Kerinduan Malam


Cipt: Muhammad Naufaldi

Dalam renungan dibawah langit mendung
Terdapat rasa rindu
Tak kunjung hilang, menghantui kesedihan
Untuk sesegera merasakah kebahagiaan

Inginku berujung indah, bukan sebuah fantasi
Aku hanya ingin kenyataan yang telah kunanti
Dikau Adinda, telah banyak melewatinya
Didalam waktu yang tak kunjung henti, saat bersama

Selalu kagum, dalam gelapku
Mengagumi setiap langkah, hingga ketika malam datang
Aku akan menjadi seorang perindu
Dibawah malam gelap, bersama mimpi yang kurekayasa

Mengalun disela rintik rindu yang sengit
Pada malam-malam yang dingin
Dengan beribu riuhnya doa ini
Tatkala, batinku luluh terhadapmu
Mungkin, daku bukan seorang sempurna
Dik, Adinda-ku ,aku tak mampu lagi melihat-mu seperti ini
Masih, masih teramat dalam dan jauh jalan yang akan dilalui
Dan sekarang aku ingin bertemu dengan-mu kembali
Dalam lengahnya rembulan yang menerangi
Di malam yang merangkul, kasih
Dengan rasa yang sederhana
Untuk selalu mengagumi-mu dalam hening malam
Tatkala alangkah indah mensyukuri ciptaan-Nya
Sang Maha, yang merangkul itu
 Kehampaan, menyerap kerinduan.

Magelang, 17 Februari 2020
To: Zaw
From: Me
Copyright@2020

spacer

Sebelum Petang



Cipt: Muhammad Naufaldi

Masih dalam pelukan alam ini
Kulihat udara yang semakin tipis
Awan-awan mengelilingiku
Menyapaku sebelum petang

Kulihat disisi sana
Mentari yang menua bersama jingganya langit
Tak, segan ku ikut menyapa
Bukit-bukit dan gunung beserta sawah yang terbetang

Tak mampuku khianati
Indah sekali ciptaan-Mu Gusti
Seakan kebahagiaan, melihat ini
Setelah kesedihan yang tak kunjung hilang

Akankah alam akan bahagia
Segala yang ada di langit
Segala yang ada di bumi
Kau sapa aku, insan yang biasa-biasa saja

Alamku, cinta sekali
Rindu, akan menyelimutiku seperti awan
Menyerupai senyumanmu yang akan memberiku ketenangan
Hingga, aku tak mampu melihatmu lagi

Maafkan daku alam
Sebagai manusia yang belum mampu
Menyadarkan mereka, yang serakah
Menghancurkan hatimu secara perlahan
Hingga kau sekarat

Kusampaikan pesan ini melalui puisi ini, pesan yang akan terbawa angin dan berjalan.
spacer

Malam, Jogja Dirindukan


Cipt. Muhammad Naufaldi

Aku pernah dibuat oleh istimewa (bukan hanya kotanya). Namun, dia memberikanku kenang-kenangan dengan secarik kertas berisikan "Handwritting" namaku dengan embel-embel penulisan creditnya menggunakan kata "cantik". Aku masih ingat ketika itu malam, disebuah angkringan yang sering dibuat nongki anak UGM. Aku lupa namun tepat itu berada disekitaran jalan kaliurang pokoknya. Ya, semoga aja si doi ini (sahabatku) selalu sehat dan dalam lindungan Gusti. Namun, kota itu masih dalam gelap malam dalam keriuhannya. Ah, berharap saja dia tidak melupakanku.

Kami sering bertemu dan berdiskusi tentang banyak hal, bahkan kisah-kisah Romeo dan Juliet atau apapun itu. Yah, dia memang sangat tangguh gadis rupawan yang tinggal di Kota berplat R-nya. Terkenal dengan gadis-gadis cantik katanya. Dan kamipun tak pernah lupa kenapa bertemu?

Bertemu karena hal sepele dan kenekatan yang waktu itu membuat berhasil bertemu di sebuah kota kecil yang lumayan luas jangkauannya lebih tepatnya Kota Yogyakarta. Kita tahu apabila rencana untuk pergi kadang tidak kesampean jadi, maka kuputuskan nekat pergi. Kota yang riuh, selokan mataram yang panjang mengeliling kota. Ah sudahkah rindu dengan kota itu. Yah aku benar-benar rindu dengan kota-nya yang selalu memberikan kenangan-kenangan membekas dalam hari-hariku, hinggaku mengenalnya dari suatu forum menjadi dekat dengan dia adalah kenangan paling membekas. Mungkin begitu pikirku, benarkan, rah ?

Ini bukan lagi rasa cinta yang kubahas namun rasa kasih sayang sebagai sahabat itu benar adanya. Kami memiliki beberapa hal sama dalam keanehan-keanehan itu, dan aku benar benar bersyukur mengenalnya waktu itu Seorang gadis dri plat R yang tak pernahku lupa senyum dan tawanya. Tak inginku lupa dengan sambutan kota itu, selalu dengan kejutan-kejutan baru tak membosankan hati ini untuk ingi berkunjung kesana. mungkin menemui-mu lagi ? ya, kenapa tidak kuharapkan waktu dan ruang memberikan keleluasaan kepada kita wahai sahabatku.
spacer

Tenang, Daku Rindu


Cipt. Muhammad Naufaldi

Ketenangan?
Banyak celah dalam laluan hari
Renung, dalam bebas jemari
Kulihat lagi hujan bersama puan

Menciptakan, aksara-aksara
Yang belum sempat dikatakan waktu itu
Aku sampaikan tulisan kepadamu
Tenang hadir dalam tatapan lembut mata

Indahnya lautan
Derasnya hujan
Memaknai ketenangan
Alam yang memeluk tak melepas dekapan-nya

Tenang..
Hadir dalam rangkaian sesaji
Yang tak segan memberiku harum semerbak
Secangkir kopi, puisi, dan hadiah alam ini
spacer

Sebuah Aksara Kecil

Cipt. Muhammad Naufaldi

Ada waktu yang tak berhenti
Menuntut mengejar hati yang kembali
Dalam naungan panas mentari menyengat
Memberiku dahaga, namun kau hadir memberi air sedikit

Nanti, akan hadirmu dihatiku
Alangkah mimpimu tak kunjung bertemu
Cari aku yang kau butuhkan
Akanku menanti dalam alam yang berpelukan

Menjaga setiap langkah
Agar tetap sejajar bersamamu nan indah
Lingkar alam yang memeluku dan memelukmu
Itu akan menjadi saksi

Saksi bisu, yang paling diagungkan
Tak pernah berdusta, karena ia takut gusti
Alam yang memohonmu disampingku, sahabat
Agar setiap rindumu, hari tuamu tetap bersamaku
spacer