Jika ini adalah puisi yang terakhir
Aku harap kamu harus tetap berbahagia
Ringan hati, lapangkan dadamu sayang
Semua akan mengikhlaskan dan kamu harus tetap tabah
Aksara ini bukan sekedar tulisan
Namun, ini sebuah pesan hati yang akan kuberikan kepadamu
Jangan pernah marah, ketikaku tak hadir
Aku hadir dalam malammu dan lelapmu
Aku tak akan pergi begitu saja
Jika aku bersalah, ampuni aku dengan maafmu
Maafpun, Jika janjiku belumku tepati
Kamu harus tetap berbahagia, dengan seseorang
Ampuni gusti, aku menyakiti lagi perempuan
Aku tak bermaksud meninggalkanmu
Biarkan Gusti yang mengatur itu semua
Dalam renung pagi yang tak kunjung bersahabat
Aku harap kamu harus tetap berbahagia
Ringan hati, lapangkan dadamu sayang
Semua akan mengikhlaskan dan kamu harus tetap tabah
Aksara ini bukan sekedar tulisan
Namun, ini sebuah pesan hati yang akan kuberikan kepadamu
Jangan pernah marah, ketikaku tak hadir
Aku hadir dalam malammu dan lelapmu
Aku tak akan pergi begitu saja
Jika aku bersalah, ampuni aku dengan maafmu
Maafpun, Jika janjiku belumku tepati
Kamu harus tetap berbahagia, dengan seseorang
Ampuni gusti, aku menyakiti lagi perempuan
Aku tak bermaksud meninggalkanmu
Biarkan Gusti yang mengatur itu semua
Dalam renung pagi yang tak kunjung bersahabat




