Sebuah Aksara Kecil

Cipt. Muhammad Naufaldi

Ada waktu yang tak berhenti
Menuntut mengejar hati yang kembali
Dalam naungan panas mentari menyengat
Memberiku dahaga, namun kau hadir memberi air sedikit

Nanti, akan hadirmu dihatiku
Alangkah mimpimu tak kunjung bertemu
Cari aku yang kau butuhkan
Akanku menanti dalam alam yang berpelukan

Menjaga setiap langkah
Agar tetap sejajar bersamamu nan indah
Lingkar alam yang memeluku dan memelukmu
Itu akan menjadi saksi

Saksi bisu, yang paling diagungkan
Tak pernah berdusta, karena ia takut gusti
Alam yang memohonmu disampingku, sahabat
Agar setiap rindumu, hari tuamu tetap bersamaku
spacer

Kesudahan Waktu

 Cipt Muhammad Naufaldi

Jika ini adalah puisi yang terakhir
Aku harap kamu harus tetap berbahagia
Ringan hati, lapangkan dadamu sayang
Semua akan mengikhlaskan dan kamu harus tetap tabah

Aksara ini bukan sekedar tulisan
Namun, ini sebuah pesan hati yang akan kuberikan kepadamu
Jangan pernah marah, ketikaku tak hadir
Aku hadir dalam malammu dan lelapmu

Aku tak akan pergi begitu saja
Jika aku bersalah, ampuni aku dengan maafmu
Maafpun, Jika janjiku belumku tepati
Kamu harus tetap berbahagia, dengan seseorang

Ampuni gusti, aku menyakiti lagi perempuan
Aku tak bermaksud meninggalkanmu
Biarkan Gusti yang mengatur itu semua
Dalam renung pagi yang tak kunjung bersahabat
spacer

Bukan Buta Cinta, Aku Hanya Cemburu

Cipt: Muhammad Naufaldi

Bertapa dibawah awan
Kutatap mega yang anggun
Biru-membiru dalam haluan
Membujukku cemburu terbawa angin

Masih adakah hati yang suci ?
Seakan rasa cemburu itu hanya permainan kecil
Menyulutkan api kecil, yang membakar kulit
Tiada rasa bosan, ampuni oleh hati

Ketika ramai adalah rumunan sepi
Maka kita berdua adalah jarak yang saling merindu
Mungkin, kita tak sadar atas raga ini
Yang memecahkan karang dalam hati itu

Gusti, mengapa cemburu itu harus ada ?
Apakah ini sebuah ujian hati dalam sebuah permainan laga?
Jikapun diizinkan aku tak ingin merasakan cemburu ada
Mungkin ini adalah sajak-sajak kecilku yang lara dan membara

Menghidupkan api yang telah lama mati
Namun, tak terbiasa dengan batin yang cemburu
Merisau hingga tidak dapat terperikan melalui bibir ini
Yang mungkin tak mampu tersampaikan ke kamu.

spacer

Jo(Y) For (L)ove


Cipt. Muhammad Naufaldi

Jo, bagiku dia adalah anugerah
Yang hidup, akan kehendak tuhan
Hadir dalam keluarga kecil
Yang menumbuhkan kegembiraan hati

Jo, kau tahu ?
Hadirmu menggembirakan
Membawa arti kasih dan menyayangi
Menciptakan erat batin yang jauh

Gusti, jagalah hatinya
Hati kecilnya yang rapuh, dalam kerasnya hidup
Alam, jagalah setiap senyumnya
Dalam mimpinya, dalam keadaannya saat ini

Awan-awan menyebar kesegala penjuru
Menyampaikan pesan akan kekagumanku dalam gelap
Yang menatapmu, ditengah ramainya rintik hujan
Dan doaku yang  riuh, serta menyertaimu
Menjagamu disetiap langkahmu, disetiap pilihanmu
Bahagiamu adalah bahagia untuk orang lain

Muhammad Naufaldi
Magelang, 5 Maret 2020

spacer

Mendekatlah



Cipt: Muhammad Naufaldi

"Bangun", alam bawah sadarku menghentakku
Perlahan-lahan, kubuka mata dalam hening pagi
Merenungi, kerinduan akan rumah
Yang menaungiku, memelukku hangat

Belum juga sang surya muncul
Kerinduan yang mendalam terhadap rumah
Rasa kebingungan di rantau
Namun, aku harus menjadi sukses, benakku bicara

 "Sio Mama"
Lagu kerinduan terhadap rumah
Rumah yang tidak ada dua-nya
Yang tak pernah akan lupa tentang kenangannya

Semoga waktu, mengajarkan kesabaran
Hingga kesabaran mampu menjadi obat
Obat-obat kerinduan yang semakin merajuk
Alam dan Gusti akan memeluk-mu erat
Merangkul dalam resah-mu
Dalam doa yang semakin riuh
Di dalam sambutan shubuh
Dan burung-burung berkicau bersahut riuh
spacer