Lagi-lagi dan lagi
Sebuah pukulan mendarat tempat dihati
Menghancurkan segala hal yang tak akan kembali lagi
Mungkin, itu adalah arti patah hati
Namun, kembali lagi
Usahapun tak ada hasil
Bahkan, dalam diam "biar tahu" kataku
Memang, arti cemburu itu tidak menentu
Gusti, akankah?
Saya menjadi pemuja yang tidak sehat?
Menjadi seorang yang cemburu dalam hal ini
Ampunilah, segala rasa dan tubuh ini
Tak satupun
Manusia yang diam itu adalah terkuat
Atau dalam langkah yang tidak terdengar
Menembus setiap, rintik hujan
Gusti, Akankah ?
Aku menjadi seorang yang dimata-Mu adalah baik
Aku hamba-Mu yang tak punya rasa ingin kembali
Tetapi tak ada rasa yang bersembunyi
Awan mendung ?
Itu sudah pertanda baik dalam hati
Untuk apa aku marah ?
Siapa dia yang tak tahu tentangku
Langkah-langkah, kupercayakan
Kepada-Mu Gusti
Rasa percaya, atau hanya sebatas percaya dalam dusta
Aku berserah kepada-Mu
Hati tak segan lagi
Namun, Lara yang datang kembali
Membunuh setiap syaraf akal
Dan memberhentikan waktu lebih lama dan kekal
Tak sering
Tak akan lagi sering
Melibatkan ini tanpa-Mu Gusti
Kututup hasrat dan telinga
Kututup mata dan air mataku
Dikala raga tersenyum
Dikala hati hancur
Yakinkan diriku, aku cukup mampu dengan ini
Maaf, sekali lagi maaf
Aku tak punya hak dalam diamku ini
Namun, ku yakinkan ini rasa sayang bukan untuk permainan belaka
Atau hanya sekali pakai.
Continue Reading...