Menulis Satu Tahun Terakhir



Oleh. Muhammad Nnaufaldi

Seperti yang aku ketahui keadaan beberapa bulan lalu sudah menciptakan begitu banyak alur-alur cerita dan bahkan kisah-kisah percintaan yang cukup banyak dibaca hingga keadaan mendekati akhir tahun. Mulai Januari lalu aku masih mencoba untuk mempertahankan kecintaan dan kasih sayang kepada sastra dengan belajar menulis. Sudah cukup jauh rupanya perjalanan panjang yang memenuhi lika-liku kehidupan menarik jika dibahas pada artikel yang selanjutnya. Entah berapa orang hadir untuk membaca sedikit mengenai artikle maupun puisi-puisi pendek ini ingin aku ucapkan "Terimakasih sudah mau membaca yang masih banyak kekurangan dari diri ini" lantaran kalian sudah membantu meningkatkan literasi kalian dan mengapresiasinya.

Perjalanan yang panjang ini memang sudah dimulai dari begitu banyak kejadian. Tidak terasa sudah hampir satu tahun dan hampir purna juga tahun ini menemani kita, semoga pandemi ini segera usai dan hilang dari indonesia dan semua negara di bumi ini. 

Menulis satu tahun pada tajuk diatas ini merupakan sebuah program yang aku buat dalam meningkatkan diri mulai dari kualitas menulis hingga membaca buku-buku atau media online lainnya. Awalnya, tidak sengaja tantangan ini aku buat bahkan dikatakan orang iseng karena waktu itu mulai dengan Work From Home maka aku bisa membagi waktu untuk menulis di blog ini. Cukup senang bisa membucin melalui ketikan-ketikan beraksara dan bersenandung melalui keresahan semua orang. Tiada bosan aku mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan dan rekan yang mau menemani, mendukung, serta membuatku semakin semangat dalam berkarya.

Baiklah, aku akan memulai membahas beberapa pertanyaan yang mana sempat menjadi perbincangan orang-orang:

  • "Bang, mau tanya gimana caranya menulis kritis dan apakah bisa meningkatkan kekritisan kita ?"

Oke, aku akan menjawab sedikit mengenai hal ini. Cara menulis kritis itu bisa dibilang sedikit sulit tapi kalau sudah biasa akan mudah. Mengapa ? Lantaran kekritisan itu dimulai dari kepekaan kita terhadap lingkungan disekitar kita dahulu, kemudian mulailah tulis mengenai keadaan dan lingkungan kita. Aku sendiri masih belajar dalam menciptakan tulisan kritis. Kemudian jika menulis kritis apakah akan meningkatkan kekritisan kita ? jawabannya "Bisa" sebagai penulis kita dituntut untuk memperbanyak ensiklopedia dan pengetahuan umum kita. bahkan, kosa kata di KBBI menjadi salah satu dipelajari perbanyak diksi semakin menambah pengetahuan kita juga. 

  • "Bang, kenapa menulis membuat merasakan kebucinan yang cukup bagus pada diri ?"
Aku merasakan dengan menulis tercipta kebucinan-kebucinan yang dibuat oleh diri sendiri. Maksut dari hal tersebut adalah kita lebih paham akan diri kita, menjadi pribadi yang baik dan saling memahami pada diri sendiri dan orang lain. Namun, karena aku merasakan pada diri yang saat ini sedang sendiri aku memahaminya bahwa ini arti dari memahami menyayangi diri sendiri atau selflove kita melalui tulisan.
  •  "Bang, gimana caranya menulis seperti abangnya ini? "

Aku akan berbicara bahwa menulis adalah hal basic bagi setiap orang. Awalnya dulu aku tidak suka dengan menulis, tetapi karena memang suka sekali dan ingin mendalami sastra terutama sajak dan puisi maka mau tidak mau harus tetap berusaha menulis. Intinya adalah Trial and Error seperti kita melakukan penelitian, dari sinilah aku menyukai hal menulis meningkatkan pengetahuan umum dan pengetahuan sastra. Selain itu, jangan bosan membaca-baca entah itu artikel, berita, maupun sastra seperti novel, puisi, cerita dan sebagainya.

Sebagian orang menganggap bahwa menulis adalah hal yang membosankan. Padahal yang sebenarnya ibarat mencintai seseorang menulis adalah mendapingi kita dalam segala hal mulai dari rasa kesedihan hingga kebahagiaan sekalipun. 

Secara hebat, meningkat dari dua tahun lalu yang memulai menulis asal-asalan melalui media yang sangat disukai anak muda bahkan aku sendiri masih sering menggunakan aplikasi tersebut. Aku memiliki harapan yang cukup besar sebenarnya pada tahun ini, tetapi rupanya waktu tidak memihak untuk melaksanakan pada saat ini. Jadi, cukup menahan diri dan menahan naskah yang akan mulai kukerjakan kembali.

Okey, untuk sobat onlineku jangan bosan jika membaca buku. Buku adalah jendela ilmu dunia, bahkan imajinasi seorang bisa mengalahkan sebuah kenyataan bukan. Maka, pada tahun depan nantinya semoga kita bisa menyelesaikan segala tugas kita purna diakhir tahun untuk menjadi lebih baik lagi. Aku berharap juga nanti yang membaca ini entah dari belahan bumi mana itu semoga bisa menciptakan karya-karya yang juga sama akan terbit serta dibaca oleh semua orang. Sekian artikel ini next week kita bertemu lagi! See ya!!

spacer

Belajar Rela Dari Seekor Elang Timur



Oleh. Muhammad Naufaldi

Berdiri diantara gelap malam
Memikirkan setiap rasa yang kini semakin muram
Tidak nampak jelas dan merajam
Hingga nanti tampak mentari muncul dari timur menerkam

Elang yang mengepakan sayapnya
Mengarungi jarak yang tak terhitung olehnya
Hingga ia harus mematahkan paruh tajam
dan menggantikannya yang baru 

Ia telah jauh berkelana
Mencari tempat untuk kembali dan memeluk dia
Jika timur menjadi tujuannya
Harapan akan barat akan kehidupan baru untuk mereka

Kerelaan yang sangat menyakitkan pelajaran dari elang
Paruh yang tajam, bulu yang akan berganti ia cabut sendiri
Kedinginan dan melawan cuaca yang menusuk lebih kejam
Iapun bertahan untuk mencari sang pasangan

spacer

Dua Kata Yang Hampa

Oleh. Muhammad Naufaldi

Sejenak aku memandangi titik-titik kota
Menatap sayu akan lelah perjuangan pujangga
Syair-syair yang sudah tercatat tinta
Mampu mengurangi rasa pedih yang tercipta

Kata-kata hampa
Selagi kau mampu mencinta
Seharusnya aku mampu merindu
Tanpa adanya batasan untuk rindu padamu

Ketika mentari berganti temaram
Kau seakan lupa akan cinta yang berujung muram
Menciptakan beribu bekas lara
Yang menyiksa dalam dekapan panah asmara

Semua kata-kata itu kau buat indah
Seakan langit dan bumi menjadi hiasan kata yang membuahkan perih
Ahh-ha-ha... Sunggu menanti bukanlah hal yang tepat lagi
Malahan siksa batin ini menjadi-jadi dan mematikan diri

Magelang, 15 November 2020

spacer

Pesan Untuk Penulis Tak Dikenal



Setelah perseteruan yang panjang aku memulai perjalanan dalam sepi yang terkadang menjerumuskanku kedalam ikatan itu. Semua tlah atau akan berlalu mungkin. Tetapi entah mengapa tak ada sejengkal rasa yang menghibur hanya sebuah rasa yang muram dan tegang, bahkan ketika pesan ini ditulis untuk seorang tak dikenalnya untuk penulis. Sekian lama tidak lupa dengan yang terjadi perjalanan hari menjadi sedikit mengikuti suasana hati yaitu muram  padahal sang penulis ingin merasa "Unjuk Gigi" supaya tidak bosan berada dirumah tetapi malah terjebak oleh "Kebosanan Yang Memburu"... batinku bergumam.


Sore itu masih datang dengan sedikit mendung setengah matahari muncul dan menepuk kerongkongan jam dinding klasik yang tersedak mengeluarkan suara "teng-teng-teng" selama lima kali. Tak terbujuk apapun tatapanku hanya membaca-baca beberapa berita dan artikel ringan lantunan puisi Alfin Rizal yang tlah lama usang didalam sebuah website itu. Kubaca-baca dan seterusnya hingga menemukan penulis yang tak dikenal itu dalam diri setiap penulis dan terkadang lupa akan siapa diri. Kesadaran yang membuatku tersedak sedikit karena terkejut akan otak yang bekerja 2x lebih keras dibanding dengan biasanya. Ketawa dengan lagak akan genius padahal juga tidak hanya pemula dalam kehidupan menulis.

Sejenak menanti, terlalui banyak sekali hal. Begitu indah memang menikmati sore yang setengah menjingga. Tidak perlu menjadi seorang yang keren untuk menjadi penulis karena semua dilalui dengan proses berkembang. Sungguh waktu seperti itu aku merasa cukup banyak inspirasi yang tak sungkan aku munculkan. Selain itu aku selalu merasa menyesal karena tidak menulis. Bahkan sedihnya lagi aku merasa kehilangan jika tidak menulis.

"Ibarat langit dan bumi udara menjadi sebuah keperluan yang sangat penting. Bahkan hingga mentari kembali ditemani oleh gelap dan berpindah disisi lain aku merasa nikmat itu datang dari Tuhan."

Begitu melawannya hari hingga rasa itu menjadi kehilangan. Menulis itu tentang hidup yang memiliki banyak aspek. Kurasa cinta dan tulisan adalah sebuah yang benar-benar tlah hidup abadi menciptakan romansa yang tak pernah hilang dari muka bumi.

Pesan itu menjadi raungan harimau bagi penulis tak dikenal bahkan tak mengenal secara utuh. Aku malu begitu mengakui seorang pecinta namun aku melupakan cinta akan menulis. Si Mang Kribo pasti sama tak mau kalah dalam menulis sebuah sajak-sajak yang melukiskan harinya, atau mungkin Alfin Rizal dengan kata-kata yang menyentuh prosa dan kata yang tinggi. Sebuah pencapaian adalah perkembangan itu katanya, tapi bagaimana dengan sebuah hasil ? Lupakan! kita tak pernah akan tahu soal hasil namun menulis itu seperti mencintai dalam diam dan tak kenal lelah. 

Untuk blog ini pesan disampaikan kepada penulis tak dikenal yang sering memunculkan inspirasi dan giginya yang terkadang membuat luluh. Suara-suara itu tlah tersampaikan dalam sejarah yang abadi. Akankah pesan ini masuk kedalam hati penulis tak dikenal atau hanya akan dibaca saja (Aku merasa sedih jika tak dihayati). karena pesan ini aku berharap penulis tak dikenal akan menjadi dikenang hingga akhir hayat dan tetap abadi didalam aksara sastra penulisan.

spacer

Selusin Rindu

Oleh Muhammad Naufaldi

Genggaman itu, membekas akan telapak ini
Sungguh heran, malam terasa semakin sunyi
Selusin rindu, menghantam melalui dingin malam
Menutup hari, kunjung dalam ruang yang muram

Manisku, sedikit gula kutambahkan diantara kopi dan susu
Setertarik hati, diamku riuh dalam doa untukmu
Begitu rindu aku, dalam lusinan rindu
Menumpuk kuat dalam dingin malamku

Sejenak susah hati, bahagia hadir
Ketika kuingat, benak senyummu manis membuatku berdebar
Diantara doa untukmu dan panjatan kepada Tuhan
Segala rasa, meresap dalam hati dan alam kesadaran

Manisku, jangan bersedih akan rindu
Sungguh tatkala pagi datang, menjelmalah riuh doaku menjadi bahagiamu
Iringi langkahmu, dalam raga yang berjuang
Mengarungi setiap aksara rindu yang teguh seperti karang.

Magelang, 21 September 2020
spacer

Komunikasi dan Seni: Sebuah Peragaan Tajam akan Kritikan


oleh. Muhammad Naufaldi

Menurutku Komunikasi merupakan salah satu peragaan seni yang sangat banyak digunakan dimedia maupun platform-platform yang naik daun saat ini. Semakin banyak menggunakan sosial media atau platform ini menciptakan banyak sekali analisis baru yang juga sama bermunculan pada artikel-artikel penelitian. Namun bagaimana seorang meragakan berkomunikasi peka akan menjadi seorang kritis itu sangat rendah sekali saat ini. Hidup di Negara yang memiliki rasa Demokrasi atau kebebasan berpendapat dan bersikap kritis malah kurang diperhatikan oleh seorang ataupun beberapa orang bahwa hal tersebut merupakan seni dalam berkomunikasi juga.

pernah membayangkan film the king speach jika diperagakan oleh semua masyarakat untuk mengkritisi keadaan saat ini menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan. Tidak kalah menyenangkan dibanding melukis, menulis dan sebagainya.

Kita membuktikan bahwa komunikasi dan seni merupakan sebuah kesatuan yang bisa dibilang berseberangan. Namun, tidak dapat dipungkiri komunikasi dan seni itu satu kesatuan juga yang sengaja diciptakan untuk menanggapi berbagai hal. Bahkan, mengkritisi sebuah pandangan dan menanggapi sebuah kesalahan pemerintahan yang seharusnya bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua.

Tidak jauh dengan yang namanya komunikasi, seni dan kritikan tajam, peningkatan literasi menjadi sebuah iring-iringan yang tidak bisa terlepas begitu saja.

Inilah yang seharusnya dipelajari oleh para remaja milenial saat ini, generasi yang mampu merubah indonesia kedepannya. Tidak ada kata terlambat untuk mempelajarinya karena itu sangat dibutuhkan, tidak ssekedar mengobral janji-janji manis yang menuai pemasalahan baru atau memunculkan permasalahan yang tidak diinginkan.

Peragaan yang tajam akan kritikan ini lebih didominasi untuk seorang agar mempelajari bagaimana melemparkan pertanyaan-pertanyaan logis dan cukup untuk dijelaskan secara eksekusinya. orang-orang yang pandai dan peka akan sebuah kritikan akan mencoba memahami begitu banyak hal dan aspek serta melihat bagaimana cara untuk menemukan solusi jangka panjang dan pendek.

Belajar melemparkan pertanyaan kepada mereka yang lebih jauh diatas kita itu adalah penting. Cukup penting dengan menggunakan bahasa yang tepat dan benar.

Mengapa hal itu penting ?

Sekali lagi dalam penekanan, mengkritisi sebuah hal itu sangat penting sekali. Dibutuhkan banyak jam terbang dan literasi yang banyak agar mampu diselesaikan. Menjadi tidaklah mudah banyak dipertaruhkan untuk mencapai sebuah kepuasan terhadap sendiri. Kepuasan mengkritisi merupakan kepuasan sekunder dan tidak begitu terasa melesat didalam bawah alam sadar, tetapi tertancap di dalam pikiran mereka dan menciptakan kesadaran.

Dalam mengkritisi satu hal juga bisa meningkatkan cara penggunaan diksi dan semakin banyak belajar dalam memperbaiki ejaan bahasa indonesia, Peningkatan ini karena kesadaran sosial dan kesadaran akan pentingnya hidup sosial, bahkan peningkatan ini sangat tidak disadari oleh diri sendiri tapi terdorong oleh alam bawah sadar.

Jadi bagaimana kaum milenial ? Menjadi kritis atau menjadi seorang yang hanya rebahan dikamar ? ini membuatmu sadar betapa penting akar dari namanya kritis dan kritik. Cukup luas tetapi sangat mudah untuk dilakukan jika "terbiasa". Tidak ada yang salah ketika ingin menjadi benar, kecuali hanya orang-orang yang menyepelekan sebuah konsep dari kritik tersebut. Inilah yang kita lawan bersama-sama.

spacer

Malioboro Gemerlap Kota Yogyakarta



Oleh. Muhammad Naufaldi

"teruntuk kamu, yang aku rindukan bersama riuhnya kota-mu yaitu Yogyakarta. Maaf, jika kutahan semua rasa ini."


Lampu kota bersinar cukup terang

Tak redup, menemani rasa senang

Walau hati ini begitu rapuh

Aku berdiri dalam sudut rasa pasrah


Malioboro kala itu, menenangkan

Sesepi dari riuhnya kota pukul 2 pagi

Heningnya yang membuat semua lelap

Dalam pelukan pagi yang buta nan dingin


Semakin gundah rasaku

Aku tlah kembali jatuh cinta dengan-mu

Panah hangat menghujam jantung

bak, mengujam langit malam dengan bintang


Kurasa-rasa kota ini menjelma rindu

Akankah pertemuan berpihak kepada kita

Hari manis nan indah kota-mu dalam bahagia

Esok hari jumpaku kepadamu, aku rindu!


Yogyakarta, 03 September 2020

spacer

Pantai Liang

 


 Oleh. Muhammad Naufaldi

Ada yang aku rindukan dari sebuah pantai
Tempat lahir ibu yang indah dalam pelukan garis pantai
Tak pernah aku merasakan kesejukan biru laut
Yang menjelma dalam gubuk aku terduduk merenung kepulangan yang bersekat

Ruang yang luas, matahari yang menyengat
Segarnya suara air berkejaran menuju sudut
Bertebaran pasir putihnya yang menjelma seperti rasa
Sungguh kehilangan gairah dalam pelukan alam semesta

Kuingat lagi, betapa rindunya memiliki seorang
 Rintihku keras dihadapan Tuhan, dalam doa yang begitu meriuhkan
Takjubku melihat maha karya-Nya dalam rasa hati yang bingung
Anak-anak terlihat gembira bermain air dan bercipratan air seperti permata berkilauan

Ahh, pikirku "Gusti, aku merasa kesepian..."
Ruang hati begitu hampa terdiam lama menikmati pantai di Ambon
Dalam kesepian yang begitu dalam, tak tertahan
Terimakasih, tuhan

spacer

Kacamataku dan Restu-Nya


 

 Oleh Muhammad Naufaldi

Gusti, ampuni hati ini
Rasa yang membajiri, meluap tak terbendung
Tlah membuatku merasa susah hati
Riangnya yang kurindukan lagi-lagi membuat bingung

Syair dan aksara tlah terbaca
Tergoreskan tinta yang kutatap oleh mata
Mata yang sudah menua dan terbantu oleh sebuah lensa
Kacamata kehidupan sebuah rasa

Aku masih saja menyebutnya dalam doa
Walaupun hatinya memilih lain yaitu dia
Aku teguh, sekeras karang dan tetap dalam pelukan-Nya
Mengharap restu gusti yang meminta ampun dalam salahnya rasa

Riang-mu menjadi bahagia dalam cerita
Penyair ini sedang kesepian dalam hilang arahnya
Kompas yang sedari tadi disentuh tak lagi meruntuhkan harap
Semoga kelak pencarian sepiku akan bertemu kau yang aku harap

spacer

Puisi: Puas dan Ragu Pagi Hari

 
Oleh Muhammad Naufaldi

Semua syairku
Kutekankan pada rindu
Rindu yang menjelma dalam pagi dingin
Setengah sadar, dalam rasa kehilangan yang kumimpikan

Taman yang berbunga
Menciptakan rasa yang dinamakan cinta
Tak terlanjur untuk merindu kasih
Pada harapan yang t'lah jadi lungkrah

Semua batin ini
Kerinduan dalam melodia
Tlah memaksa rasa muncul dalam pagi
Tersasar lagi dalam ruang ragu yang hampa
 
Sejenak langkah mendendamku
Sang laut tlah melabuhkanku
Dalam pelukan sang semesta
Rasa puas dalam kebahagian yang penantian bersama


spacer

Bulan Juli Dan D/MI Café


Oleh Muhammad Naufaldi

Sebentar lagi Juli telah habis, mereka yang masih saja keras kepala terhadap dirinya adalah selalu benar. Yah begitulah singkat ceritanya. Selama masa new normal aku merasa kekosongan dalam hati dan pikiranku tentang asmara yang tersingkir oleh banyak percobaan dalam langkah yang tak berarah namun dalam tujuan yang sama.

Senyap malam itu dan riuhnya kota menjadi sebuah komposisi energis yang tak terlihat dalam sayap emas sang malaikat yang membantu mencari keadilan dan ikut andil dalam renung kami sang hamba yang ingin mencari kebenaran. Semua tak segan untuk menyapa berkenalan hingga menjadi kawan, sajak-sajak yang dilantunkan bait yang disebarkan dan dibacanya menjadi saksi malam yang tak terlewatkan. Hebat memang!

Malam itu dalam renung aku sedang memikirkan betapa hebat sang penulis pram yang menorehkan catatan prestasi berekor dunia dalam sekedar tulisan penuh makna. Bayangkan saja betapa indah hati ini jika saja tulisan membuatku menjadi sebuah sejarah dalam dunia dan abadi tiada henti. Gumamku saja yang merasa ingin tetap menaruh hati kepada tulisan bukan kepada hati seorang.

Perjalananku ini dimulai dalam gelap malam yang tidak terlalu pekat namun berada dipertengahan senja yang semakin menyenangkan. Persekutuan mendekati sebuah kafe yang tidak terlalu besar namun penuh makna dan kenangan yang semerbak harum mawar perjuangan mencari keadilan yang tak pudar sekalipun. Merapatkan kuda besiku yang cukup mencerna setiap amarahku, hati ini dalam keadaan gundah. perkumpulan itu menjadi tempat kenyamanan baru diluar rumah dan penawar rindu selama ini.

"Ruang Tanpa Sekat, Hmmm sebuah nama yang bagus juga untuk dijadikan nama belakang menarik seorang." Seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan kuliah dan KKN saat ini

"Iya begitulah mbak, insyallah tahun ini bukuku akan ku terbitkan dengan salam hangat dan kasih sayang" kataku menjawab

"Semoga berhasil mas dalam kepenulisan ini." singkat saja pesan whatsapp yang ditutup karena aku sendiri sedang berada diluar

Semua saja berjalan dengan nyaman dan aman, hingga terlihatlah fajar jumat waktu itu aku masih saja memikirkan setiap langkah yang positif dan ingin kulakukan untuk bisa dirayakan bersama orang-orang yang kukenal dan yang membutuh sebuah mood positif. Kubuatkan sedikit puisi dalam rasa kekecewaan terhadap rindu yang sebenarnya adalah bukan tentang kebutaan atau keterbudakan cinta. Sering sekali seorang menganggap bucin adalah hal yang menjengkelkan dan membuat iri. padahal kita bisa membuat bucin itu ada dihadapan kita dan mencerna setiap rasa itu dan serta mertalah menjadi bucin. Aku tidak terlalu Naif untuk menjadi seorang pecinta yang saat ini belum juga bertuan, tetap menjadi diriku sendiri yang mecinta dalam rahasia tuhan dan entah letak rasa itu dimana tertimbun oleh tulisan asa dan kekhawatiranku.

Sore dan senja menjelanglah malam, pertengkaran batin dimulai dalam rasa yang tak semakin tenang dan khawatir yang tak kunjung mereda. Kusulutkan rokok dengan api yang kecil dan manis namun mematikan jika membakar suatu hal, maka kutatap api itu dan berkata batin didalam raga yang ber-ruh ini atas kehendak-Nya.

"Kenapa api selalu menyulut, membakar dan mematikan ? padahal api adalah abadi jika kita mengenal dewa bernama AGNI yang biasa kita kenal sebagai api abadi." gumamku dalam perjalanan yang tehrenti karena merokok.

Aku perokok yang aktif bisa dikatakan seperti itu walaupun aku tidak begitu peduli dengan apa yang saat ini kurasa, tetapi aku sangat pro terhadap masyarakat dan rakyat. Banyak, sangat banyak sekali hal yang ingin kuungkapkan dalam rasa perjuanganku dalam berpuisi. Hingga akhirnya gumamku menjadi lirih dan tersadar bahwa sebenarnya ada pesan yang tak kujawab sedari tadi, 10 Menit berlalu oleh gumaman ku yang tak kunjung purna ini.

"Abang! Abang Adi" kubaca dan kutarik task bar smartphoneku
"Bang Balas, ini kami sudah memulai acara sastra yang telah direncakan sebelumnya" lanjutnya

hingga akupun menjawab.

"Baiklah aku akan datang segera ketempat biasa, jangan khawatir sesegara aku akan kesana" jawabku singkat dengan sedikit kesabaran.

Kulanjutkan dalam perjalanan tempat biasa kami kongko atau nongkrong di depan perempatan dan kafe yang sering kami sebut D/MI cafe. Sampailah diriku ditempat tersapalah diriku ini oleh kawan-kawan yang lama tak bertemu. Hingga malam berjalan akhirnya kami berhasil menyelesaikan acara yang telah kita rencankan.

Kusulutkan sebatang rokok dan menikmati setiap malam disudut ruangan itu. Terpinggir bersama dengan malam yang kiat gelap menuju pagi buta, muncul pikiran-pikiran gelisah yang tak segan menutupku dalam ramai dan riuh malam itu. Semua menatapnya dan cukup membuatku selalu tertarik berada disekitar mereka hangat dan selalu siap menerima datangku.

spacer

Gara-Gara Perjuangan Aku Menulis Puisi


 
Kepada semua insan yang berjuang, untukku dan kita semua.
Oleh. Muhammad Naufaldi

Pertarungan raga menjadi pertanda
Pertarungan otak menjadi sengitnya laga
Agni dalam hati tak akan pernah padam
Dan angkara yang lama kian memadam

Tungku, yang berisi bara
Membakar arang yang dimakan habis olehnya
Semua tak bersisa hanya abu yang menandakan
Ruang singgahku ini hanya sementara, kebetulan

Harga martabat, hak dan keadilan menjadi tenar
Menggenggam kami untuk mencari benar
Supaya bicara halus kami keras terdengar
Kepada beliau yang duduk diatas kursi yang mendengkur

Usang, usang dan usang
Kursi yang berganti, hanyalah eksistensi diri. Apakah ini benar ?
Atau salah kami meminta keadilan dan kebenaran ini ?
Semua sama dipandangan tuhan kita manusia
Semoga, segera kerjakan amanah dan tuntaskan keinginan kami
spacer

Renungan Dingin


Oleh Muhammad Naufaldi

Setiap laksana langitku pandangi
Rasa itu tak pernah tepat kusinggahi
Sang mata menatap taman bunga yang ramai
Berwarna-warni menemani hari

Renung pagi, berselimut dingin
Menjadi sebuah asa yang tak tetahan
Setiap rasa dan raga yang mulai mengikuti irama beraturan
Menciptakan rasa yang tak mampu lagi dijelaskan

Secara gamblang bibirku memilih untuk diam
Tanpa ucap dan menikmati setiap relung  dan ruang-ruang hati
Seketika waktu yang menjulang dan memutar diatasku
Berhenti sejenak untuk menikmati bersama-ku

Mengucapkan setiap kata yang tak sekedar diucap
Rasa pengucapan yang tertulis dalam aksara dan dekap
Menjadi pengecoh rasa kantuk
Yang merenungi dirimu penuh pelukan dingin pagi yang menembus raga dan hati terketuk

Magelang, 27 Juli 2020
spacer

Surat Bahagiaku, Kelak


Oleh Muhammad Naufaldi

Sejarah yang telah berlalu
Ragapun tlah membiru
Semua yang berakhir dengan kata tulusmu
Hanya akan menjadi sebuah janji dikemudian hariku

Tanganku telah kaku
Dingin dalam sebuah rebahku
Yang terakhir dalam wajah tersenyumku
Mengucapkan selamat tinggal diakhir waktumu

Terlewati, aku berjanji akan ada dalam harimu
Berbentuk rasa, dan kehidupan yang abadiku
Secarik kertas-kertas ku bacalah
Rindumu berbalas dan berbahagialah

Tak ada yang mampu bercerita
Selain milikku satu adalah bahagia
Keabadianmu dalam secarik kertas tua
Aku tidak akan pernah melupakanmu
spacer

Elegi Rindu

source: pixabay

Oleh. Muhammad Naufaldi

Lelahku telah berakhir
Dalam sebuah rasa tak berarti dan terpinggir
Menjamah hati yang telah lama berhenti, menyepi
Terangkak keluar batin menunjukan diri mencari

Memulai dalam kerinduan yang cukup
Menepi jatuh dan menghilang rasa terlungkup
Rengkuh-rengkuh tanganku yang menutup
Tak mampu menjadi sebuah cerita yang terungkap

Elegi menyambut sedikit menenangkan luka hati
Menerpa dengan sejenak kehangatan yang dicari
Terakhir dan mengakhir bukan lagi dalam tabu yang tak bertuan
Seruan-seruang untuk mundur dalam sangkala terompet peperangan

Akankah sebuah detakan jantung merubah alur waktu
Yang tak pernah tahu kapan pemberhentian itu
Rindu yang menjelma dalam riuh doa-doa sepertiga malam
Menjadi saksi keatas dalam lindungan gusti yang hanya diketahui oleh alam
spacer

Will be a different people ? You can be yourself!


Oleh. Muhammad Naufaldi

Mengapa kita harus menjadi seseorang yang berbeda dengan orang lain?

Begini, jadi cukup menarik mengapa aku dan kamu atau kita semua harus berbeda. Menurutku perbedaan bukanlah suatu landasan untuk saling merendahkan atau menjatuhkan. Namun, menjadi sebuah hal yang utuh dan mempersatukan karena setiap gagasan bisa saja berguna.

Tetapi sadar tidak sih bahwa setiap diri manusia memiliki sebuah kelebihan dan kekurangan yang seharusnya disyukuri. "Ibarat ketika air dan api mereka saling melengkapi, hujan tau kapan ia turun matahari juga tau kapan ia memancarkan membaranya.". Itu menjadi sebuah hal yang sangat baik dan bagus apabila kita sadari dan menjadi pelajaran untuk setiap orang.

Selanjutnya bagaimana menjadi orang yang merasa bahwa "kita adalah milik kita sendiri" atau tidak merasa iri diantara kita dengan orang lain. Kesadaran akan diri sendiri pada saat ini mulai hilang, setiap orang harus merasakan insecure yang begitu berat dan merasa bahwa mereka tidak pantas.  Stop! untuk merasa seperti itu, kita semua punya hal yang harus dibanggakan pada diri kita.

Nah ada beberapa tips dari Adiaddict.id mengenai kita harus menjadi diri sendiri:

  1. Pahami bahwa dirimu adalah milikmu seutuhnya

    Kamu harus sadar bahwa dirimu adalah milikmu sendiri, disini itu bentuknya lebih pada love yourself. ketika kamu sadar dalam hal ini pasti akan memunculkan rasa bahwa setiap orang bisa menjadi apa yang dia inginkan.

  2. Bersyukur

    "Kecantikan dari dalam adalah yang membuat kita semakin beraura bagus"-Muhammad Naufaldi. Dari kutipan diatas ditunjukan semakin kita menyayangi diri maka akan menampilkan figur yang tidak disadari

  3. Kebahagiaan akan mendatangimu

    Sudah cukup jelas ketika kamu selalu bersyukur, maka kamu akan diberikan kebahagiaan. Bahagia tidak akan kita cari tetapi, kebahagiaanlah yang mencari dan menjemput kita. karena bersyukur diibaratkan gambaran tercukupi porsinya dalam hidup dan raganya.

  4. Kamu akan pandai dalam mengambil keputusan

    Siapa yang sadar bahwa menjadi diri sendiri itu membuat kamu lebih selektif dalam memilih keputusan? pasti itupun jarang disadari oleh setiap orang, oleh sebab orang saat ini lebih memperhatikan orang lain dari dirinya sendiri.

    Stop! kukatakan sekali lagi kamu harus tetap berjuang memperbaiki diri dengan cara yang paling mempesona dimiliki oleh dirimu, dan belajar untuk tetap semangat
    Melihat kemajuan teknologi sepertinya perasaan insecure juga semakin meningkat, maka hal yang terbaik adalah percaya kepada dirimu sendiri dan mencoba terus mencoba hingga mencapai itu.

  5. Ketika kamu mengetahui dirimu lebih dalam, maka kamu akan sukses

    Seperti yang dikatakan oleh seorang filsuf china "Kenalilah diri anda, dan kemenangan anda tidak akan tergoyahkan"-Sun tzu, lebih tepatnya adalah ketika kita mengenali diri kita sendiri maka kita bisa memenangkan segara medan dan pertempuran yang ada untuk mencapai kesuksesan itu.

Nah itulah empat kebesaran dari kenapa kita harus menjadi diri kita sendiri, dan semoga yang sedikit ini menjadi sebuah ilmu yang bermanfaat. Jangan lupa tetap ikuti anjuran dan protokol kesehatan, doaku semoga kalian sehat dan selalu diberikan perlindungan selalu! Aamiin.

spacer

Perindu Puan Dalam Hujan


Oleh. Muhammad Naufaldi

Setelah jarak yang aku lawan menghilang
Terjangan derasnya alur kehidupan 
Semenit, dua menit
Merasa cumbu menggoda

Sejalan yang kulalui, sendiri
Setapak dan licin oleh hujan kala itu
Bangkit, semerbak harum mawar dalam hati
Ah, kasih olehmu aku rindu

Lelangitan berteduh, oleh alam
Langkah yang ragu dalam diam
Mencoba kembali tuk mengejar suara detak
Jantung yang kencang berdetak

Hutan hujan dan lembah dingin ini
Menjadi saksi akan mencari dirimu, t'lah kulalui
Laju waktu, hantaman jarak, tak kuhiraukan
Hanya dikau kasih, kumenanti dalam keras arus tetapku menahan
spacer

Menulis adalah Bentuk Bucin Paling Setia


"Jika raga telah pergi, mungkin rasa tidak akan bisa kembali"
-Muhammad Naufaldi-


Halo salam literasi nih, kembali lagi tulisan ringan yang enggak begitu panjang kalau panjang alhamdulillah sekali.. Hehe. Tapi, yang terpenting adalah bahwa cinta tidak akan pernah bisa berhenti menghampiri dengan banyak rasa. Seperti hal-nya patah hati dan rasa bahagia, ia terkadang tiba-tiba datang dan seakan pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. "Dia" doi maksudnya..

Aku menyebutkan tulisan adalah cinta yang paling setia dan menulis adalah bentuk kebucinan yang tidak biasa dan sangat-sangat mengerti sang penulis, makna kata, aksara, hingga kalimat berujung paragraf adalah sebuah proses untuk mendapatkannya hati sebuah tulisan. Begitu banyak proses yang aku alami mulai dari yang ringan hingga terberat. Membangun rasa, mood, dan tuangkan feeling menjadi sebuah satu kesatuan yang tak pernah bisa ditinggal. Ditambah lagi dengan komitmen dan niat suci secara terus-menerus untuk menulis, yang terpenting adalah konsisten. 

Ingat seperti hubungan "cinta tidak dapat dipaksakan", seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya serta ini dapat diterapkan dalam semua karya tulisan mulai non-fiksi dan fiksi. Jadi sama halnya ketika kita menulis, pertahap namun pasti, jangan paksakan kekuasaan ego menjadi didepankan. Menulis itu membangun sebuah hubungan antaran"pembaca/readers" dan "penulis/writter" mengapa demikian ? Yah, hubungan antara penulis dan pebca diciptakan menggunakan aksara dengan tujuan penulis ingin menyampaikan pesan, informasi tersurat/tersirar, atau bahkan menyampaikan curahan hati yang dituankan dalam tulisan itu sendiri. Masih banyak  terlihat bahwa menulis dijadikan utama dan prioritas tetapi selalu dipaksakan dalam bentuk alasan "aku menulis untuk readersku!" Inilah prinsip yang salah. Menulis itu mendatangkan pasarnya dan segmennya kepada sang penulis, readers puas maka mereka akan begitu setia menunggu membaca karya kamu. 

Ini merupakan tips kecil yang penting tapi tak pernah disadari oleh banyak orang. Begitu banyak tulisan yang berhasil release dengan viewers hingga jutaan, mengapa begitu ? Karena sang penulis memahami betul segmentasi pasar oleh pembacanya, ini seperti halnya feedback dari pembaca yang kemudian menciptakan rasa cinta kepada tulisan dan menjadi cinta kepada penulisnya juga. 

Kemudian, sang penulis harus memperbanyak bacaan. Ini merupakan salah satu kewajiban yang tidak disadari oleh setiap seorang pemula. Membaca merupakan salah satu bentuk komunikasi yang memberikan kita pengetahuan tentang nilai-nilai dan tatanan tulisan pada suatu karya, kalau aku bisa bilang membaca tulisan orang lain itu seperti kita belajar untuk menjadi "lebih baik" melalui "konsultasi", jadi ibarat patah hati seseorang membutuhkan tempat curhat, dan teman atau sahabatmu akan mendengarkan curhatan kamu.

Jangan takut untuk dikritik atau diberikan saran, mengambil keputusan untuk dikritik jangan membuat mental down. Jadikan sebuah tantangan baru yang dapat dinikmati oleh diri sendiri. Semakin kita merasa kritikan itu ada dan tepat ambilah sisi positifnya dan singkirkan negatifnya

"Penulis adalah seseorang yang belajar atas kepekaan terhadap lingkungannya. Maka, belajarlah terus! jangan menyerah dan lawanlah."
 
-Muhammad Naufaldi-

Okey sahabat literasi Bucinlah pada tempat dan porsinya, jangan lupa untuk berdoa dan mencoba brainstroming otak. Jika artikel ini bermanfaat silahkan like, follow, dan share ke sosial media kalian ya! Thank you..
spacer

PANNSOS: Pandemi, New Normal, Dan Hati Kosong


Oleh. Muhammad Naufaldi

Obrolan Cilik-New Normal yang sudah diterapkan menjadi sebuah hal baru saat ini sedang mengalami pemantauan yang sangat panjang dengan menerapkan kebijakan ini. Melihat adanya "New Normal" membuatku bertanya-tanya mengapa hal tersebut  justru dikeluarkan ditengah Pandemi yang faktanya masih banyak masyarakat ber-hati kosong. Kesadaran dan gerakan hati yang seharusnya ada dalam individu di suatu kelompok akan tetap membantu dalam penerapan New Normal ini sebenarnya.

Banyak orang menganggap juga bahwa "New Normal" merupakan salah satu langkah yang terlalu cepat untuk diterapkan, karena kebijakan yang diberikan hanyalah dengan persyaratan yang sudah ditentukan seperti menerapkan protokol kesehatan, dan sebagainya. Tetapi saat ini melihat keadaan yang telah berubah menjadi transisi "New Normal" pihak-pihak terkait didaerah maupun pusat tetap harus mengevaluasi dan berusaha memantau dengan baik dibantu oleh masyarakat yang ada.

New Normal, maka semua harus "baru", kualitas masyarakat, kesehatan, maupun transparansi tentang beberapa hal yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat juga harus diperhatikan.

Hati Kosong

Tidak ada yang mengetahuikan, ditengah gencarnya melawan pandemi COVID-19 saat ini kesadaran masyarakat sangatlah kurang, melihat dari komunikasi krisis yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait juga kurang terkena pada masyarakat.

Hati kosong yang terkadang dapat membunuh seorang tanpa melihat kaya atau miskin, status pendidikan, maupun pekerjaan, dan sebagainya. Ini merupakan senjata yang lebih mengerikan dibanding yang lainnya. Bahkan dengan ini banyak hal yang tertimbun dan tidak dapat diungkap oleh masyarakat, dan menimbulkan rasa ketidakpuasan terhadap pihak-pihak terkait.

Menyangkut hati kosong maka, "Hal ini berarti bahwa setiap warga negara dapat mencapai kesejahteraan lahir batin sesuai dengan haknya, sehingga dapat menikmati secara aman dan tentram tanpa mendapat gangguan. Berdasarkan pemikiran tersebut, kesejahteraan umum mempunyai makna adanya pengakuan
hak-hak asasi semua  warga negara" (Hutagalung, 1999: 48). Sebuah filosofi tentang adil dan makmur, jika suatu negara ingin makmur maka keadilan harus ditegakan secara baik dan benar. Bahkan, secara transparan untuk meyakinkan kepada masyarakat.

Melihat dari perspektif komunikasi yang terjadi sebenarnya disini hubungan menuju kepemerintahan dari masyarakat sangatlah rumit dan banyak orang yang tidak bisa mengekspresikan perasaannya atau keresahan-keresahan yang ditujukan kepada pihak dipusat untuk disampaikan.

Mengalunkan lagu Tashoora-Agni sudah membuat seseorang membara untuk menyampaikan keresahan-keresahan yang ada. Selain itu, para api abadi (AGNI) sedang berjuang dimana-mana melawan kesenjangan dan ketidakadilan yang menjadi tabu bagi beberapa masyarakat.

Raungan bersuara keras muncul dari goa-goa yang berlumut. Seluruh masyarakat yang sadar berbondong-bondong menyuarakan suara tentang keresahan hati dari beberapa orang maupun perwakilan yang didukung dibelakangnya oleh masyarakat yang sadar dan memeperkuat agar dapat tersampaikannya aspirasi tersebut. Melalu beragam media saat ini yang digunakan selama disampaikan secara baik dan benar seharusnya tidak boleh ada represif dari pihak-pihak tertentu, karena aspirasi merupakan hak yang sudah ada pada UUD 1945.

Tulisan beraksara yang tak pernah bisa dijelaskan melalui kata adalah sebuah suratan yang begitu baik untuk dibaca. Ibarat seorang kekasih rindu lalu mengirimkan surat kepada yang dia cintai, jika dibaca mungkin akan segera dibalas tetapi sebaliknya jika tidak sampai maka menimbulkan rasa kekhawatiran bahkan ketidakpercayaan seseorang.
spacer

Puisi Dini Hari: Untuk Perempuan Yang Sedang Hancur Hatinya


Oleh. Muhammad Naufaldi

"Untuk Perempuan Yang Sedang Hancur Hatinya"

Darahku cepat terpompa keotak

Panas dingin raga tersontak

Hati terasa lemah berantak

Tak sekalipun berkata "tidak!"


Pedih, sekali lagi pedih!

Telah kubuka hati, akhir luka dan lungkrah

Sejenak mata menutup, elu pilu menetes

Disaksikan jam berdetak, untuknya terlepas



Lelaki, lelaki itu

Ingatan dalam gelap, merasuki dalam benakku

Membelah, terbelah hati terbagi dan hilang

Menyusup terbawa angin, terdiam ia terbang


Mengalir sejenak dalam pilu

Lekas sudah makna cinta dewasakanku

Purna, purna dan tertutuplah hati

Bermuara, pada labuh terakhir oleh kesembuhan hatiku

Magelang, 2020
spacer

Rasamu dan Kopi Hitamku


Oleh Muhammad Naufaldi

Fajar menjelang, menjelma hangat
Langkah-langkah berhamburan dalam ingatan pekat
Deburan ombak berlarian ketepian
Mendatangiku dan berbisik akan arti sebuah penantian

Jauh kuarungi, bahteraku yang telah rusak ini
Mencari labuh untuk perbaiki
Bahtera untuk mengarungi mimpi
Menghiasi salah satu bintang dan menjadi penerang hati

Kasih, ijinkan berlabuh menjemputmu
Alam dan burung-burung bernyanyi merdu
Menggenggam dalam sembahyang
Mencurahkan riuh doa kepada gusti dalam harap dan angan

Menanti rasamu dan rukun kopi hitam
Oleh sebab, rasa yang tlah lama terpedam
Rengkuhlah maknaku dalam hidup pahit
Bersyahdulah hati memiliki sang dewi langit


spacer

Gerakan Perempuan Dan Lagu "Weird Genius-Lathi"



Oleh.Muhammad Naufaldi

Siapa yang tidak kenal dengan lagu Weird Genius, pencipta lagu "Lathi" lagu yang identik dengan percampuran Musik EDM dan Tradisional Jawa. Bahkan lagu ini mencampurkan mengakulturasi budaya menjadi sebuah hal yang berbeda untuk seni dan musik di Tanah Air. Menurut penulis lagu ini sangat keren lantaran dibalik lagu yang dinyanyikan juga terdapat sebuah hal  yang menarik dan terkadang tidak terlihat begitu jelas oleh orang-orang.

Apakah itu ? Yaitu tentang Gerakan Feminisme dan ToRe (Toxic Relationship) yang membuktikan bahwa perempuan itu kuat dan melawan saat ini, dan relate sekali terjadi pada hubungan orang-orang yang ada. Banyak sekali terjadi bahkan sering menjadi curhatan orang-orang dan inilah bukti dari sebuah lagu yang diciptakan oleh Weird Genius dan beberapa orang dibidangnya yang membuat video ini seperti Creamypandaxx dsbnya. Dan sekali aku bilang ini adalah keren banget!

Disini benar-benar membuatku menikmati dan membuat bulu kuduk berdiri menjalar ke seluruh badan. Dimana memang dapat dilihat disini banyak sekali orang yang merasakan dan Akupun pernah merasakannya yang namanya Toxic Relationship. Tetapi, kembali lagi kepada lagu "Weird Genius-Lathi" ini membuktikan bahwa perempuan itu sangat lah kuat dan ia mampu berdiri dengan kekuatannya untuk berjuang menghadapi hal tersebut dan melawan.

Bahkan dalam scene-scene tertentu dan liriknya yang begitu tajam menggunakan bahasa jawa yang berbunyi "Kowe raiso mlayu saka kesalahan, Ajine diri ono ing lathi" dimana jika diartikan kebahasa Indonesia "Kamu tidak bisa lari dari kesalahan, kehormatan diri ada di lidah" yang berarti disini merupakan sebuah serangan yang tidak disadari oleh para laki-laki bahwa hal itu bentuk perlawanan untuk melawan dan mencari keadilan tidak hanya dalam Toxic Relationship tetapi juga pada Kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan hak kesetaraan gender.

"Kami menciptakan visual ini karena memang perempuan itu kuat, dan memiliki daya untuk melawan serta bangkit dari sebuah hal yang menyakitkan." Ujar Creamypandaxx

Sebuah bentuk khas lagu ini yang begitu kuat dengan visual yang menyeramkan, disalah artikan oleh orang-orang. Jadi untuk yang belum tahu nih, visual yang digunakan waktu perubahan sosok itu merupakan sebuah kekuatan yang sangat besar dan semakin kuat. Nah, ini sebuah clue nih buat pembaca bahwa lagu ini tidak selalu menyeramkan. Siapa yang pernah nonton film The Mummy ? pasti akan paham bahwa referensinya adalah dari film tersebut. Begitu pula dengan penampilan tari jaipong dan debus (semoga tidak salah) membuktikan kekuatan itu berada didalam diri kita, sugesti untuk melawan dan bangkit.

Maka, dapat terlihat bahwa lagu "Lathi" ini bisa menjadi kekuatan untuk melawan Toxic Relationship dan juga lagu ini bisa menjadi membuktikan bahwa gerakan perempuan yang melawan untuk mendapatkan kesetaraan gender.  Rekomendasi bahwa lagu ini juga membuat kita sadar,

"yang seharusnya dilepas ya sudah dilepas, walaupun itu sulit nikmati saja prosesnya. pertahankan yang ada dan jaga yang serius" - Kutipan Hari Ini Ruang Tanpa Sekat
Secara lirik lagu ini kita disadarkan oleh "Kita tidak bisa lari dari kesalahan. Kehormatan diri itu ada pada lidah kita". Maka, belajarlah untuk menjaga lidah atau ucapan kita apabila tidak mampu bercakap maka diam. So, tetap ambil hal positifnya dan baik serta singkirkan hal yang negatif. Kebaikan datangnya dari Allah, Kurang baiknya datang dari diri sendiri. sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat dan enjoy!
spacer

Jakarta



Oleh. Muhammad Naufaldi

Detik, menitik hatiku
Merasuk jam-jam, kerasnya tuan bertahan hidup
Menarik ulur setiap perasaan, hingga lupa rangka manusianya
Tertuduk malu dalam tawa sang surya

Menyesatkan pikir, riuh kotamu yang menghancurkan hati
Tak akan pernah ku lupa sebuah bidikan rasa yang tak sampai
Sungguh derita dan menderita hati
Untuk rasa suci sebuah kisah mencintai

Kasih dan menyayangi
Hanya sebuah kefanaan berujung mati
Raut hati yang mulai resah dan kalut ini
Menghantam beribu batin, menangis


Magelang, 04 Juni 2020
spacer

Amore e Roma

Oleh. Muhammad Naufaldi

-Pioggia nella città di Roma


Sepucuk surat telah tiba, ditengah hujan
Disuatu tempat dalam kehidupan
Persimpangan jalan itu, yang telah basah
Sekarang menjadi saksi sebuah kisah

Kisah cinta, berawal di Roma
Penuh kasih dan sayang merajut cinta

Memerah dalam lengkung senyummu
Aku berluntut pada Gusti, dalam rasa syukurku

Kau hadir, menyapa hati tak berpuan
Cukup menghangatkan rasa dan raga yang t'lah lama terasingkan

2020

-Pantheon Street
Kulihat lagi senyummu mengembang
Seperti roti yang berada di toko itu,
Cukup menggoda rasa khilfaku, dalam cinta disudut jalan pantheon street
Hening, dan cukup mengairahkan rasaku

Kalbuku menjerit, selalu ingin bersamamu
Angin seketika berdesis, melalui sela-sela sempit dan kecil itu

Aku jatuh cinta padamu, dalam senandung langit biru

2019

spacer

Gerakan Perempuan: Bentuk Penyadaran Hati dan Pikiran Serta Refleksi Perjuangan Hari Pancasila!


Oleh. Muhammad Naufaldi

Sejarah yang telah berlalu, dan terukir oleh perjuangan begitu membuahkan hasil. Dibalik terjadinya peristiwa kelahiran pancasila yang didirancang oleh "Bapak Negara" atau "founding father's". Telah membuktikan bahwa terdapat kiprah perempuan sebagai refleksi tajamnya sebuah tombak mendukung lahirnya bangsa ini. Selain itu, sebagai refleksi mulai sadarnya akan gerakan perempuan pada saat itu. Terlibatnya peran peran dalam lahirnya pancasila merupakan salah satu bukti akan melepaskan dari belenggu hegemoni patriarki pada saat ini, dan beliau-beliaulah yang telah memberikan kesempatan juga untuk melanjutkan perjuangan gerakan itu.

Siapakah beliau ?

Beliau adalah Ny. Maria Ulfah Santoso dan Ny. R.S.S Soenarjo Mangoenpoespito. Dimana Ny. Maria Ulfah Santoso merupakan seorang perempuan yang mendapatkan gelar sarjana hukum pertama di Indonesia pada waktu itu dan banyak bergerak didalam bidang politik dan perempuan. Sedangkan Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito juga menjadi salah satu perempuan yang berperan penting juga dalam perumusan pancasila ini. Mengapa ? Karena selain sebagai anggota BPUPKI juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perempuan (Fujinkai).

Dalam perumusan pancasila inilah gerakan perempuan dilancarkan oleh kedua tokoh perempuan yang berperan sebagai politikus dan memperjuangkan hak atas perempuan. begitu gentarnya dalam menyempurnakan pancasila, kedua tokoh ini tidak lupa memasukan nilai-nilai kesetaraan gender seperti
pembatasan poligami dan juga perluasan kesempatan belajar bagi anak perempuan.

Dari era R.A Kartini, hingga perjuangan-perjuang melalui gerakan perempuan yang kemudian telah berkembangan dan bergerak hingga saat ini. Bentuk penyadaran hati dan pikiran dari refleksi ini, gerakan perempuan pasti akan semakin kuat dan semakin gentar dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang memang saat ini menjadi sebuah sorotan media. Begitu besar keinginan gerakan perempuan untuk bebas dari hegemoni patriarki yang ingin juga memiliki hak dalam mendapatkan keadilan dan perlindungan.

Pada era saat ini, komunikasi menjadi sangat penting dalam terjalinnya gerakan perempuan. Dapat dilihat dalam penggunaan sosial media, begitu banyak kampanye-kampanye yang dipublish pada akun-akun sosial media. Semakin gencar dalam memberikan kesadaran hati dan pikiran individu serta masyarakat.

Gerakan perempuan mulai bermunculan untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan seutuhnya dan memperjuangkan kebebasan berekspresinya. Begitu pula masih terdapat represif dari pihak-pihak terkait tetapi perempuan sudah menjadi gerakan yang sangat gencar dan bersatu padu. Dimulai dari mahasiswa hingga orang-orang yang memang memperjuangkan hak asasi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender.

Dengan begitu banyak gerakan baru di sosial media, dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat untuk perlahan mengurangi kultur hegemoni patriarki. Selain itu, perempuan dapat memiliki haknya secara utuh, mengekspresikan diri serta dapat tercapai kesetaraan gender.

Semoga yang sedikit ini cukup bermanfaat untuk bacaan kalian! Dan juga memunculkan gerakan-gerakan perempuan. Panjang umur perjuangan.


spacer

Puisi Dini Hari: Ti Amor


Oleh. Muhammad Naufaldi

Ti Amare

Jika saja pagiku, harus berpangku dengan puisi ini
Mungkin langit akan selalu tersenyum, melihat dan riuh berdoa kepada gusti
Dibalut rasa riang, membuatku tak pernah menyesal memiliki-mu, puan.

-Torre pendente

Menusuk rasuk cuaca putih basah dan dingin
Sunyi kepada malam, aku ingin berpesan.
Lirih dalam dasar hati, bergemalah isi hatiku
Getaran jantung yang melambat dengan desis halus angin yang laju

Membawa pesan, tertiup bergulung menuju penjuru kota
Menghantarkan sajak puisi dari dalam hatiku bermula
Berujung pada jalan bersimpang, terbuatnya rencana
Bertemu disudut Torre Pendente yang menjadi saksi kita

spacer

New Normal, Communication, and Public Relation


Oleh. Muhammad Naufaldi

Siapa sih yang enggak tahu tentang kebijakan "New Normal"?

Semua orang pasti mengetahui hal tersebut, karena kebijakan ini baru saja muncul dan berkembang di masyarakat. So, definisi "New Normal" adalah skenario mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan, sosial-ekonomi. Dimana Pemerintah Indonesia telah mengumumkan beberapa waktu lalu untuk rencana yang ingin diimplementasikan di masyarakat.

Namun, melihat keadaan masyarakat yang bermunculan tlah membuktikan apakah new normal ini bisa berjalan lancar begitu saja ? Melihat, krisis ego terjadi di masyarakat. Melalui beberapa sumber terlihat begitu meyakinkan pergerakan new normal untuk diimplementasikan, tetapi melihat hanya akan diterapkan serentak pada daerah-daerah yang memiliki persyaratan yang cukup maka hal tersebut bisa diimplementasikan didaerah.

Dalam beberapa teori komunikasi, hal ini sangat bisa terjadi kesalah-pengartian dalam memahami "New Normal" ini. Karena miskomunikasi bisa terjadi bersamaan dengan perkembangan teknologi dan perkembangan komunikasi yang ada, bagaimana komunikasi bisa merubah mindset seseorang untuk tetap melakukan lebih banyak kegiatan dirumah? Dengan itu juga Pemerintah benar membutuhkan "Strategi Komunikasi Baru" agar bisa mencapai pada masyarakat yang lebih dalam lagi, dilain sisi terbantu dalam kesadaran diri dan masyarakatnya.

Strategi Komunikasi Digital dan Komunikasi Krisis bisa menjadi salah satu hal dalam membentuk gerakan sosial dimasyarakat yang sadar akan pentingnya mengikuti anjuran penyedia informasi yaitu pemerintah. Mengapa begitu ? Karena dilain sisi digital era sangatlah mudah digunakan dan tidak berbatas oleh ruang, waktu dan jarak, setiap individu bisa saja memiliki begitu banyak platform sebagai user untuk bisa mencari informasi-informasi yang dibutuhkan terkait hal yang terjadi pada saat ini. Ditambah dengan adanya komunikasi krisis yang mana saat ini sangat penting karena data-data yang dipaparkan dan apa yang disampaikan oleh pemerintah menjadi bentuk kepercayaan public atau masyarakat kepada pemerintah. Bahkan dalam komunikasi krisis ini memiliki prinsip yang sangat diperhatikan dan tidak boleh dilewatkan, dan saat ini pemerintah sudah melaksanakannya.

Saat ini Muncul begitu banyak media baru seperti youtube, twitter, dan bermacam-macam banyak sekali. Begitu banyak manfaat dari media baru, jika humas mengembangkan hal ini berdampak kepada transparansi di masyarakat, meningkatkan keefektivan dan efisiensi pelayanan, hingga polling untuk membuat kebijakan dengan pelibatan masyarakat dalam memberi masukan. Ini merupakan bentuk kebutuhan masyarakat saat ini, informasi yang pasti harus benar-benar diberikan secara jelas dan tranparan.

Penggunaan-penggunaan media baru ini bisa digunakan untuk lebih gencar dalam menyampaikan informasi yang tranparan dan jujur. Dengan Kehadiran baru ini pada kebijakan "New Normal" harus dibantu oleh kesadaran masyarakatnya dahulu, jika saja hanya satu daerah maka akan tetap saja perkembangan dan penularan COVID-19 tidak terputus .

Semakin tinggi kesadaran masyarakat, dan informasi yang transparansi membuat masyarakat mempercayai pemerintah. Kunci keberhasilan berada pada kepercayaan publik kepada pemerintah, dan new normal bisa menjadi solusi jika hal ini terjadi.

Semoga yang sedikit ini bermafaat, opini yang tidak seberapa ini. Penulis memohon maaf apabila ada kesalahan dalam kepenulisan, silahkan komentar dibawah.
spacer

Asmaraloka


Oleh. Muhammad Naufaldi

Dalam haluan angin, suara burung berkicauan
Merdu dalam, senandung rindu keinginan
Keinginan bertemu dalam sukmaku menuntun
Mencari sebuah muara untuk bertemu dalam balut kerinduan

Masa-masa yang semakin pagi, memanjakan dengan kesejukan dalam hati
Memantik rasa, memeluku dalam kalbu yang akan terbit kembali
Sebuah bahtera hati, yang tlah lama menanti
Untuk berlabuh, dan membawamu pergi

Semakin pagi rasa ini terjaga, semakin rindu tak mampu tersampaikan
Suara riuh malam yang bertabur bintang menghiasi perasaan
Dekapan alam, hangat menyapaku dengan fajarnya yang hangat menyongsong diufuk timur, dan berteman embun
Yang tipis menyeka dedaunan, dan menyelimuti hati dengan ketenangan

Tiba kembali hujan menyeka, dan pagi sedikit muram oleh kerinduan
Antara langit dan bumi yang juga sama memadu kasihnya, diantara hening pagi hari memunculkan ketenangan
Ahh, alam selalu membuatku cemburu..
Dengan dekapannya yang erat memelukku hangat didinginnya pagi.


spacer

Sudut Rasa Memburu


Oleh Muhammad Naufaldi

Tiada rasa menyesal dalam diri
Memilikimu, intan mahkota hati
Yang sinar pancarnya tak pernah berhenti
Memilikiku, memeluk hangat hati

Ruang yang hampa, tak berpuan
Apakah sejatinya milikku adalah dirimu ? Atau hanya hembusan angin ?
Sudut rasa yang tlah lama tak mempermainkan perasaan
Sekarang, memburu untuk mencari tujuan dan jawaban

Menagih dan menghajarku diruang bicara
Seyumanmu, yang telah meluluhkan rasa
Dalam dekapan cerita virtual, merajut takjubku saja
Memantik hati, yang t'lah lama purna

Ampuni-ku sudut rasa, jangan memburuku dalam asa
Gambaran hati ini yang tak lagi ingin menyesal, menyekatku dalam tidur raga
Mendekam dalam rasa hampa, yang tak berujung oleh rasa
Memburuku kembali, menyeringai intuisi dan rasa

spacer

Riangmu Adalah Bahagiaku


Oleh Muhammad Naufaldi

Dalam riuh hujan, dengan air yang menyeka
Memeluku hangat, dalam rasa yang hampa
Menatap mega dengan muramnya, menyapa
Apakah ini rasaku yang remuk di dalam masa?

Yang setiap malam hadir, kini mulai henti
Terkadang riuh tawa, menjadi hampa sepi
Banyak rindu yang menguap, bersama sudut kamar ini
Dalam hening, kau mampu membuat kegundahan dalam diri

Membuatku, ingin memilikimu
Namun, aku tak mampu
Dalam diri, tiada sesal diriku
Karena, memilikimu adalah sebuah cerita rahasia milik-ku
spacer

Gerakan Feminisme, Pembelaan Hak, Dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Oleh. Muhammad Naufaldi

                Hallo kawan dan pembaca setia- Kita tahu Gerakan feminism saat ini adalah gerakan yang belum juga dipandang serius oleh pemerintah, bahkan pembelaan selalu kalah akibat penggunaan kata “Nama Baik”.  Begitu rumitnya birokrasi mencari keadilan, bahkan sangat sulit untuk bisa mendapatkan sebuah hak kesetaraan gender itu sendiri. Stigma masyarakat yang tak pernah menganggap baik, seperti halnya “Seorang perempuan tidak boleh pulang terlalu malam” dsb.

                Perempuan juga merupakan manusia, memiliki hak hidup dan hak memilih. Tetapi semakin kesini dimasa yang semakin modern dan mudah bentuk perspekti kesetaraan gender belum tercapai. Banyak bidang seharusnya bisa menjadi sorotan mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga dalam masyarakat itu sendiri. Munculnya Gerakan Feminisme “menuntut tentang kebebasan hak perempuan” yang berarti disini perempuan dan laki-laki disini berbeda dan sebenarnya perempuan tidak ingin hak untuk menjadi seorang laki-laki karena yang diinginkan adalah hak mengkonstruksikan diri, kebebasan berkespresi.

                Kemudian, munculah gerakan-gerakan feminism yang berada dari gelombang pertama hingga akan memasuki gelombang kelima. Saat ini banyak sekali jika kita mengupas tentang Komunikasi dan Gender, isu sosial yang terjadi begitu banyak menjadi salah persepsi orang-orang dan terkadang bisa menyudutkan orang-orang yang tak bersalah. Seperti Contoh halnya, Pelecehan Seksual, Kekerasan dalam hubungan, dan sebagainya. Ini menjadi isu-isu sosial yang ada di Sosial Media, dan memunculkan gerakan-gerakan baru untuk melindungi penyintas. Ambil saja kasus tentang IM yang mana sempat viral lantaran melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan, secara data yang telah didapat korban mencapai puluhan orang dan telah melapor kepada LBH terkait dari beberapa Universitas besar. Tidak hanya IM saja sebenarnya, banyak sekali di bumi Indonesia ini hal tersebut tidak dilirik. Kemudian, Peran apa yang bisa dilakukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi yaitu membantu sebagai mediator sebagai pendengar curahan-curahan dan keresahan para penyintas. Selain itu, sebagai mahasiswa ilmu komunikasi juga dapat menjadi terbantunya penyintas ini menciptakan komunikasi yang baik lagi, menciptakan komunikasi yang efektif kembali, karena secara psikis juga penyintas pelecehan seksual mengalami trauma yang pasti cukup dalam serta merubah sikap dan pandangan terhadap seseorang itu.

            Selain itu, peran mahasiswa Ilmu Komunikasi juga berperan sebagia kader agent of change di sosial juga yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya Hegemoni patriarki, dan menyadarkan kesadaran tentang kesetaraan gender itu sendiri. Sebenarnya banyak sekali yang dapat dilakukan untuk mendorong agar korban penyintas pelecehan seksual juga menerima hak adil dan payung hukum yang sama seperti pelaku kejahatan itu.

            Mungkin, artikel kali ini cukup banyak pro dan kontra. Tetapi ini merupakan sebuah opini yang memang saat ini menjadi sebuah keresahan dalam diriku, dan mungkin dari mahasiswa yang berada di jurusan lain. Mohon maaf jika ada salah-salah kata, itu datangnya dari saya. Dan kebenaran datangnya dari Allah SWT. Dan kembali lagi tetap ingat untuk komentar dan sarannya kritik juga boleh menambah juga boleh! Selamat Membaca..

spacer