Untitled: To Be Come A Cloud

Semakin malam, hening datang
Merobek-robek setengah hatiku
Dalam diam, keresahan ini
Menghukumku dalam larut malam

Menginjak akan pagi
Namun, tak ku sangka
Tusuk belati itu belum juga usai
Tak mampu mematikan rasa

Buat apa puisi ini
Penghibur laraku atau laramu?
Tak perlu khawatir tentangku
Karena aku masih saja disini

Merambahkan kabut hadir
Dingin menyiksa seperti luka bertabur garam
Air mata, sudah tidak mampu menetes dalam wajah
Hanya diam, melihatmu sebelum matiku

Mungkin tak perlu berandai-andai
Agar waktu berhenti maupun berputar kembali
Bahkan, tuhan menciptakan dan mengatur segalanya
Hal yang tidak pernah kita ketahui

Bebaringan Lelah, 2019

Share:
spacer

No comments:

Post a Comment