Oleh. Muhammad Naufaldi
Ti Amare
Jika saja pagiku, harus berpangku dengan puisi ini
Mungkin langit akan selalu tersenyum, melihat dan riuh berdoa kepada gusti
Dibalut rasa riang, membuatku tak pernah menyesal memiliki-mu, puan.
-Torre pendente
Menusuk rasuk cuaca putih basah dan dingin
Sunyi kepada malam, aku ingin berpesan.
Lirih dalam dasar hati, bergemalah isi hatiku
Getaran jantung yang melambat dengan desis halus angin yang laju
Membawa pesan, tertiup bergulung menuju penjuru kota
Menghantarkan sajak puisi dari dalam hatiku bermula
Berujung pada jalan bersimpang, terbuatnya rencana
Bertemu disudut Torre Pendente yang menjadi saksi kita
Jika saja pagiku, harus berpangku dengan puisi ini
Mungkin langit akan selalu tersenyum, melihat dan riuh berdoa kepada gusti
Dibalut rasa riang, membuatku tak pernah menyesal memiliki-mu, puan.
-Torre pendente
Menusuk rasuk cuaca putih basah dan dingin
Sunyi kepada malam, aku ingin berpesan.
Lirih dalam dasar hati, bergemalah isi hatiku
Getaran jantung yang melambat dengan desis halus angin yang laju
Membawa pesan, tertiup bergulung menuju penjuru kota
Menghantarkan sajak puisi dari dalam hatiku bermula
Berujung pada jalan bersimpang, terbuatnya rencana
Bertemu disudut Torre Pendente yang menjadi saksi kita




