yang diperoleh melalui interaksi dalam situasi sosial.

Setelah, kita tahu mengenai perbedaan gender dan jenis kelamin (sex) maka kita akan memasuki tentang kesetaraan gender. mengapa demikian ? karena pada mulanya memang terdapat timpang tindih dalam sejarah yang terjadi. Kesetaraan Gender menjadi sorotan lantaran ini menjadi bentuk isu sosial yang hangat dikalangan orang-orang yang mempelajarinya secara umum maupun secara mendalam. Mengapa isu sosial ini begitu tabu di masyarakat ? Kalau menurut pendapat penulis karena kultur dari jaman dahulu kesetaraan gender tidak terlihat bahkan tindak timbul, hingga munculah gerakan perempuan yang mendobrak hal itu yang mana istilah ini muncul pada abad ke-19. Feminisme adalah gerakan yang menyatakan sebagai "gerakan pembebasan perempuan".

Gerakan yang menginginkan perempuan memilih dan memiliki haknya. Bahkan, banyak sekali kejadia-sejarah yang menimbulkan banyak sekali gerakan feminisme. Contohnya R.A Kartini salah satu sosok perempuan yang menolak hegemoni patriarki dengan menulis bahwa pendidikan bagi perempuan adalah penting. Beliau R.A Kartini benar-benar membuat kita terbuka wawasannya melalui tulisan "Habis Gelap, Terbitlah Terang". Ini merupakan contoh gerakan feminisme tahap pertama, dan masih banyak lagi.

Melihat sejarahnya, penulis mengajak kembali pada hari ini. Banyak isu-isu tentang kesetaraan gender yang tidak terdeteksi, mulai dari pengangguran, pendidikan, pekerjaan, hingga berhubungan dengan kekerasan. Semua ini merupakan isu yang tidak pernah diperhatikan, dianggap sepele. misalnya saja pekerjaan dari gaji sudah sangat memiliki perbedaan, walaupun pekerjaan dan jabatan sama tetapi tidak mencerminkan adanya kesamaan.

Inilah yang terjadi, hingga saat ini banyak bentuk gerakan-gerakan feminisme untuk juga mendapatkan hak yang sama. Melihat hal itu memang tak bisa dipungkiri Hegemoni Patriarki masih saja menancap dalam masyarakat. Stigma masyarakat saat ini memang tidak bisa dihindari, feminis atau maskulin itu sama-sama dianggap belum ada, tabu dan tidak terjadi kesetaraan gender.  Namun, penulis ingin tetap fokus dengan Gerakan Feminis. Saat ini banyak sekali gerakan-gerakan yang memperjuangkan hak dan perlindungan perempuan, mulai dari gerakan-gerakan independen diluar "Nama Baik Kampus".

Berharap dengan tulisan ini yang juga bertujuan agar semua orang sadar akan pentingnya kesetaraan gender. Mungkin kita bisa buktikan saja, oke setelah membaca sedikit hal tentang diatas aku punya pertanyaan ke semua orang tapi diutamakan laki-laki yang ngasih perpsektif banyak.


"Bagaimana jika nanti menikah kemudian pembagian kerjanya dibalik ?  jadi istri kalian yang bekerja di luar rumah, kalian yang mengerjakan pekerjaan Rumah termasuk anterin anak sekolah, belanja ke pasar, memasak, beres2 rumah dsb ?"


Jadi, Gimana pendapat kalian tentang pertanyaan diatas ? Yuk, Jawab di kolom komentar. Mungkin sebelum menutup artikel ini, ada baiknya mohon maaf dan lahir batin karena menjelang lebaran, dan penulis memohon maaf sebesar-besarnya jika ada tulisan diatas yang mungkin salah, silahkan diingatkan melalui komentar.

spacer

Menulis Puisi, Siapa Bilang Sulit ?

Beberapa waktu lalu lebih tepatnya 28 April merupakan Hari Puisi. Mendengar kata puisi mungkin setiap orang akan paham ciri-cirinya dengan baik. Namun, tau tidak bahwa menulis sebuah puisi itu tidak sulit kok, bahkan lebih sulit memahami perasaan dan doi kalian....


Jadi, begini alasan kenapa aku bilang puisi itu tidak sulit ? Karena, puisi tidak harus menggunakan banyak kosakata yang sukar atau sulit, bahkan kata atau diksinya lebih baik bisa dimengerti oleh semua orang.

  1. Sebelum menulis pastikan dulu tema yang akan diangkat dan dibuat, seperti tema cinta, alam, keluarga, politik, kritik maupun opini yang dapat juga disajikan melalui puisi.

  2. Dilanjutkan dengan pemilihan diksi yang bisa dipahami oleh semua orang. Kalau bisa juga setiap pesan yang akan dimuat dalam puisi tersbut bisa tersampaikan. penekanan-penekan juga sangat penting dalam puisi, seperti amarah, sedih senang dan sebagainya.

    Contoh

    Jika langit benderang tanpa mendung
    Akankah hati akan tetap terundung
    Oleh rasa, lara dan sakit yang tak kunjung selesai
    Inilah lelah dalam rasa yang tidak dapat dijelaskan kembali
     
  3. Lebih baik lagi apabila penekanan diksi-diksi yang ada dirangkai dengan indah.

  4. Biasakan sederhana tetapi memiliki makna yang dalam, kemudian buatlah judul sesuai dengan tema yang dibahas pada puisi itu. Setelah itu lakukan pembacaan ulang dan editing apabila masih terdapat kesalahan, lebih baiknya meminta tolong temanmu untuk membaca apakah dia mengerti makna-makna yang terkadung

  5. Untuk puisi yang udah melalui proses yang sangat panjang bisa juga diupload seperti lewat instagram, twitter mungkin, bahkan foto dengan campuran typhography. Pasti kalian penasaran typhograpy apa ?  Oke di next artikel aku akan bahas tentang typhography dan aplikasi free

Selamat bereksperimen dan membaca semuanya!

 
spacer

Langit dan Lautan


Oleh. Muhammad Naufaldi

Karang nan megah kuat.
Memandangi biru-biru bebercak putih awan dilangit
Ada harapan yang membuat diri kuat
Yaitu sebuah kerinduan yang tak kunjung dapat

Benak karang telah kuat, ingatan tentang langit
Terus memandangi, siang malam tak kunjung tepat
Gusti, melihat karang berjuang
Dalam riuhnya semilir angin, pesan itu datang

Mata hati yang berkilau kilap berlian
Selalu menggoda hanya untuk di maling oleh tangan tak bertanggung jawab
Menyisakan, kembali rasa pedih dan letih
Dalam penantian yang tak pernah temu titik ujung

Laksana langit berkata rindu, karang tahu tak mampu mendapatinya
Namun, Gusti tahu bahwa Karang berjuang keras untuk mencapai langit
Tak ada satupun yang mampu mendapatkan itu, tetapi Gustilah yang menepati
Hubungan kesetiaan tiada tara, bukan jarak dan problematika tanpa penyelesaian
spacer

Malaikat Hujan-ku


Oleh Muhammad Naufaldi

Sang peneduh hati, tiap manusia
Tepat harap-harap itu kau terima
Bahkan tak ada lagi tandingannya
Memberikan segelintir kehidupan akan dahaga ditengah sahara, menetes embun yang menyeka
Tetap dingin dan tenang, hangat yang dengan pelukannya yang tenangkan amarah
Bersama angin ia bergerak, sebagai langkah pasrah dalam kendaraan-nya
Malaikat Hujan-ku
Bertahan dalam kuatnya angin topan, yang siap menyerang.
Dalam pelukan gusti kau menangis, memohon agar sembuhkan lara dari kekalahan
Riuh suara hatinya, doa-doa berterbangan keangkasa.
Menuju, kearah-Nya
Lantas, hatinya kuat menyabar diri
Sosok puan yang selalu sejukan pikiran
Yang halus berbisik, bersama riuhnya hujan yang menyeka
Menetes, dan membasahi bumi
Memberikan harapan kehidupan untuk alam
Seakan hatinya kuat tak mampu lagi yang bisa membukanya
Sudahlah puan, kau kuat hingga tiada ada yang bisa menandingi puan
Dalam, tabahnya, tawakal, hingga riuhnya doa
Ijabah dan ijabah doa itu.

Untukmu puan: Kau yang terkuat, selalu memberikan kekuatan, dan percayalah Gusti memuliakanmu.
spacer

Masa Hidup Sang Karang


Oleh: Muhammad Naufaldi

Pasang itu tlah datang lagi 
Menggulung-gulung berganti
Berlomba-lomba ketepi
Dan Kembali ke samudra lagi

Batu karang, menjulang
Makna kuat nan gersang
Kokoh berdiri, walau dihantam oleh gulungan pasang
Keras menahan bantingan yang tak hilang

Inilah rupa dari cinta, kokoh tak bisa disalahkan
Mendewasakan disetiap waktu,  alam memberi dekapan
Orang-orang berlomba membagi kasih
Ada juga yang berakhir sedih, pedih dan letih

Bertahan ditengah badai dan pasang yang mengamuk
Sang karanglah, gambaran manusia yang sabar
Bak langit yang dirindukan selalu memberi kabar
Dalam bahagia yang menanti diujung labuh.
spacer