Ada Yang Melengkung Namun Bukan Bulan itu #1

 
Oleh. Muhammad Naufaldi

Terakhir hari menjadi sangat muram, tak aku sangka juga akan menjadi seperti ini. Mawas diri atas raga yang tak ingin tersakiti (lagi). Begitu, banyak peristiwa dan kenangan masa lalu yang tak sanggup aku bendung menciptakan rasa perlindungan diri-sendiri yang tatkala ini mungkin untuk diri dan orang lain. Menjelang petang Whatsapp tak ada satu kalipun Notifikasi yang menunjukan tentang segala hal yang ingin dirasakan, "Ya sudah bagus berarti" pikirku dalam benak. 

Ditengah cuaca panas, media-media yang saling mencari rating. Seakan-akan egoisme tak terbendung oleh kalangan atas tidak terlihat hingga akhir-akhir ini aku merasakan media tidak bisa kupercayai lagi. Pademi Covid-19 yang mewabah disaat ini menciptakan nuansa baru dalam hidup yang kadang sulit sekali dipercayai, sangat sulit untuk ditebak maupun diprediksikan. Banyaknya, manusia virtual saat ini memiliki bermacam-macam sifat dan sikap seakan-akan menutup dirinya menjadi "Bermuka tebal" dan memilih untuk menjadi orang lain. Orang-orang virtual mulai menitik beratkan dunianya dengan empiris begitu banyak kejadian-kejadian yang tak disadari oleh manusia-manusia itu. Hingga percintaan dan perbucinan dibawa kedalam virtual "dunia memang begitu saja" lamunanku.

Ada yang indah, ketika senja akan datang nanti atau akankah mendung yang akan menemaniku. Seakan-akan rasa kesepian ini menjadi sebuah daya tarik sendiri untuk menjawab pertanyaan yang ada direlung batinku terdalam, siapa pemilik hati ini Gusti ? 

Tengah berpikir menjadi seorang yang realistis dalam berpikir, senyuman-senyuman yang muncul merupakan sebuah bentuk kebahagiaan yang lalu dalam setiap waktu yang ada. Berharap jika waktu itu bisa kembali dalam sejam saja ingin rasanya bisa menatapi seseorang itu dan ketika ku mengenalnya mungkin aku tak akan sia-siakan hal itu. tatkala akhirnya kita menjadi canggung dan mulailah dari raga yang menjauh diikuti oleh sang raja hati yaitu manusia. Seakan cepat berubah, berdiri disini akhirnya sendiri dan tak ada seorangpun yang lagi menberiku cerita-cerita baru soal kisah yang telah lama hilang rasa.

Hingga, tak ada yang sama sekali kurasakan penyesalan mengapa aku seperti ini. "Melihat seseorang bahagia adalah bentuk bahwa penderitaan yang sedang kau rasakan akan kembali ke gembiraan itu". Bukan berarti aku ingin menderita, namun disini adalah tentang bagaimana kita berusaha mengikhlaskan seseorang untuk menjadi yang lebih dewasa. Toh, soal cinta itu sebatas kawan dekat yang tak tau mau bermuara dimana bahkan bahtera yang ditumpangi bisa saja rusak tertabrak karang karena Gusti Maha Penyayang kepadan Hamba-Nya. Hinggaku menemukan pemikiran "Menjaga hati seseorang, sama saja dengan menjaga anak orang" benar bukan ? dimana yang dijaga hati pasti orangnya juga.

Sedikit, yang kualami senyumanku yang tak segan diiringi rasa iri, cemburu, sakit hati, dan sebagainya mencampur jadi satu. Tetap, saja berdamai dengan masalalu merupakan cara terbaik saling memaafkan dan memberikan senyuman kepada kenangan itu ditambah dengan sedikit kopi hitam dan secari kertas dengan aksara-aksara indah. Yang memulai, bukan soal aku atau kamu namun kita karena itu penentuan tetapi ketika itu sudah mulai memudar bukan berarti kamu bisa menyalahkanku atau aku menyalahkanmu, tapi ini tentang kesadaran masing-masing.

Dengan, sedikit senyumanku "Baiklah ini awal perjalanan baru dengan pemikiran-pemikiran baru tentang percintaan ini. Semoga saja, yang terbaik pilihan itu adalah pilihan Gusti dan tak ada yang menerkaku untuk menjadi ini itu dan lainnya.

spacer

Puisi Dini Hari: Teruntuk Dini



Oleh. Muhammad Naufaldi

Jangankan berpaling menatap langit
Masih saja dalam pijakan bumi dan halusnya rumput
Dini, yang masih berada disana
Dengan senyum manisnya

Mempersiapkan kehangatan
Untuk seseorang yang diinginkan
Mencari dalam renungan doa
Riuh, tak terbatas saja

Lagu-lagu dinyanyikan
Fajar akan jadi saksinya
Lelah dalam pencariannya
Yang tak usai kegelapan

Dini,
Hangat bibirmu, tenang
Menenangkan setenang air mengalir
Hingga, diam-diam penantian terlampaui

Bertemu, dalam keindahan hari
Berulang, dan tak pernah membosankan
Beriku sebuah makna dalam hidup ini
Tak akan pernah, menangis
Dalam tegar yang kuat

Selamat Pagi

Magelang, 11 April 2020

.
spacer

Kala Rindu Menghampiri

 Kala Rindu Menghampiri
 Oleh Muhammad Naufaldi

Pagi, menyambutku
Menghindari selalu kata merindu
Paijo, yang menantang surya paloh
Seakan, dia paling pandai

Petani-petani memanen padi
Hingga merasa tawaku melihat keindahan arti bahagia
Seorang pemuda yang tak kalah bucinnya
Dengan manusia-manusia yang lain-nya

Ku tak tahu, aku bisa merindukan wanita
Tengah, dalam pelukan Gusti yang aman
Hebat cinta menjalinkan
Berjalan tanpa dengan "hadapi bersama"

Keseringan merindu aku ini, dik!
Memikirkan apa yang akan kita lakukan kelak
Canggungkah pertemuan itu nanti
Atau semua begitu mengalir dalam kebahagian
Dan terbaik adalah semoga tuhan memberikanku pelabuhan

Magelang, 10 April 2020

spacer

Pesan Rahasia: "Karyamu Abadi"

Oleh. Muhammad Naufaldi

Senandung lagu perlahan mengaluni
Not-Not itu masih saja menemani
Setiap karya yang abadi
Dalam telinga-telinga kerinduan nanti

Semua, ini menjadi abadi
Di akhir cerita yang tak pernah sembunyi
Menjelma lirik-lirik rindu
Yang, mendalam didalam hatiku

Suara itu, akan selalu dirindukan
Lirik-lirik yang menjelma menyejukan
Mungkin puisi ini tidak akan dibaca
Namun, aku yakin ini akan abadi disana

Waktu sudah memberikan ketenangan
Ketenangan yang tidak akan mengganggumu satupun
Semoga karya-karya ini membawakan doa
Menuntun disetiap langkah-langkah dalam riuhnya

Rest in Poems, 2020
spacer

Memang Menulis Ada Manfaatnya ? Ini 6 Manfaat Menulis


Oleh. Muhammad Naufaldi

Bagi beberapa orang menulis itu menyenangkan, dan ada beberapa orang yang menganggap menulis itu musuhnya. Begitu ? Oke, mungkin aku akan sedikit memberikan treatment-treatment yang cukup bermanfaat nih. Bahwa, menulis itu tidak sesulit seperti mendapatkan si "Doi" kok beneran deh atau mencintai si doi secara tulus ? Dan aku yakin menulis adalah yang paling tulus, jujur, dan pasti untuk hati, Hehehe.

Oke, tidak perlu basa-basi. langsung yuk kita bahas apa saja manfaat menulis terhadap diri kita maupun untuk orang lain, dibawah ini terdapat 6 poin yang menurutku cukup relate. udah kepo yuk kita bahas satu demi satu.

1. MENGABADIKAN PENGALAMAN HIDUP

Kita bisa mengabadikan hal-hal menarik dalam hidup kita. Kenapa perlu kita abadikan? Karena yang perlu kita wariskan pada anak dan cucu kita bukanlah harta tapi pengalaman hidup dan wisdom kita. Menulislah dan tidak usah malu mengungkapkan sisi hitam kita.
Karena bukan sisi negatif itu yang akan kita highlite tapi hikmah positif apa yang kita peroleh dari peristiwa tersebut.

 2. MENINGGALKAN LEGACY

Menulis membuat kita bisa meninggalkan legacy untuk keturunan kita. Cucu-cucu yang gak sempet ketemu kita, pasti seneng banget ketika membaca, Misalnya “Wah, nenek buyut, Chusnul, kita ternyata dulu seorang Pengusaha , Loh.
“Ih, kagum banget sama nenek buyut Chuss!!”

“Gile, ternyata kakek buyut kita Doni adalah Video Editor. Hebat banget. Sayang kita gak sempet ketemu beliau.”
Mengharukan, bukan?

Dan kalo buku kita bagus, bukan cuma keluarga tapi dunia akan membaca buku kita.
Seperti orang bijak berkata, “If you want to know the world, READ. If you want the world to know you, WRITE!

3. MEMBUANG SAMPAH EMOSI

Jiwa menderita, tubuh menjerit. Itulah yang tejadi di era modern seperti sekarang. Sebagian besar penyakit yang menggeragoti tubuh selalu datang dari masalah psikis (Psychosomatic). Alhamdulillah salah satu obat yang paling manjur adalah menulis. Menulis berfungsi sebagai EMOTIONAL DETOX yang mampu mengusir rasa sakit, penderitaan, rasa bersalah, kesedihan dan stress.
Semua itu berpangkal dari energi negatif yang semakin gila datang dari media digital. Kalo semua energi negatif tersebut dibiarkan dalam tubuh, lama kelamaan akan mengakibatkan tubuh kita sakit.
Tapi jika kegelisahan itu terlalu personal untuk dibuka ke publik, tulis tentang hal lain. Tentang apa saja semau kita. Hasilnya? Aneh bin ajaib, kegelisahan kita tetap menghilang. Begitu powerfulnya menulis bagi kesehatan kita.

4. MENULIS ITU SEPERTI MAIN GAME

Main game sering disebut dengan melampiaskan aktualisasi diri. Menulis itu persis seperti main XBOX atau PS (Play Station).Perhatiin deh, game yang dipilih oleh anak kita, sebenernya sangat mewakili harapan dan imajinasinya. Mereka memilih game balapan karena buat mereka seru dan ternyata menjadi pembalap adalah salah satu impiannya.Tidak semua impian bisa jadi kenyataan tapi dengan main game sedikit banyak aktualisasi diri bisa terpenuhi. Sama dengan main game, menulis juga bisa berfungsi sebagai aktualisasi diri.

Buat yg suka berkhayal pengen jadi jagoan, pengen jadi bintang film, pengen jadi Super Hero…pokoknya jadi apa aja, BISA. Tuliskan cerita berdasarkan imajinasi itu.

Tokohnya tidak perlu harus kita. Ketika semua kita tuliskan maka semua hal yg kita ceritakan sebetulnya semuanya merupakan representasi dari pikiran, imajinasi, cita-cita, harapan kita.Dengan menulis cerita, kita bisa jadi apa aja di sana.

Pokoknya apapun yang muncul dalam pikiran, apapun yang sering muncul dalam imajinasi kita, tuliskan. Insya Allah tulisan kita akan menjadi bagus. Kenapa? Karena sesuatu yg sering kita imajinasikan pasti sangat sempurna minimal buat kita sendiri

5. MENULIS ITU MENCEGAH PIKUN

Banyak orang yang memasuki usia pensiun, seringkali bingung harus melakukan apa. Hidup itu tentang mengejar sesuatu. Meskipun keliatan sepele, tetap harus ada yang dikejar. Itu sebabnya banyak pensiunan cepat meninggal karena mereka gak punya sesuatu yang harus dikejar.Mereka stress dan merasa gak berguna menjalani hidup.

Padahal Masa Pensiun itu bukanlah periode di mana kita tidak mengerjakan apa-apa. Masa pensiun adalah masa di mana kita mempunyai kebebasan untuk memilih pekerjaan yang kita sukai. Karena butuh kegiatan dan membutuhkan sesuatu untuk dikejar, akhirnya para pensiunan tersebut mencoba berkebun, kursus melukis atau kursus menulis.

Berdasarkan hal itulah, saya berpendapat, daripada menunggu tua baru belajar menulis lebih baik kita belajar dari sekarang. Kalo hobby menulis, ketika kita tua nanti, kita mempunyai kegiatan yang meneyanangkan. Kita bisa berkarya, menulis sepuasnya, menerbitkan beberapa buku karena di jaman masih bekerja sering tertunda oleh kegiatan lainnya.

6. MENJADI TOKOH YANG DIDENGARKAN

Ada teori yang mengatakan bahwa secara umum manusia terbagi dalam dua tipe; 1. Tipe pembicara dan 2. Tipe pendengar.Terus terang saya kurang sepakat dengan teori itu. Minimal di lingkungan saya, semua orang ingin menjadi pembicara sekaligus ingin didengarkan. Karena itu menulislah.Ketika orang memutuskan untuk membaca tulisan kita berarti dia dengan rela mendudukkan dirinya sebagai pendengar.
Dan kita sebagai penulisnya tentu saja adalah pembicaranya. Hehehehe… Tulisan yang bagus adalah tulisan yang menggugah emosi. Emosi dalam arti pembaca akan terharu, tersenyum, geli, ngakak bahkan berurai air mata.

Nah, itu baru 6 poin nih. sebenarnya banyak sekali manfaat menulis selain 6 poin diatas, menurutku menulis adalah cara berekspresi dalam segala rasa yang tak kenal akan kata pamrih. selain itu menulis juga membuatku lancar dalam berbicara, yang dimaksud adalah sebagai bahan latihan untuk berkomunikasi yang baik. Mungkin itu dulu yang dapatku sampaikan 6 poin manfaat menulis, semoga bermanfaat! Tetap berkarya walaupun dirumah! Semangat-semangat-semangat. Sampai bertemu di Artikel berikutnya.
spacer