Menulis Satu Tahun Terakhir



Oleh. Muhammad Nnaufaldi

Seperti yang aku ketahui keadaan beberapa bulan lalu sudah menciptakan begitu banyak alur-alur cerita dan bahkan kisah-kisah percintaan yang cukup banyak dibaca hingga keadaan mendekati akhir tahun. Mulai Januari lalu aku masih mencoba untuk mempertahankan kecintaan dan kasih sayang kepada sastra dengan belajar menulis. Sudah cukup jauh rupanya perjalanan panjang yang memenuhi lika-liku kehidupan menarik jika dibahas pada artikel yang selanjutnya. Entah berapa orang hadir untuk membaca sedikit mengenai artikle maupun puisi-puisi pendek ini ingin aku ucapkan "Terimakasih sudah mau membaca yang masih banyak kekurangan dari diri ini" lantaran kalian sudah membantu meningkatkan literasi kalian dan mengapresiasinya.

Perjalanan yang panjang ini memang sudah dimulai dari begitu banyak kejadian. Tidak terasa sudah hampir satu tahun dan hampir purna juga tahun ini menemani kita, semoga pandemi ini segera usai dan hilang dari indonesia dan semua negara di bumi ini. 

Menulis satu tahun pada tajuk diatas ini merupakan sebuah program yang aku buat dalam meningkatkan diri mulai dari kualitas menulis hingga membaca buku-buku atau media online lainnya. Awalnya, tidak sengaja tantangan ini aku buat bahkan dikatakan orang iseng karena waktu itu mulai dengan Work From Home maka aku bisa membagi waktu untuk menulis di blog ini. Cukup senang bisa membucin melalui ketikan-ketikan beraksara dan bersenandung melalui keresahan semua orang. Tiada bosan aku mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan dan rekan yang mau menemani, mendukung, serta membuatku semakin semangat dalam berkarya.

Baiklah, aku akan memulai membahas beberapa pertanyaan yang mana sempat menjadi perbincangan orang-orang:

  • "Bang, mau tanya gimana caranya menulis kritis dan apakah bisa meningkatkan kekritisan kita ?"

Oke, aku akan menjawab sedikit mengenai hal ini. Cara menulis kritis itu bisa dibilang sedikit sulit tapi kalau sudah biasa akan mudah. Mengapa ? Lantaran kekritisan itu dimulai dari kepekaan kita terhadap lingkungan disekitar kita dahulu, kemudian mulailah tulis mengenai keadaan dan lingkungan kita. Aku sendiri masih belajar dalam menciptakan tulisan kritis. Kemudian jika menulis kritis apakah akan meningkatkan kekritisan kita ? jawabannya "Bisa" sebagai penulis kita dituntut untuk memperbanyak ensiklopedia dan pengetahuan umum kita. bahkan, kosa kata di KBBI menjadi salah satu dipelajari perbanyak diksi semakin menambah pengetahuan kita juga. 

  • "Bang, kenapa menulis membuat merasakan kebucinan yang cukup bagus pada diri ?"
Aku merasakan dengan menulis tercipta kebucinan-kebucinan yang dibuat oleh diri sendiri. Maksut dari hal tersebut adalah kita lebih paham akan diri kita, menjadi pribadi yang baik dan saling memahami pada diri sendiri dan orang lain. Namun, karena aku merasakan pada diri yang saat ini sedang sendiri aku memahaminya bahwa ini arti dari memahami menyayangi diri sendiri atau selflove kita melalui tulisan.
  •  "Bang, gimana caranya menulis seperti abangnya ini? "

Aku akan berbicara bahwa menulis adalah hal basic bagi setiap orang. Awalnya dulu aku tidak suka dengan menulis, tetapi karena memang suka sekali dan ingin mendalami sastra terutama sajak dan puisi maka mau tidak mau harus tetap berusaha menulis. Intinya adalah Trial and Error seperti kita melakukan penelitian, dari sinilah aku menyukai hal menulis meningkatkan pengetahuan umum dan pengetahuan sastra. Selain itu, jangan bosan membaca-baca entah itu artikel, berita, maupun sastra seperti novel, puisi, cerita dan sebagainya.

Sebagian orang menganggap bahwa menulis adalah hal yang membosankan. Padahal yang sebenarnya ibarat mencintai seseorang menulis adalah mendapingi kita dalam segala hal mulai dari rasa kesedihan hingga kebahagiaan sekalipun. 

Secara hebat, meningkat dari dua tahun lalu yang memulai menulis asal-asalan melalui media yang sangat disukai anak muda bahkan aku sendiri masih sering menggunakan aplikasi tersebut. Aku memiliki harapan yang cukup besar sebenarnya pada tahun ini, tetapi rupanya waktu tidak memihak untuk melaksanakan pada saat ini. Jadi, cukup menahan diri dan menahan naskah yang akan mulai kukerjakan kembali.

Okey, untuk sobat onlineku jangan bosan jika membaca buku. Buku adalah jendela ilmu dunia, bahkan imajinasi seorang bisa mengalahkan sebuah kenyataan bukan. Maka, pada tahun depan nantinya semoga kita bisa menyelesaikan segala tugas kita purna diakhir tahun untuk menjadi lebih baik lagi. Aku berharap juga nanti yang membaca ini entah dari belahan bumi mana itu semoga bisa menciptakan karya-karya yang juga sama akan terbit serta dibaca oleh semua orang. Sekian artikel ini next week kita bertemu lagi! See ya!!

spacer

Belajar Rela Dari Seekor Elang Timur



Oleh. Muhammad Naufaldi

Berdiri diantara gelap malam
Memikirkan setiap rasa yang kini semakin muram
Tidak nampak jelas dan merajam
Hingga nanti tampak mentari muncul dari timur menerkam

Elang yang mengepakan sayapnya
Mengarungi jarak yang tak terhitung olehnya
Hingga ia harus mematahkan paruh tajam
dan menggantikannya yang baru 

Ia telah jauh berkelana
Mencari tempat untuk kembali dan memeluk dia
Jika timur menjadi tujuannya
Harapan akan barat akan kehidupan baru untuk mereka

Kerelaan yang sangat menyakitkan pelajaran dari elang
Paruh yang tajam, bulu yang akan berganti ia cabut sendiri
Kedinginan dan melawan cuaca yang menusuk lebih kejam
Iapun bertahan untuk mencari sang pasangan

spacer

Dua Kata Yang Hampa

Oleh. Muhammad Naufaldi

Sejenak aku memandangi titik-titik kota
Menatap sayu akan lelah perjuangan pujangga
Syair-syair yang sudah tercatat tinta
Mampu mengurangi rasa pedih yang tercipta

Kata-kata hampa
Selagi kau mampu mencinta
Seharusnya aku mampu merindu
Tanpa adanya batasan untuk rindu padamu

Ketika mentari berganti temaram
Kau seakan lupa akan cinta yang berujung muram
Menciptakan beribu bekas lara
Yang menyiksa dalam dekapan panah asmara

Semua kata-kata itu kau buat indah
Seakan langit dan bumi menjadi hiasan kata yang membuahkan perih
Ahh-ha-ha... Sunggu menanti bukanlah hal yang tepat lagi
Malahan siksa batin ini menjadi-jadi dan mematikan diri

Magelang, 15 November 2020

spacer

Pesan Untuk Penulis Tak Dikenal



Setelah perseteruan yang panjang aku memulai perjalanan dalam sepi yang terkadang menjerumuskanku kedalam ikatan itu. Semua tlah atau akan berlalu mungkin. Tetapi entah mengapa tak ada sejengkal rasa yang menghibur hanya sebuah rasa yang muram dan tegang, bahkan ketika pesan ini ditulis untuk seorang tak dikenalnya untuk penulis. Sekian lama tidak lupa dengan yang terjadi perjalanan hari menjadi sedikit mengikuti suasana hati yaitu muram  padahal sang penulis ingin merasa "Unjuk Gigi" supaya tidak bosan berada dirumah tetapi malah terjebak oleh "Kebosanan Yang Memburu"... batinku bergumam.


Sore itu masih datang dengan sedikit mendung setengah matahari muncul dan menepuk kerongkongan jam dinding klasik yang tersedak mengeluarkan suara "teng-teng-teng" selama lima kali. Tak terbujuk apapun tatapanku hanya membaca-baca beberapa berita dan artikel ringan lantunan puisi Alfin Rizal yang tlah lama usang didalam sebuah website itu. Kubaca-baca dan seterusnya hingga menemukan penulis yang tak dikenal itu dalam diri setiap penulis dan terkadang lupa akan siapa diri. Kesadaran yang membuatku tersedak sedikit karena terkejut akan otak yang bekerja 2x lebih keras dibanding dengan biasanya. Ketawa dengan lagak akan genius padahal juga tidak hanya pemula dalam kehidupan menulis.

Sejenak menanti, terlalui banyak sekali hal. Begitu indah memang menikmati sore yang setengah menjingga. Tidak perlu menjadi seorang yang keren untuk menjadi penulis karena semua dilalui dengan proses berkembang. Sungguh waktu seperti itu aku merasa cukup banyak inspirasi yang tak sungkan aku munculkan. Selain itu aku selalu merasa menyesal karena tidak menulis. Bahkan sedihnya lagi aku merasa kehilangan jika tidak menulis.

"Ibarat langit dan bumi udara menjadi sebuah keperluan yang sangat penting. Bahkan hingga mentari kembali ditemani oleh gelap dan berpindah disisi lain aku merasa nikmat itu datang dari Tuhan."

Begitu melawannya hari hingga rasa itu menjadi kehilangan. Menulis itu tentang hidup yang memiliki banyak aspek. Kurasa cinta dan tulisan adalah sebuah yang benar-benar tlah hidup abadi menciptakan romansa yang tak pernah hilang dari muka bumi.

Pesan itu menjadi raungan harimau bagi penulis tak dikenal bahkan tak mengenal secara utuh. Aku malu begitu mengakui seorang pecinta namun aku melupakan cinta akan menulis. Si Mang Kribo pasti sama tak mau kalah dalam menulis sebuah sajak-sajak yang melukiskan harinya, atau mungkin Alfin Rizal dengan kata-kata yang menyentuh prosa dan kata yang tinggi. Sebuah pencapaian adalah perkembangan itu katanya, tapi bagaimana dengan sebuah hasil ? Lupakan! kita tak pernah akan tahu soal hasil namun menulis itu seperti mencintai dalam diam dan tak kenal lelah. 

Untuk blog ini pesan disampaikan kepada penulis tak dikenal yang sering memunculkan inspirasi dan giginya yang terkadang membuat luluh. Suara-suara itu tlah tersampaikan dalam sejarah yang abadi. Akankah pesan ini masuk kedalam hati penulis tak dikenal atau hanya akan dibaca saja (Aku merasa sedih jika tak dihayati). karena pesan ini aku berharap penulis tak dikenal akan menjadi dikenang hingga akhir hayat dan tetap abadi didalam aksara sastra penulisan.

spacer

Selusin Rindu

Oleh Muhammad Naufaldi

Genggaman itu, membekas akan telapak ini
Sungguh heran, malam terasa semakin sunyi
Selusin rindu, menghantam melalui dingin malam
Menutup hari, kunjung dalam ruang yang muram

Manisku, sedikit gula kutambahkan diantara kopi dan susu
Setertarik hati, diamku riuh dalam doa untukmu
Begitu rindu aku, dalam lusinan rindu
Menumpuk kuat dalam dingin malamku

Sejenak susah hati, bahagia hadir
Ketika kuingat, benak senyummu manis membuatku berdebar
Diantara doa untukmu dan panjatan kepada Tuhan
Segala rasa, meresap dalam hati dan alam kesadaran

Manisku, jangan bersedih akan rindu
Sungguh tatkala pagi datang, menjelmalah riuh doaku menjadi bahagiamu
Iringi langkahmu, dalam raga yang berjuang
Mengarungi setiap aksara rindu yang teguh seperti karang.

Magelang, 21 September 2020
spacer