New Normal, Communication, and Public Relation


Oleh. Muhammad Naufaldi

Siapa sih yang enggak tahu tentang kebijakan "New Normal"?

Semua orang pasti mengetahui hal tersebut, karena kebijakan ini baru saja muncul dan berkembang di masyarakat. So, definisi "New Normal" adalah skenario mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan, sosial-ekonomi. Dimana Pemerintah Indonesia telah mengumumkan beberapa waktu lalu untuk rencana yang ingin diimplementasikan di masyarakat.

Namun, melihat keadaan masyarakat yang bermunculan tlah membuktikan apakah new normal ini bisa berjalan lancar begitu saja ? Melihat, krisis ego terjadi di masyarakat. Melalui beberapa sumber terlihat begitu meyakinkan pergerakan new normal untuk diimplementasikan, tetapi melihat hanya akan diterapkan serentak pada daerah-daerah yang memiliki persyaratan yang cukup maka hal tersebut bisa diimplementasikan didaerah.

Dalam beberapa teori komunikasi, hal ini sangat bisa terjadi kesalah-pengartian dalam memahami "New Normal" ini. Karena miskomunikasi bisa terjadi bersamaan dengan perkembangan teknologi dan perkembangan komunikasi yang ada, bagaimana komunikasi bisa merubah mindset seseorang untuk tetap melakukan lebih banyak kegiatan dirumah? Dengan itu juga Pemerintah benar membutuhkan "Strategi Komunikasi Baru" agar bisa mencapai pada masyarakat yang lebih dalam lagi, dilain sisi terbantu dalam kesadaran diri dan masyarakatnya.

Strategi Komunikasi Digital dan Komunikasi Krisis bisa menjadi salah satu hal dalam membentuk gerakan sosial dimasyarakat yang sadar akan pentingnya mengikuti anjuran penyedia informasi yaitu pemerintah. Mengapa begitu ? Karena dilain sisi digital era sangatlah mudah digunakan dan tidak berbatas oleh ruang, waktu dan jarak, setiap individu bisa saja memiliki begitu banyak platform sebagai user untuk bisa mencari informasi-informasi yang dibutuhkan terkait hal yang terjadi pada saat ini. Ditambah dengan adanya komunikasi krisis yang mana saat ini sangat penting karena data-data yang dipaparkan dan apa yang disampaikan oleh pemerintah menjadi bentuk kepercayaan public atau masyarakat kepada pemerintah. Bahkan dalam komunikasi krisis ini memiliki prinsip yang sangat diperhatikan dan tidak boleh dilewatkan, dan saat ini pemerintah sudah melaksanakannya.

Saat ini Muncul begitu banyak media baru seperti youtube, twitter, dan bermacam-macam banyak sekali. Begitu banyak manfaat dari media baru, jika humas mengembangkan hal ini berdampak kepada transparansi di masyarakat, meningkatkan keefektivan dan efisiensi pelayanan, hingga polling untuk membuat kebijakan dengan pelibatan masyarakat dalam memberi masukan. Ini merupakan bentuk kebutuhan masyarakat saat ini, informasi yang pasti harus benar-benar diberikan secara jelas dan tranparan.

Penggunaan-penggunaan media baru ini bisa digunakan untuk lebih gencar dalam menyampaikan informasi yang tranparan dan jujur. Dengan Kehadiran baru ini pada kebijakan "New Normal" harus dibantu oleh kesadaran masyarakatnya dahulu, jika saja hanya satu daerah maka akan tetap saja perkembangan dan penularan COVID-19 tidak terputus .

Semakin tinggi kesadaran masyarakat, dan informasi yang transparansi membuat masyarakat mempercayai pemerintah. Kunci keberhasilan berada pada kepercayaan publik kepada pemerintah, dan new normal bisa menjadi solusi jika hal ini terjadi.

Semoga yang sedikit ini bermafaat, opini yang tidak seberapa ini. Penulis memohon maaf apabila ada kesalahan dalam kepenulisan, silahkan komentar dibawah.
spacer

Asmaraloka


Oleh. Muhammad Naufaldi

Dalam haluan angin, suara burung berkicauan
Merdu dalam, senandung rindu keinginan
Keinginan bertemu dalam sukmaku menuntun
Mencari sebuah muara untuk bertemu dalam balut kerinduan

Masa-masa yang semakin pagi, memanjakan dengan kesejukan dalam hati
Memantik rasa, memeluku dalam kalbu yang akan terbit kembali
Sebuah bahtera hati, yang tlah lama menanti
Untuk berlabuh, dan membawamu pergi

Semakin pagi rasa ini terjaga, semakin rindu tak mampu tersampaikan
Suara riuh malam yang bertabur bintang menghiasi perasaan
Dekapan alam, hangat menyapaku dengan fajarnya yang hangat menyongsong diufuk timur, dan berteman embun
Yang tipis menyeka dedaunan, dan menyelimuti hati dengan ketenangan

Tiba kembali hujan menyeka, dan pagi sedikit muram oleh kerinduan
Antara langit dan bumi yang juga sama memadu kasihnya, diantara hening pagi hari memunculkan ketenangan
Ahh, alam selalu membuatku cemburu..
Dengan dekapannya yang erat memelukku hangat didinginnya pagi.


spacer

Sudut Rasa Memburu


Oleh Muhammad Naufaldi

Tiada rasa menyesal dalam diri
Memilikimu, intan mahkota hati
Yang sinar pancarnya tak pernah berhenti
Memilikiku, memeluk hangat hati

Ruang yang hampa, tak berpuan
Apakah sejatinya milikku adalah dirimu ? Atau hanya hembusan angin ?
Sudut rasa yang tlah lama tak mempermainkan perasaan
Sekarang, memburu untuk mencari tujuan dan jawaban

Menagih dan menghajarku diruang bicara
Seyumanmu, yang telah meluluhkan rasa
Dalam dekapan cerita virtual, merajut takjubku saja
Memantik hati, yang t'lah lama purna

Ampuni-ku sudut rasa, jangan memburuku dalam asa
Gambaran hati ini yang tak lagi ingin menyesal, menyekatku dalam tidur raga
Mendekam dalam rasa hampa, yang tak berujung oleh rasa
Memburuku kembali, menyeringai intuisi dan rasa

spacer

Riangmu Adalah Bahagiaku


Oleh Muhammad Naufaldi

Dalam riuh hujan, dengan air yang menyeka
Memeluku hangat, dalam rasa yang hampa
Menatap mega dengan muramnya, menyapa
Apakah ini rasaku yang remuk di dalam masa?

Yang setiap malam hadir, kini mulai henti
Terkadang riuh tawa, menjadi hampa sepi
Banyak rindu yang menguap, bersama sudut kamar ini
Dalam hening, kau mampu membuat kegundahan dalam diri

Membuatku, ingin memilikimu
Namun, aku tak mampu
Dalam diri, tiada sesal diriku
Karena, memilikimu adalah sebuah cerita rahasia milik-ku
spacer

Gerakan Feminisme, Pembelaan Hak, Dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Oleh. Muhammad Naufaldi

                Hallo kawan dan pembaca setia- Kita tahu Gerakan feminism saat ini adalah gerakan yang belum juga dipandang serius oleh pemerintah, bahkan pembelaan selalu kalah akibat penggunaan kata “Nama Baik”.  Begitu rumitnya birokrasi mencari keadilan, bahkan sangat sulit untuk bisa mendapatkan sebuah hak kesetaraan gender itu sendiri. Stigma masyarakat yang tak pernah menganggap baik, seperti halnya “Seorang perempuan tidak boleh pulang terlalu malam” dsb.

                Perempuan juga merupakan manusia, memiliki hak hidup dan hak memilih. Tetapi semakin kesini dimasa yang semakin modern dan mudah bentuk perspekti kesetaraan gender belum tercapai. Banyak bidang seharusnya bisa menjadi sorotan mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga dalam masyarakat itu sendiri. Munculnya Gerakan Feminisme “menuntut tentang kebebasan hak perempuan” yang berarti disini perempuan dan laki-laki disini berbeda dan sebenarnya perempuan tidak ingin hak untuk menjadi seorang laki-laki karena yang diinginkan adalah hak mengkonstruksikan diri, kebebasan berkespresi.

                Kemudian, munculah gerakan-gerakan feminism yang berada dari gelombang pertama hingga akan memasuki gelombang kelima. Saat ini banyak sekali jika kita mengupas tentang Komunikasi dan Gender, isu sosial yang terjadi begitu banyak menjadi salah persepsi orang-orang dan terkadang bisa menyudutkan orang-orang yang tak bersalah. Seperti Contoh halnya, Pelecehan Seksual, Kekerasan dalam hubungan, dan sebagainya. Ini menjadi isu-isu sosial yang ada di Sosial Media, dan memunculkan gerakan-gerakan baru untuk melindungi penyintas. Ambil saja kasus tentang IM yang mana sempat viral lantaran melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan, secara data yang telah didapat korban mencapai puluhan orang dan telah melapor kepada LBH terkait dari beberapa Universitas besar. Tidak hanya IM saja sebenarnya, banyak sekali di bumi Indonesia ini hal tersebut tidak dilirik. Kemudian, Peran apa yang bisa dilakukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi yaitu membantu sebagai mediator sebagai pendengar curahan-curahan dan keresahan para penyintas. Selain itu, sebagai mahasiswa ilmu komunikasi juga dapat menjadi terbantunya penyintas ini menciptakan komunikasi yang baik lagi, menciptakan komunikasi yang efektif kembali, karena secara psikis juga penyintas pelecehan seksual mengalami trauma yang pasti cukup dalam serta merubah sikap dan pandangan terhadap seseorang itu.

            Selain itu, peran mahasiswa Ilmu Komunikasi juga berperan sebagia kader agent of change di sosial juga yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya Hegemoni patriarki, dan menyadarkan kesadaran tentang kesetaraan gender itu sendiri. Sebenarnya banyak sekali yang dapat dilakukan untuk mendorong agar korban penyintas pelecehan seksual juga menerima hak adil dan payung hukum yang sama seperti pelaku kejahatan itu.

            Mungkin, artikel kali ini cukup banyak pro dan kontra. Tetapi ini merupakan sebuah opini yang memang saat ini menjadi sebuah keresahan dalam diriku, dan mungkin dari mahasiswa yang berada di jurusan lain. Mohon maaf jika ada salah-salah kata, itu datangnya dari saya. Dan kebenaran datangnya dari Allah SWT. Dan kembali lagi tetap ingat untuk komentar dan sarannya kritik juga boleh menambah juga boleh! Selamat Membaca..

spacer