Menulis Itu Menyenangkan!

Cipt. Muhammad Naufaldi

Pernah tidak sih kita ini mewakilkan perasaan kita melalui tulisan? aku yakin banyak sekali orang telah melakukannya. Bahkan, termasuk diri aku ini yang bukan seorang "penulis handal". Tak akan mampu dipungkiri menulis itu sebuah kegiatan yang melelahkan, menenangkan, membuat capek otak kemudian apa lagi terkadang membuat kita bahagia. Hebatnya, menurutku menulis adalah sebuah ilmu yang tiada habisnya, kita juga belajar dalam menulis. ketika menulis maka kita juga harus memiliki ilmu yang mendasarinya, belajar yang ingin atau tentang apa yang akan dibahas didalam tulisan itu.

Jika, ada orang bertanya denganku "mengapa kamu suka menulis? atau mungkin mengapa kamu memiliki tulisan yang teramat banyak?" sebagai orang yang memiliki hobby menulis contohnya saja aku sendiri akan menjawab "karena menulis adalah bagian berekspresi yang bebas dan memiliki peran penting dalam cerita hidup dan hidupku sendiri." itu alasannya aku menyukai menulis. 

Ya, mengapa tidak mengakui saja begitu? kita tanpa sadar, juga menulis/mengetik via digital yang lebih modern disosial media. itu juga merupakan salah satu cara kita berekspresi dan itu bisa merubah mood kita. Bukan main efek menulis ini banyak sekali tulisan-tulisan yang sebenarnya bermanfaat dan bisa kita pelajari, contohnya aku suka dengan menulis puisi, dibalik kesukaan itu aku membutuhkan sekali banyak belajar kosa kata yang sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dari artikel-artikel maupun puisi-puisi milik orang lain. Kemudian, kita juga akan diasah kemampuannya untuk sering menulis-menulis dan menulis, mengapa seperti itu ? Dulu, waktu Sekolah Menengah Atas (SMA) aku tidak suka dengan hal berbau menulis atau membaca namun alhasil aku malah suka dengan baca-bacaan yang tidak terlalu berbobot seperti novel ataupun quotes-quotes. Dan akhirnya ku-mulai suka menulis tentang hal-hal berbau travelling, karena aku ini bisa dikatakan orang yang sering pergi-pergi mencari ketenangan dan mencari tempat wisata-wisata baru.

Dan diartikel ini aku ingin mengampanyekan "Menulis itu menyenangkan!". Dengan menulis, akupun bisa belajar dengan hal-hal baru yang diluar dugaan mempunyai banyak bahasan yang menyenangkan ketika nongkrong, atau menambah relasi dengan teman-teman yang lain. Jika kalian tahu pada jaman 2008-2009 itu masih jaman orang-orang menulis diary di buku kecil yang sangat disimpan terjaga kerahasiaannya wkwkwk apakah benar ? Nah, beberapa lalu aku menemukan sebuah buku kecil milik saudaraku. Dimana ketika aku buka sangat terkejut bahwa dia sangat sering juga membuat puisi-puisi waktu itu dan puisi-puisi itu sangat indah menurutku. 

Setelah itu, aku menemukan kosakata yang baru menurutku dan aku pelajari secara bertahap, dan disitulah kita menambah ilmu dalam per- kosa kataan (bukan vulgar ya ini dibaca lebih baik lagi). Kemudian aku juga tak pernah menyesal ketika menulis tentang apapun itu, dan meyakininnya bahwa semuannya tetap menjadi menyenangkan ketika kita menemukan sebuah hal baru. Di tahun inipun aku merasa menulis menyelamatkan hidupku dari kejadian-kejadian yang tidak terduga-duga (maksudnya disini soal perasaan). 

Oleh sebab itu, tulisanmu akan tetap abadi. mengapaku mengatakan itu ? aku akan mendukung semua karya itu, aku mengapresiasi tulisan-tulisan itu. aku mengakui "kamu, kalian, atau mereka" memiliki porsinya masing-masing, itu dalam menulis yang aku apresiasi sangat besar. Ini, kesempatan kalian berkarya untuk menemukan ilmu-ilmu baru. Seperti yang ku "ketik" diatas bahwa kita akan sering membaca buku ketika kita suka dengan menulis. Dengan menulis kita juga bisa menjadi pendengar yang baik. Sebagian diatas merupakan pengalaman sedikit dan dalam tujuan mengampanyekan "Menulis Itu Menyenangkan!".

Dan ini pesan dari seorang rekanku, dia adalah seorang editor tulisan di "Ikan Teri Production" untuk menyampaikan disini tentang "Menulis Itu Menyenangkan";

"Aku selalu mendewakan seseorang yg punya kemampuan menulis, kenapa? karena tulisan yg baik dan bagus itu bisa menjadi magnetik untuk para pembacanya, ngga percaya?? buktiin aja kalau cewek" udah liat sebuah produk kecantikan dengan harga yg menggiurkan dan deskripsinya menarik, pasti deh buru" pengen beli, nah kalau itu adalah daya magnet yg diciptakan oleh seorang copywriter. Sounds nice kan hahah, dan penulis itu juga menyimpan sebuah power dibalik penyusunan kata"nya yang akan menjadi magic untuk pembacanya. So menulislah walau itu hanya sebait, kelak dunia akan mengenang mu tidak hanya dari foto mu tapi juga tulisanmu~"
newbie ini bernama
@jenuraz

spacer

Kerinduan Malam


Cipt: Muhammad Naufaldi

Dalam renungan dibawah langit mendung
Terdapat rasa rindu
Tak kunjung hilang, menghantui kesedihan
Untuk sesegera merasakah kebahagiaan

Inginku berujung indah, bukan sebuah fantasi
Aku hanya ingin kenyataan yang telah kunanti
Dikau Adinda, telah banyak melewatinya
Didalam waktu yang tak kunjung henti, saat bersama

Selalu kagum, dalam gelapku
Mengagumi setiap langkah, hingga ketika malam datang
Aku akan menjadi seorang perindu
Dibawah malam gelap, bersama mimpi yang kurekayasa

Mengalun disela rintik rindu yang sengit
Pada malam-malam yang dingin
Dengan beribu riuhnya doa ini
Tatkala, batinku luluh terhadapmu
Mungkin, daku bukan seorang sempurna
Dik, Adinda-ku ,aku tak mampu lagi melihat-mu seperti ini
Masih, masih teramat dalam dan jauh jalan yang akan dilalui
Dan sekarang aku ingin bertemu dengan-mu kembali
Dalam lengahnya rembulan yang menerangi
Di malam yang merangkul, kasih
Dengan rasa yang sederhana
Untuk selalu mengagumi-mu dalam hening malam
Tatkala alangkah indah mensyukuri ciptaan-Nya
Sang Maha, yang merangkul itu
 Kehampaan, menyerap kerinduan.

Magelang, 17 Februari 2020
To: Zaw
From: Me
Copyright@2020

spacer

Sebelum Petang



Cipt: Muhammad Naufaldi

Masih dalam pelukan alam ini
Kulihat udara yang semakin tipis
Awan-awan mengelilingiku
Menyapaku sebelum petang

Kulihat disisi sana
Mentari yang menua bersama jingganya langit
Tak, segan ku ikut menyapa
Bukit-bukit dan gunung beserta sawah yang terbetang

Tak mampuku khianati
Indah sekali ciptaan-Mu Gusti
Seakan kebahagiaan, melihat ini
Setelah kesedihan yang tak kunjung hilang

Akankah alam akan bahagia
Segala yang ada di langit
Segala yang ada di bumi
Kau sapa aku, insan yang biasa-biasa saja

Alamku, cinta sekali
Rindu, akan menyelimutiku seperti awan
Menyerupai senyumanmu yang akan memberiku ketenangan
Hingga, aku tak mampu melihatmu lagi

Maafkan daku alam
Sebagai manusia yang belum mampu
Menyadarkan mereka, yang serakah
Menghancurkan hatimu secara perlahan
Hingga kau sekarat

Kusampaikan pesan ini melalui puisi ini, pesan yang akan terbawa angin dan berjalan.
spacer

Malam, Jogja Dirindukan


Cipt. Muhammad Naufaldi

Aku pernah dibuat oleh istimewa (bukan hanya kotanya). Namun, dia memberikanku kenang-kenangan dengan secarik kertas berisikan "Handwritting" namaku dengan embel-embel penulisan creditnya menggunakan kata "cantik". Aku masih ingat ketika itu malam, disebuah angkringan yang sering dibuat nongki anak UGM. Aku lupa namun tepat itu berada disekitaran jalan kaliurang pokoknya. Ya, semoga aja si doi ini (sahabatku) selalu sehat dan dalam lindungan Gusti. Namun, kota itu masih dalam gelap malam dalam keriuhannya. Ah, berharap saja dia tidak melupakanku.

Kami sering bertemu dan berdiskusi tentang banyak hal, bahkan kisah-kisah Romeo dan Juliet atau apapun itu. Yah, dia memang sangat tangguh gadis rupawan yang tinggal di Kota berplat R-nya. Terkenal dengan gadis-gadis cantik katanya. Dan kamipun tak pernah lupa kenapa bertemu?

Bertemu karena hal sepele dan kenekatan yang waktu itu membuat berhasil bertemu di sebuah kota kecil yang lumayan luas jangkauannya lebih tepatnya Kota Yogyakarta. Kita tahu apabila rencana untuk pergi kadang tidak kesampean jadi, maka kuputuskan nekat pergi. Kota yang riuh, selokan mataram yang panjang mengeliling kota. Ah sudahkah rindu dengan kota itu. Yah aku benar-benar rindu dengan kota-nya yang selalu memberikan kenangan-kenangan membekas dalam hari-hariku, hinggaku mengenalnya dari suatu forum menjadi dekat dengan dia adalah kenangan paling membekas. Mungkin begitu pikirku, benarkan, rah ?

Ini bukan lagi rasa cinta yang kubahas namun rasa kasih sayang sebagai sahabat itu benar adanya. Kami memiliki beberapa hal sama dalam keanehan-keanehan itu, dan aku benar benar bersyukur mengenalnya waktu itu Seorang gadis dri plat R yang tak pernahku lupa senyum dan tawanya. Tak inginku lupa dengan sambutan kota itu, selalu dengan kejutan-kejutan baru tak membosankan hati ini untuk ingi berkunjung kesana. mungkin menemui-mu lagi ? ya, kenapa tidak kuharapkan waktu dan ruang memberikan keleluasaan kepada kita wahai sahabatku.
spacer

Tenang, Daku Rindu


Cipt. Muhammad Naufaldi

Ketenangan?
Banyak celah dalam laluan hari
Renung, dalam bebas jemari
Kulihat lagi hujan bersama puan

Menciptakan, aksara-aksara
Yang belum sempat dikatakan waktu itu
Aku sampaikan tulisan kepadamu
Tenang hadir dalam tatapan lembut mata

Indahnya lautan
Derasnya hujan
Memaknai ketenangan
Alam yang memeluk tak melepas dekapan-nya

Tenang..
Hadir dalam rangkaian sesaji
Yang tak segan memberiku harum semerbak
Secangkir kopi, puisi, dan hadiah alam ini
spacer