Perindu Puan Dalam Hujan


Oleh. Muhammad Naufaldi

Setelah jarak yang aku lawan menghilang
Terjangan derasnya alur kehidupan 
Semenit, dua menit
Merasa cumbu menggoda

Sejalan yang kulalui, sendiri
Setapak dan licin oleh hujan kala itu
Bangkit, semerbak harum mawar dalam hati
Ah, kasih olehmu aku rindu

Lelangitan berteduh, oleh alam
Langkah yang ragu dalam diam
Mencoba kembali tuk mengejar suara detak
Jantung yang kencang berdetak

Hutan hujan dan lembah dingin ini
Menjadi saksi akan mencari dirimu, t'lah kulalui
Laju waktu, hantaman jarak, tak kuhiraukan
Hanya dikau kasih, kumenanti dalam keras arus tetapku menahan
spacer

Menulis adalah Bentuk Bucin Paling Setia


"Jika raga telah pergi, mungkin rasa tidak akan bisa kembali"
-Muhammad Naufaldi-


Halo salam literasi nih, kembali lagi tulisan ringan yang enggak begitu panjang kalau panjang alhamdulillah sekali.. Hehe. Tapi, yang terpenting adalah bahwa cinta tidak akan pernah bisa berhenti menghampiri dengan banyak rasa. Seperti hal-nya patah hati dan rasa bahagia, ia terkadang tiba-tiba datang dan seakan pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. "Dia" doi maksudnya..

Aku menyebutkan tulisan adalah cinta yang paling setia dan menulis adalah bentuk kebucinan yang tidak biasa dan sangat-sangat mengerti sang penulis, makna kata, aksara, hingga kalimat berujung paragraf adalah sebuah proses untuk mendapatkannya hati sebuah tulisan. Begitu banyak proses yang aku alami mulai dari yang ringan hingga terberat. Membangun rasa, mood, dan tuangkan feeling menjadi sebuah satu kesatuan yang tak pernah bisa ditinggal. Ditambah lagi dengan komitmen dan niat suci secara terus-menerus untuk menulis, yang terpenting adalah konsisten. 

Ingat seperti hubungan "cinta tidak dapat dipaksakan", seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya serta ini dapat diterapkan dalam semua karya tulisan mulai non-fiksi dan fiksi. Jadi sama halnya ketika kita menulis, pertahap namun pasti, jangan paksakan kekuasaan ego menjadi didepankan. Menulis itu membangun sebuah hubungan antaran"pembaca/readers" dan "penulis/writter" mengapa demikian ? Yah, hubungan antara penulis dan pebca diciptakan menggunakan aksara dengan tujuan penulis ingin menyampaikan pesan, informasi tersurat/tersirar, atau bahkan menyampaikan curahan hati yang dituankan dalam tulisan itu sendiri. Masih banyak  terlihat bahwa menulis dijadikan utama dan prioritas tetapi selalu dipaksakan dalam bentuk alasan "aku menulis untuk readersku!" Inilah prinsip yang salah. Menulis itu mendatangkan pasarnya dan segmennya kepada sang penulis, readers puas maka mereka akan begitu setia menunggu membaca karya kamu. 

Ini merupakan tips kecil yang penting tapi tak pernah disadari oleh banyak orang. Begitu banyak tulisan yang berhasil release dengan viewers hingga jutaan, mengapa begitu ? Karena sang penulis memahami betul segmentasi pasar oleh pembacanya, ini seperti halnya feedback dari pembaca yang kemudian menciptakan rasa cinta kepada tulisan dan menjadi cinta kepada penulisnya juga. 

Kemudian, sang penulis harus memperbanyak bacaan. Ini merupakan salah satu kewajiban yang tidak disadari oleh setiap seorang pemula. Membaca merupakan salah satu bentuk komunikasi yang memberikan kita pengetahuan tentang nilai-nilai dan tatanan tulisan pada suatu karya, kalau aku bisa bilang membaca tulisan orang lain itu seperti kita belajar untuk menjadi "lebih baik" melalui "konsultasi", jadi ibarat patah hati seseorang membutuhkan tempat curhat, dan teman atau sahabatmu akan mendengarkan curhatan kamu.

Jangan takut untuk dikritik atau diberikan saran, mengambil keputusan untuk dikritik jangan membuat mental down. Jadikan sebuah tantangan baru yang dapat dinikmati oleh diri sendiri. Semakin kita merasa kritikan itu ada dan tepat ambilah sisi positifnya dan singkirkan negatifnya

"Penulis adalah seseorang yang belajar atas kepekaan terhadap lingkungannya. Maka, belajarlah terus! jangan menyerah dan lawanlah."
 
-Muhammad Naufaldi-

Okey sahabat literasi Bucinlah pada tempat dan porsinya, jangan lupa untuk berdoa dan mencoba brainstroming otak. Jika artikel ini bermanfaat silahkan like, follow, dan share ke sosial media kalian ya! Thank you..
spacer

PANNSOS: Pandemi, New Normal, Dan Hati Kosong


Oleh. Muhammad Naufaldi

Obrolan Cilik-New Normal yang sudah diterapkan menjadi sebuah hal baru saat ini sedang mengalami pemantauan yang sangat panjang dengan menerapkan kebijakan ini. Melihat adanya "New Normal" membuatku bertanya-tanya mengapa hal tersebut  justru dikeluarkan ditengah Pandemi yang faktanya masih banyak masyarakat ber-hati kosong. Kesadaran dan gerakan hati yang seharusnya ada dalam individu di suatu kelompok akan tetap membantu dalam penerapan New Normal ini sebenarnya.

Banyak orang menganggap juga bahwa "New Normal" merupakan salah satu langkah yang terlalu cepat untuk diterapkan, karena kebijakan yang diberikan hanyalah dengan persyaratan yang sudah ditentukan seperti menerapkan protokol kesehatan, dan sebagainya. Tetapi saat ini melihat keadaan yang telah berubah menjadi transisi "New Normal" pihak-pihak terkait didaerah maupun pusat tetap harus mengevaluasi dan berusaha memantau dengan baik dibantu oleh masyarakat yang ada.

New Normal, maka semua harus "baru", kualitas masyarakat, kesehatan, maupun transparansi tentang beberapa hal yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat juga harus diperhatikan.

Hati Kosong

Tidak ada yang mengetahuikan, ditengah gencarnya melawan pandemi COVID-19 saat ini kesadaran masyarakat sangatlah kurang, melihat dari komunikasi krisis yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait juga kurang terkena pada masyarakat.

Hati kosong yang terkadang dapat membunuh seorang tanpa melihat kaya atau miskin, status pendidikan, maupun pekerjaan, dan sebagainya. Ini merupakan senjata yang lebih mengerikan dibanding yang lainnya. Bahkan dengan ini banyak hal yang tertimbun dan tidak dapat diungkap oleh masyarakat, dan menimbulkan rasa ketidakpuasan terhadap pihak-pihak terkait.

Menyangkut hati kosong maka, "Hal ini berarti bahwa setiap warga negara dapat mencapai kesejahteraan lahir batin sesuai dengan haknya, sehingga dapat menikmati secara aman dan tentram tanpa mendapat gangguan. Berdasarkan pemikiran tersebut, kesejahteraan umum mempunyai makna adanya pengakuan
hak-hak asasi semua  warga negara" (Hutagalung, 1999: 48). Sebuah filosofi tentang adil dan makmur, jika suatu negara ingin makmur maka keadilan harus ditegakan secara baik dan benar. Bahkan, secara transparan untuk meyakinkan kepada masyarakat.

Melihat dari perspektif komunikasi yang terjadi sebenarnya disini hubungan menuju kepemerintahan dari masyarakat sangatlah rumit dan banyak orang yang tidak bisa mengekspresikan perasaannya atau keresahan-keresahan yang ditujukan kepada pihak dipusat untuk disampaikan.

Mengalunkan lagu Tashoora-Agni sudah membuat seseorang membara untuk menyampaikan keresahan-keresahan yang ada. Selain itu, para api abadi (AGNI) sedang berjuang dimana-mana melawan kesenjangan dan ketidakadilan yang menjadi tabu bagi beberapa masyarakat.

Raungan bersuara keras muncul dari goa-goa yang berlumut. Seluruh masyarakat yang sadar berbondong-bondong menyuarakan suara tentang keresahan hati dari beberapa orang maupun perwakilan yang didukung dibelakangnya oleh masyarakat yang sadar dan memeperkuat agar dapat tersampaikannya aspirasi tersebut. Melalu beragam media saat ini yang digunakan selama disampaikan secara baik dan benar seharusnya tidak boleh ada represif dari pihak-pihak tertentu, karena aspirasi merupakan hak yang sudah ada pada UUD 1945.

Tulisan beraksara yang tak pernah bisa dijelaskan melalui kata adalah sebuah suratan yang begitu baik untuk dibaca. Ibarat seorang kekasih rindu lalu mengirimkan surat kepada yang dia cintai, jika dibaca mungkin akan segera dibalas tetapi sebaliknya jika tidak sampai maka menimbulkan rasa kekhawatiran bahkan ketidakpercayaan seseorang.
spacer

Puisi Dini Hari: Untuk Perempuan Yang Sedang Hancur Hatinya


Oleh. Muhammad Naufaldi

"Untuk Perempuan Yang Sedang Hancur Hatinya"

Darahku cepat terpompa keotak

Panas dingin raga tersontak

Hati terasa lemah berantak

Tak sekalipun berkata "tidak!"


Pedih, sekali lagi pedih!

Telah kubuka hati, akhir luka dan lungkrah

Sejenak mata menutup, elu pilu menetes

Disaksikan jam berdetak, untuknya terlepas



Lelaki, lelaki itu

Ingatan dalam gelap, merasuki dalam benakku

Membelah, terbelah hati terbagi dan hilang

Menyusup terbawa angin, terdiam ia terbang


Mengalir sejenak dalam pilu

Lekas sudah makna cinta dewasakanku

Purna, purna dan tertutuplah hati

Bermuara, pada labuh terakhir oleh kesembuhan hatiku

Magelang, 2020
spacer

Rasamu dan Kopi Hitamku


Oleh Muhammad Naufaldi

Fajar menjelang, menjelma hangat
Langkah-langkah berhamburan dalam ingatan pekat
Deburan ombak berlarian ketepian
Mendatangiku dan berbisik akan arti sebuah penantian

Jauh kuarungi, bahteraku yang telah rusak ini
Mencari labuh untuk perbaiki
Bahtera untuk mengarungi mimpi
Menghiasi salah satu bintang dan menjadi penerang hati

Kasih, ijinkan berlabuh menjemputmu
Alam dan burung-burung bernyanyi merdu
Menggenggam dalam sembahyang
Mencurahkan riuh doa kepada gusti dalam harap dan angan

Menanti rasamu dan rukun kopi hitam
Oleh sebab, rasa yang tlah lama terpedam
Rengkuhlah maknaku dalam hidup pahit
Bersyahdulah hati memiliki sang dewi langit


spacer